Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Veda Ega Pratama Bikin Geger Moto3 2026 di Jerez, Start Posisi 17 Langsung Sikat Rival Eropa hingga Finis Keenam

Muhamad Ahsanul Wildan • Jumat, 15 Mei 2026 | 15:24 WIB
Veda Ega Pratama bikin sensasi di Moto3 Jerez 2026 usai start posisi 17 dan finis keenam dramatis. (Pinterest)
Veda Ega Pratama bikin sensasi di Moto3 Jerez 2026 usai start posisi 17 dan finis keenam dramatis. (Pinterest)

BLITAR KAWENTAR - Nama Veda Ega Pratama mendadak menjadi sorotan besar usai tampil luar biasa pada balapan Moto3 2026 di Sirkuit Jerez, Spanyol.

Pembalap muda asal Gunung Kidul itu sukses menciptakan comeback sensasional setelah memulai balapan dari posisi ke-17 dan menembus finis keenam di tengah ketatnya persaingan kelas ringan Grand Prix.

Aksi Veda Ega Pratama di Moto3 Jerez 2026 bahkan disebut sebagai salah satu penampilan paling mengejutkan musim ini.

Banyak pengamat balap menilai performa pembalap Honda Team Asia tersebut menjadi sinyal ancaman serius bagi dominasi pembalap Eropa dan pabrikan KTM di Moto3.

Kebangkitan Veda tidak datang dengan mudah. Pada sesi kualifikasi, ia mengalami crash keras saat mencoba mencatat waktu terbaik di tikungan terakhir Jerez.

Insiden itu membuat posisinya merosot hingga start dari urutan ke-17, posisi yang dinilai sangat sulit untuk bisa menembus papan depan.

Baca Juga: 5 Motor Listrik Subsidi Termurah 2025, Harga Mulai Rp6 Jutaan dengan Jarak Tempuh hingga 130 Km

Crash di Kualifikasi Jadi Titik Balik

Veda sebenarnya tampil menjanjikan sejak awal sesi Q2. Ia sempat mencatat sektor pertama lebih cepat dibanding peraih pole position.

Namun kondisi suhu lintasan yang panas membuat grip ban Michelin mendadak hilang ketika melakukan time attack terakhir.

Motor Honda tunggangannya terjatuh cukup keras dan membuat tim mekanik Honda Team Asia harus bekerja hingga larut malam memastikan kondisi rangka dan mesin tetap aman digunakan saat balapan utama.

Atmosfer garasi Honda sempat penuh tekanan. Banyak analis balap meragukan peluang Feda Ega Pratama untuk menembus zona poin karena karakter Sirkuit Jerez dikenal sempit dan sulit untuk melakukan overtaking.

Namun keputusan besar justru diambil beberapa menit sebelum balapan dimulai.

Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, mengungkapkan tim melakukan perubahan mapping mesin serta distribusi beban suspensi depan demi meningkatkan stabilitas pengereman agresif.

Menurut Aoyama, faktor paling mengejutkan bukan hanya kecepatan motor, melainkan ketenangan Feda saat menghadapi tekanan.

“Dia mampu melakukan pengereman lebih lambat lima meter dibanding pembalap lain tanpa kehilangan racing line,” ungkap Aoyama kepada media internal tim.

Start Brutal Veda Langsung Guncang Jerez

Saat lampu start padam, Veda langsung menunjukkan mental pembalap elite.

Ia melakukan start agresif dengan memotong jalur dua rival sekaligus di tikungan pertama.

Hanya dalam satu lap, Veda sudah naik lima posisi dan menembus rombongan 12 besar.

Gaya balapnya terlihat sangat efisien, minim kesalahan, tetapi tetap agresif saat menyerang lawan.

Setiap manuver dilakukan dengan penuh perhitungan. Ia memanfaatkan setiap sisi lintasan untuk mendapatkan sudut tikungan terbaik demi menjaga akselerasi keluar tikungan.

Di tengah suhu lintasan yang mencapai 50 derajat Celsius, performa motor Honda justru semakin stabil. Veda bahkan melaporkan melalui dashboard bahwa motornya terasa sempurna untuk bertarung di grup depan.

Rumor di paddock MotoGP mulai berkembang. Sejumlah jurnalis Spanyol menyebut performa Feda Ega Pratama mulai menarik perhatian beberapa tim besar untuk musim depan.

Duel Sengit Lawan Hakim Danish

Salah satu momen paling menarik terjadi saat Feda terlibat duel panas melawan pembalap Malaysia, Hakim Danish.

Persaingan keduanya menjadi simbol rivalitas Asia yang kini semakin diperhitungkan di level dunia.

Hakim Danish yang start lebih depan sempat bertahan cukup lama. Namun Veda tampil lebih konsisten dalam menjaga performa ban sepanjang balapan.

Ia sukses melakukan manuver switchback bersih yang memaksa Danish kehilangan momentum keluar tikungan.

Data pasca-balapan menunjukkan Veda mampu menjaga catatan waktu stabil di kisaran 1 menit 46 detik saat pembalap lain mulai kehilangan grip ban belakang.

Duel tersebut mendapat banyak pujian karena menunjukkan kualitas pembalap Asia kini mampu bersaing setara dengan talenta Eropa maupun Amerika Latin.

Manuver Putaran Terakhir Bikin Heboh

Drama terbesar terjadi di lap terakhir saat Adrian Fernandez dan Maximo Quiles terlibat duel keras memperebutkan posisi lima besar.

Keduanya terlalu agresif saat pengereman hingga melebar di Jorge Lorenzo Corner. Situasi itu langsung dimanfaatkan Feda Ega Pratama.

Dengan tenang, pembalap Indonesia tersebut masuk ke sisi dalam tikungan dan merebut posisi keenam tepat sebelum garis finis.

Race Direction sempat melakukan investigasi terkait kemungkinan pelanggaran track limit.

Namun setelah peninjauan video selesai, manuver Veda dinyatakan sah dan bersih sesuai regulasi.

Keputusan itu langsung disambut sorak gembira di garasi Honda Team Asia.

Hasil finis keenam dari posisi start ke-17 membuat Feda kini mulai diperhitungkan dalam persaingan klasemen Moto3 2026. Banyak pengamat percaya dirinya bisa menjadi kuda hitam perebutan gelar juara dunia musim ini.

Dengan dukungan penuh Honda Team Asia serta peningkatan performa yang terus konsisten, Veda Ega Pratama kini membawa harapan besar bagi kebangkitan balap motor Indonesia di level dunia.

Baca Juga: 5 Motor Listrik Subsidi Termurah 2025, Harga Mulai Rp6 Jutaan dengan Jarak Tempuh hingga 130 Km

Editor : Muhamad Ahsanul Wildan
#hiroshi aoyama #Moto3 Jerez #Honda Team Asia #moto3 2026 #Feda Ega Pratama