Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Veda Ega Pratama Bikin Marc Marquez Terdiam di Le Mans, Rider Gunung Kidul Ini Jadi Ancaman Baru Moto3

Muhamad Ahsanul Wildan • Jumat, 15 Mei 2026 | 16:06 WIB
Veda Ega Pratama tampil luar biasa di Le Mans hingga bikin Marc Marquez kagum dan Moto3 geger. (Pinterest)
Veda Ega Pratama tampil luar biasa di Le Mans hingga bikin Marc Marquez kagum dan Moto3 geger. (Pinterest)

BLITAR KAWENTAR - Nama Veda Ega Pratama mendadak menjadi sorotan dunia balap internasional usai tampil impresif pada balapan Moto3 di Sirkuit Le Mans, Prancis.

Rider muda asal Gunung Kidul itu sukses mencuri perhatian setelah menunjukkan performa luar biasa di lintasan basah yang terkenal sangat sulit ditaklukkan.

Aksi Veda Ega Pratama di Le Mans bahkan disebut membuat Marc Marquez terpukau.

Dalam tayangan yang beredar di paddock, juara dunia delapan kali tersebut terlihat memperhatikan data telemetri pembalap muda Indonesia itu dengan ekspresi kagum.

Momen tersebut langsung menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta MotoGP dan Moto3.

Performa Veda Ega Pratama dinilai bukan sekadar keberuntungan. Pembalap muda Honda Team Asia itu mampu menunjukkan kematangan strategi saat banyak rider papan atas justru kesulitan menghadapi hujan deras di Prancis.

Dari posisi ke-14, Veda perlahan merangsek naik hingga masuk barisan depan dan bersaing ketat di papan atas.

Baca Juga: Renault Triber RXZ Improvement Makin Canggih! MPV Eropa Ini Kini Punya Fitur Baru dan Interior Lebih Modern

Strategi Balap Veda Ega Pratama Jadi Sorotan

Lintasan Le Mans yang licin menjadi ujian berat bagi seluruh pembalap Moto3.

Banyak rider kehilangan grip hingga gagal menyelesaikan balapan dengan sempurna. Namun Veda tampil berbeda.

Ia memilih pendekatan yang lebih tenang dan terukur. Saat rival lain memaksakan ritme agresif sejak awal, Veda justru fokus membaca kondisi trek dan menghindari risiko berlebihan. Strategi itu terbukti efektif.

Dalam beberapa momen, Veda terlihat sengaja mengambil racing line alternatif demi menghindari genangan air yang berbahaya. Teknik trail braking yang halus membuat motornya tetap stabil di tengah cuaca ekstrem.

Kecerdasan balap tersebut membuat komentator internasional berkali-kali menyebut nama rider Indonesia itu selama balapan berlangsung. Banyak pihak menilai Veda memiliki kemampuan membaca situasi layaknya pembalap veteran.

Marc Marquez dan KTM Disebut Terkejut

Salah satu momen paling menarik terjadi ketika Marc Marquez memberikan gestur hormat kepada Veda Ega Pratama.

Pembalap Ducati Lenovo Team itu disebut kagum dengan cara Veda mengontrol risiko di tikungan teknis Le Mans.

Tak hanya Marquez, kubu KTM juga dikabarkan dibuat terdiam melihat performa pembalap Indonesia tersebut. Veda berhasil menyalip beberapa rider binaan akademi KTM dengan manuver bersih tanpa kontak fisik.

Penampilan itu menjadi sinyal bahwa pembalap Asia kini tidak lagi bisa dipandang sebelah mata di kompetisi balap Eropa. Veda dinilai membawa ancaman baru bagi dominasi rider Spanyol dan Italia di kelas Moto3.

Keberhasilan rider muda Indonesia tampil kompetitif di trek basah Eropa juga mematahkan anggapan lama bahwa pembalap Asia Tenggara hanya kuat di cuaca panas.

Konsistensi Jadi Modal Besar Menuju Tiga Besar

Selain performa di Le Mans, konsistensi Veda Ega Pratama sepanjang musim juga mulai menarik perhatian.

Setelah lima seri berjalan, ia telah mengoleksi 50 poin dan bertengger di papan atas klasemen Moto3.

Catatan itu terbilang impresif untuk seorang rookie. Veda mampu tampil stabil di berbagai karakter sirkuit, mulai dari cuaca panas di Asia hingga kondisi dingin dan hujan di Eropa.

Pengamat balap menilai kekuatan utama Veda bukan hanya kecepatan, tetapi mentalitas balap yang matang. Ia tidak mudah terpancing emosi dan lebih fokus mengamankan poin penting di setiap seri.

Karakter tersebut membuat Veda disebut sebagai “silent killer” di Moto3. Ia memang jarang melakukan selebrasi berlebihan, tetapi selalu hadir memberi tekanan kepada rival-rivalnya.

Tekanan psikologis itu mulai dirasakan beberapa pembalap papan atas Moto3 yang kini harus terus waspada terhadap motor nomor 9 milik Veda.

Harapan Baru Balap Indonesia

Kesuksesan Veda Ega Pratama di Le Mans membawa harapan besar bagi dunia balap Indonesia.

Dukungan dari Honda Team Asia dan pengalaman bertarung di level internasional membuat peluangnya menuju tiga besar klasemen akhir semakin terbuka.

Meski kini mulai menjadi perhatian banyak tim besar, Veda tetap dikenal sebagai sosok rendah hati yang fokus pada evaluasi teknis bersama timnya.

Perjalanan musim masih panjang dan tantangan ke depan dipastikan semakin berat. Namun penampilan di Prancis menjadi bukti bahwa pembalap Indonesia mampu bersaing di level tertinggi balap motor dunia.

Jika mampu menjaga konsistensi dan mentalitasnya, bukan tidak mungkin Veda Ega Pratama akan menjadi sejarah baru bagi Indonesia di ajang Moto3 dunia.

Baca Juga: Renault Triber RXZ Improvement Makin Canggih! MPV Eropa Ini Kini Punya Fitur Baru dan Interior Lebih Modern

Editor : Muhamad Ahsanul Wildan
#Moto3 Le Mans #Honda Team Asia #veda ega pratama #moto3 2026 #marc marquez