Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Honda Mulai Bangkit di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Jadi Predator Baru Setelah Hancurkan Balapan Jerez

Muhamad Ahsanul Wildan • Jumat, 15 Mei 2026 | 15:18 WIB
Veda Ega Pratama jadi ancaman baru KTM setelah comeback gila di Moto3 Jerez 2026 bersama Honda. (Pinterest)
Veda Ega Pratama jadi ancaman baru KTM setelah comeback gila di Moto3 Jerez 2026 bersama Honda. (Pinterest)

BLITAR KAWENTAR - Kebangkitan Honda di Moto3 2026 mulai terlihat nyata setelah aksi luar biasa Veda Ega Pratama di Sirkuit Jerez, Spanyol.

Pembalap muda Indonesia itu sukses mencuri perhatian dunia balap motor usai melakukan comeback spektakuler dari posisi ke-17 hingga finis keenam.

Penampilan Veda Ega Pratama di Moto3 Jerez 2026 tidak hanya dianggap sebagai hasil bagus semata.

Banyak pengamat melihat performa tersebut sebagai sinyal bahaya bagi dominasi KTM yang selama ini menguasai persaingan kelas ringan Grand Prix.

Honda Team Asia tampil sangat tenang namun efektif dalam membaca jalannya balapan.

Di balik hasil besar tersebut, tersimpan strategi teknis yang ternyata menjadi senjata utama kebangkitan mereka.

Baca Juga: Volta 401 2024 Resmi Direview, Motor Listrik dengan Double Baterai Ini Punya Rem Cakram dan Fitur Hazard

Strategi Rahasia Honda Berhasil Total

Hiroshi Aoyama mengungkapkan bahwa Honda mengambil risiko besar beberapa menit sebelum balapan dimulai.

Tim memutuskan mengubah mapping mesin dan distribusi beban motor demi meningkatkan kestabilan saat pengereman keras.

Keputusan itu terbukti menjadi titik balik performa Veda Ega Pratama. Meski baru mengalami crash saat kualifikasi, pembalap Indonesia tersebut mampu tampil sangat stabil sepanjang balapan.

Telemetri Honda menunjukkan bahwa Veda melakukan pengereman lebih lambat lima meter dibanding pembalap lain tanpa kehilangan kontrol motor. Teknik itu membuatnya mampu menyerang rival secara agresif di area tikungan.

Aoyama bahkan mengaku terkejut melihat kematangan balap pembalap muda asal Gunung Kidul tersebut.

“Yang paling luar biasa bukan kecepatannya, tetapi ketenangannya,” demikian gambaran yang muncul dari kubu Honda Team Asia setelah balapan berakhir.

Feda Ega Pratama Tampil Sangat Dewasa

Balapan di Jerez dikenal sangat teknikal dan sulit untuk menyalip. Namun Veda Ega Pratama justru tampil seolah tidak memiliki tekanan.

Start sempurna membuatnya langsung memangkas lima posisi hanya dalam satu lap pertama.

Gaya balapnya terlihat agresif tetapi tetap bersih dan minim kesalahan.

Veda juga menunjukkan kemampuan membaca situasi balapan dengan sangat matang. Ia tidak memaksakan duel berlebihan yang bisa merusak ban maupun kehilangan ritme.

Keunggulan itu terlihat jelas saat bertarung melawan pembalap Malaysia, Hakim Danish. Duel keduanya menjadi salah satu tontonan paling menarik sepanjang balapan Moto3 Jerez 2026.

Veda beberapa kali melakukan switchback dan late braking yang membuat rivalnya kesulitan mempertahankan posisi.

Di tengah suhu lintasan yang mencapai 50 derajat Celsius, pembalap Indonesia tersebut tetap mampu menjaga konsistensi lap time di angka 1 menit 46 detik.

Tikungan Terakhir Jadi Penentu

Puncak drama terjadi pada lap terakhir ketika Adrian Fernandez dan Maximo Quiles terlibat kontak agresif dalam perebutan posisi lima besar.

Situasi itu dimanfaatkan dengan sempurna oleh Veda Ega Pratama. Alih-alih ikut terpancing duel keras, ia memilih menunggu momentum di tikungan Jorge Lorenzo Corner.

Ketika dua rivalnya melebar karena pengereman terlambat, Feda langsung menusuk dari sisi dalam dan mengamankan posisi keenam.

Manuver tersebut sempat membuat Race Direction melakukan investigasi karena ada dugaan pelanggaran track limit.

Namun setelah peninjauan video selesai, aksi Feda dinyatakan bersih dan sah.

Keputusan itu langsung disambut sorak-sorai di garasi Honda Team Asia.

KTM dan Husqvarna Mulai Waspada

Hasil Moto3 Jerez 2026 membuat Veda Ega Pratama kini mulai disebut sebagai ancaman serius bagi perebutan gelar juara dunia.

Para pengamat menilai Honda perlahan menemukan kembali performa terbaiknya melalui kombinasi motor kompetitif dan talenta muda Asia.

Feda juga disebut sebagai kuda hitam yang berpotensi mengacaukan dominasi KTM maupun Husqvarna musim ini.

Jika mampu menjaga konsistensi di seri berikutnya seperti Mugello dan Assen, peluang pembalap Indonesia itu untuk meraih podium bahkan kemenangan mulai terbuka lebar.

Fenomena ini sekaligus membuktikan bahwa pembalap Asia kini mampu bersaing setara dengan talenta Eropa dan Amerika Latin di level tertinggi balap motor dunia.

Dunia Moto3 pun mulai menyadari bahwa Indonesia kini memiliki predator baru yang siap mengguncang persaingan musim 2026.

Baca Juga: Volta 401 2024 Resmi Direview, Motor Listrik dengan Double Baterai Ini Punya Rem Cakram dan Fitur Hazard

Editor : Muhamad Ahsanul Wildan
#Hakim Danish #Moto3 Jerez 2026 #Honda Team Asia #Feda Ega Pratama #KTM Moto3