RADAR BLITAR - Persebaya Surabaya kembali menjadi sorotan panas di bursa transfer Januari 2026. Klub berjuluk Bajul Ijo itu melakukan perombakan besar-besaran dengan melepas tiga pemain sekaligus sebagai bagian dari proyek besar pelatih Bernardo Tavares.
Keputusan Persebaya Surabaya di bursa transfer Januari 2026 langsung memicu perdebatan di kalangan Bonek dan pecinta Liga 1. Pasalnya, Bajul Ijo sebenarnya masih berada di papan atas klasemen sementara dan belum menunjukkan performa yang benar-benar buruk.
Namun Bernardo Tavares tampaknya punya standar tersendiri dalam membangun skuad. Pelatih asal Portugal tersebut dikenal tegas dan tidak ragu mencoret pemain yang dianggap tidak sesuai dengan filosofi permainan maupun kebutuhan taktik tim untuk jangka panjang.
Langkah “cuci gudang” yang dilakukan Persebaya Surabaya juga menjadi sinyal bahwa klub asal Kota Pahlawan itu sedang mempersiapkan fondasi baru demi tampil lebih kompetitif pada putaran kedua Liga 1 musim 2025/2026.
Bernardo Tavares Lanjutkan Revolusi Skuad
Sebelumnya, Persebaya sudah lebih dulu melepas beberapa nama seperti Di Medimov, Rizky Dwi, dan Rendy Oscario. Kini, tiga pemain tambahan kembali harus angkat kaki dari Stadion Gelora Bung Tomo.
Nama pertama yang resmi dilepas adalah Dejan Tumbas. Penyerang asal Serbia tersebut sebenarnya dikenal memiliki fleksibilitas tinggi karena bisa bermain di beberapa posisi. Namun sepanjang musim ini, Dejan lebih sering dimainkan sebagai bek kiri dibanding penyerang murni.
Meski tampil dalam 30 pertandingan bersama Persebaya Surabaya, kontribusi Dejan Tumbas dinilai belum maksimal. Ia hanya mampu mencatatkan dua assist tanpa kontribusi gol signifikan. Bernardo Tavares disebut menginginkan pemain yang lebih sesuai dengan kebutuhan taktik dan intensitas permainan tim.
Dengan nilai pasar mencapai Rp3,48 miliar, Dejan sejatinya masih memiliki potensi besar. Namun keputusan manajemen dan pelatih sudah bulat untuk mengakhiri kerja sama pada bursa transfer Januari 2026.
Diego Mauricio Jadi Korban Evaluasi
Nama kedua yang resmi dilepas adalah Diego Mauricio. Keputusan ini cukup mengejutkan karena striker asal Brasil tersebut baru direkrut pada awal musim Liga 1 2025/2026.
Diego Mauricio awalnya diharapkan menjadi solusi ketajaman lini depan Persebaya Surabaya. Pengalaman dan reputasinya sebagai striker asing membuat banyak suporter menaruh harapan besar.
Sayangnya, performa Diego tidak sesuai ekspektasi. Penyerang berusia 34 tahun itu hanya mencatatkan tujuh penampilan sepanjang musim. Minimnya menit bermain dan ketatnya persaingan di lini depan membuat kontribusinya sangat terbatas.
Bernardo Tavares dikenal sangat mengutamakan efektivitas dan intensitas permainan. Faktor itulah yang diduga menjadi alasan utama Diego Mauricio akhirnya masuk daftar pemain yang dilepas.
Pelepasan Diego sekaligus menegaskan bahwa nama besar dan pengalaman tidak menjamin tempat aman di skuad Persebaya Surabaya musim ini.
Kadek Raditya Resmi Gabung Persis Solo
Sementara itu, pemain ketiga yang dilepas adalah Kadek Raditya. Bek tengah lokal tersebut resmi mengakhiri kebersamaan dengan Bajul Ijo setelah beberapa musim menjadi bagian penting lini pertahanan.
Kadek Raditya tercatat sudah tampil sebanyak 58 pertandingan bersama Persebaya Surabaya dengan kontribusi satu gol. Bek berusia 26 tahun itu juga cukup sering mendapat kepercayaan tampil di berbagai ajang.
Namun evaluasi besar yang dilakukan Bernardo Tavares membuat Kadek akhirnya harus mencari tantangan baru. Tidak butuh waktu lama, Kadek Raditya langsung mendapatkan klub baru setelah resmi bergabung dengan Persis Solo.
Kepindahan tersebut dinilai menjadi peluang baru bagi Kadek untuk mendapatkan menit bermain lebih stabil sekaligus membuktikan kualitasnya di Liga 1.
Persebaya Siapkan Wajah Baru
Perombakan besar yang dilakukan Persebaya Surabaya menunjukkan keseriusan Bernardo Tavares dalam membangun tim sesuai visinya. Meski saat ini Bajul Ijo masih berada di posisi ketujuh klasemen sementara dengan 28 poin dari 17 laga, Tavares tampaknya belum puas dengan performa tim.
Menurutnya, posisi klasemen bukan jaminan keberhasilan jangka panjang. Identitas permainan, disiplin taktik, dan konsistensi performa menjadi prioritas utama dalam proyek yang sedang dibangun.
Kini perhatian publik tertuju pada siapa pemain baru yang akan didatangkan Persebaya Surabaya. Bursa transfer Januari 2026 dipastikan belum selesai dan Bajul Ijo diyakini masih akan aktif mencari tambahan amunisi baru.
Bonek tentu berharap langkah berani Bernardo Tavares bisa membawa Persebaya tampil lebih solid di putaran kedua Liga 1. Jika strategi ini berhasil, revolusi skuad yang dilakukan bisa menjadi titik balik kebangkitan Bajul Ijo musim ini.
Editor : Ingge Nayla Ayu Karina