Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Feda Ega Pratama Dipuji Hiroshi Aoyama Usai Moto3 Spanyol 2026, Disebut Rookie Anomali Calon Masa Depan MotoGP

Muhamad Ahsanul Wildan • Jumat, 15 Mei 2026 | 15:15 WIB
Feda Ega Pratama dipuji Hiroshi Aoyama usai tampil impresif di Moto3 Spanyol 2026 dan disebut calon masa depan MotoGP. (Pinterest)
Feda Ega Pratama dipuji Hiroshi Aoyama usai tampil impresif di Moto3 Spanyol 2026 dan disebut calon masa depan MotoGP. (Pinterest)

BLITAR KAWENTAR - Nama Feda Ega Pratama kembali menjadi sorotan dunia balap setelah mendapat pujian langsung dari legenda MotoGP Jepang sekaligus Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama.

Penampilan impresif Feda di Moto3 Spanish GP 2026 membuat Aoyama tak ragu menyebut pembalap muda Indonesia itu sebagai rookie spesial dengan prospek besar menuju MotoGP.

Feda Ega Pratama tampil heroik di Sirkuit Jerez setelah finis keenam meski memulai balapan dari posisi ke-17.

Hasil tersebut semakin memperkuat statusnya sebagai rookie paling mencuri perhatian di Moto3 musim 2026.

Dalam empat seri awal musim ini, Feda telah mengoleksi 37 poin dan menempati posisi keenam klasemen dunia.

Ia juga memimpin klasemen Rookie of the Year 2026, unggul dari sejumlah pembalap debutan lainnya.

Baca Juga: Daihatsu Sirion 2025 Ternyata Lebih Nyaman dari LCGC? Ini Kelebihan dan Kekurangan City Car CBU Malaysia yang Mulai Dilirik Anak Muda

Hiroshi Aoyama Bongkar Empat Kelebihan Feda

Menurut Hiroshi Aoyama, ada empat kemampuan utama yang membuat Feda Ega Pratama berbeda dibanding rookie lain di Moto3 2026.

Pertama adalah manajemen balapan yang matang. Aoyama menilai Feda sangat pintar mengatur ritme balapan, penggunaan ban, hingga menentukan momen menyerang lawan.

“Feda menunjukkan manajemen balapan yang kuat dan kecepatan yang baik,” ujar Aoyama.

Di Moto3 Spanyol 2026, Feda mampu naik posisi secara konsisten tanpa terlalu memaksakan motor.

Saat pembalap lain mulai kehilangan ritme di lap akhir, Feda justru tetap kompetitif meski kondisi ban mulai menurun.

Kelebihan kedua adalah konsistensi kecepatan. Pembalap asal Indonesia itu dinilai mampu menjaga pace cepat di sektor teknis walaupun harus start dari belakang.

Ketiga adalah race craft dan insting overtaking. Feda disebut sangat cerdas membaca situasi pack racing, memanfaatkan slipstream, hingga melakukan late braking secara efektif. Di Jerez, ia dikabarkan melakukan lebih dari 12 overtake bersih sepanjang balapan.

Sementara kelebihan keempat yang paling mencolok adalah mental juara dan kemampuan bangkit setelah kegagalan.

Bangkit Setelah Crash Austin

Sebelum tampil impresif di Jerez, Feda sempat mengalami crash di Austin.

Namun, pembalap muda itu langsung bangkit dan kembali tampil kompetitif hanya dalam waktu singkat.

Mental kuat itulah yang membuat Hiroshi Aoyama terkesan. Sebagai mantan juara dunia GP250cc 2009, Aoyama memahami betapa sulitnya rookie tampil konsisten di level dunia.

Performa Feda juga semakin menonjol karena dibandingkan langsung dengan rekan setimnya di Honda Team Asia, Zen Mitani. Keduanya menggunakan motor Honda NSF250RW yang sama, tetapi hasilnya berbeda jauh.

Feda kini sudah mengoleksi 37 poin, sedangkan Zen Mitani masih belum mendapatkan poin dari empat seri pertama musim ini.

Skill Feda Dinilai Jadi Faktor Pembeda

Perbedaan performa tersebut memunculkan banyak komentar di media sosial.

Sebagian besar pengamat menilai kemampuan individu Feda menjadi faktor utama.

Banyak yang menyebut motor Honda musim ini masih kalah kompetitif dibanding KTM, terutama milik CFMoto Gaviota Aspar Team yang mendominasi Moto3 2026.

Meski begitu, Feda tetap mampu membawa Honda Team Asia bersaing di papan tengah klasemen konstruktor. Hampir seluruh poin tim bahkan berasal dari kontribusi pembalap Indonesia tersebut.

Dominasi KTM musim ini memang terlihat jelas. Empat dari lima tim teratas menggunakan basis mesin KTM dengan keunggulan tenaga, akselerasi, dan stabilitas saat pack racing.

Namun di tengah dominasi itu, Feda tetap mampu tampil kompetitif dan beberapa kali bersaing di kelompok depan.

Proyeksi Menuju MotoGP

Melihat performa saat ini, banyak pihak mulai memprediksi Feda Ega Pratama bisa mencapai MotoGP dalam empat hingga lima tahun ke depan.

Musim 2026 menjadi tahap penting bagi perkembangan kariernya. Target realistis Feda saat ini adalah merebut gelar Rookie of the Year dan finis di posisi lima besar klasemen akhir Moto3.

Pada musim 2027, Feda diperkirakan masih bertahan di Moto3 sebelum naik ke Moto2 pada 2028.

Jika proses adaptasi berjalan lancar, debut MotoGP berpotensi terjadi pada 2030 saat usianya 21 tahun.

Feda sendiri sebelumnya pernah mengungkapkan impiannya menjadi pembalap MotoGP Indonesia pertama yang benar-benar kompetitif di level dunia.

Dengan performa sejauh ini, peluang itu mulai terlihat nyata. Dari Gunungkidul menuju panggung dunia, Feda Ega Pratama perlahan sedang menulis sejarah baru untuk balap motor Indonesia.

Baca Juga: Daihatsu Sirion 2025 Ternyata Lebih Nyaman dari LCGC? Ini Kelebihan dan Kekurangan City Car CBU Malaysia yang Mulai Dilirik Anak Muda

Editor : Muhamad Ahsanul Wildan
#hiroshi aoyama #Honda Team Asia #moto3 2026 #Feda Ega Pratama #rookie of the year