JAKARTA - Nama Feda Ega Pratama kembali mengguncang dunia balap internasional. Pembalap muda asal Indonesia itu sukses mencuri perhatian media Eropa setelah menunjukkan teknik balap fenomenal dalam sesi latihan bersama Honda Team Asia jelang Moto3 2026.
Sorotan terhadap Feda Ega Pratama kali ini bukan hanya soal hasil lap time, tetapi juga kemampuan teknis yang dianggap berada di atas rata-rata pembalap seusianya. Dalam sejumlah sesi tes tertutup, Feda disebut memperlihatkan kontrol motor yang sangat matang hingga membuat jurnalis MotoGP Eropa dan internal Honda terpukau.
Feda Ega Pratama kini dipersiapkan serius untuk menghadapi musim debutnya di Moto3 2026. Honda Team Asia bahkan secara resmi mengonfirmasi bahwa pembalap Indonesia tersebut akan masuk dalam line-up mereka untuk musim depan.
Baca Juga: Red Bull Rookies Cup Jadi Arena Brutal Calon Bintang MotoGP, Kiandra Ramadhipa Curi Perhatian
Keputusan itu langsung menjadi pembahasan besar di paddock balap internasional karena Feda dinilai sebagai salah satu talenta Asia paling menjanjikan saat ini.
Lean Angle Feda Jadi Sorotan Besar
Salah satu aspek yang paling banyak dibahas dari performa Feda adalah teknik lean angle atau sudut kemiringan motor saat menikung.
Dalam sesi latihan terbaru, sudut kemiringan motor Feda disebut mencapai 67 derajat. Angka tersebut tergolong ekstrem bahkan untuk standar balap Grand Prix.
Baca Juga: Rookie Moto3 Terbaik Bikin Heboh, Veda Ega Pratama Tampil Mengejutkan di Musim Debut
Banyak pengamat menyebut kemampuan menjaga motor tetap stabil dalam sudut kemiringan setinggi itu menunjukkan level kontrol, keberanian, dan racing intelligence yang sangat tinggi.
Teknik seperti ini biasanya baru dimiliki pembalap senior yang sudah lama tampil di level dunia. Karena itu, kemunculan Feda langsung memicu rasa penasaran media Eropa.
Seorang jurnalis MotoGP asal Eropa bahkan menyebut apa yang dilakukan Feda bukan sekadar bakat alami, melainkan hasil dari proses latihan yang disiplin dan pembelajaran yang matang.
Baca Juga: Review United TX 1800, Motor Listrik Futuristis dengan Suara Unik dan Jarak Tempuh Hingga 150 KM
Honda Team Asia Beri Kepercayaan Penuh
Sorotan media internasional ternyata sejalan dengan keyakinan Honda Team Asia terhadap potensi Feda Ega Pratama.
Manajer tim, Hiroshi Aoyama, secara terbuka mengaku optimistis terhadap masa depan pembalap muda Indonesia tersebut. Mantan rider Grand Prix itu menilai Feda sudah menunjukkan kualitas yang cukup untuk bersaing di level Moto3 dunia.
Dalam pernyataannya, Aoyama menegaskan Honda tidak akan membiarkan Feda berkembang sendirian. Tim akan memberikan dukungan penuh dari sisi teknis, mental, hingga pengembangan jangka panjang.
Menurutnya, sistem pembinaan Honda yang dimulai dari Asia Talent Cup hingga Junior Talent Team di Spanyol memang dirancang untuk menciptakan transisi mulus menuju Grand Prix.
Aoyama juga menilai keberhasilan seorang pembalap muda tidak pernah berdiri sendiri, melainkan hasil dari sistem yang kuat dan konsisten.
Jalur Karier Feda Dinilai Ideal
Banyak pengamat MotoGP melihat perjalanan Feda sebagai model pembinaan yang sehat dan terstruktur.
Feda berkembang mulai dari Asia Talent Cup, lalu naik ke JuniorGP dan Red Bull Rookies Cup sebelum akhirnya mendapat kesempatan tampil di Moto3.
Jalur bertahap itu membuat kemampuan teknis dan mental balapnya berkembang secara alami.
Berbeda dengan sebagian pembalap muda yang viral lebih dulu karena popularitas media sosial, Feda justru mendapat perhatian karena progres nyata di lintasan.
“Veda tidak banyak bicara, tetapi performanya terus berkembang,” ujar salah satu pengamat MotoGP.
Dinilai Punya Racing Intelligence Tinggi
Selain cepat, Feda juga dianggap memiliki racing intelligence yang sangat matang untuk usianya.
Pengamat menilai banyak pembalap muda mampu melaju kencang di trek lurus, namun kehilangan rasa percaya diri saat memasuki tikungan. Feda justru tampil sangat kuat di area teknikal.
Kemampuannya menjaga grip, membaca timing, dan mengontrol throttle saat menikung menjadi salah satu nilai lebih yang mulai diperhitungkan rival-rival Eropa.
Adaptasinya bersama Honda NSF250R juga disebut berlangsung cepat. Hal itu menjadi sinyal positif menghadapi musim debut Moto3 yang dikenal sangat keras bagi rookie.
Media Eropa Mulai Melirik Talenta Indonesia
Sorotan media Eropa terhadap Feda dianggap sebagai sesuatu yang spesial. Sebab, pembalap Asia jarang mendapat pujian karena aspek teknik balap.
Biasanya, rider Asia lebih sering dibahas karena faktor cerita unik atau popularitas regional. Namun Feda justru mulai dipuji karena kemampuan murni di atas motor.
Hal itu membuat banyak pihak percaya pembalap Indonesia tersebut benar-benar sudah masuk radar persaingan global.
Kini publik Indonesia menaruh harapan besar kepada Feda Ega Pratama. Meski demikian, banyak penggemar MotoGP mengingatkan agar ekspektasi tetap dijaga dan fokus utama tetap berada pada proses perkembangan kariernya.
Moto3 2026 akan menjadi panggung pembuktian besar bagi Feda. Jika mampu tampil konsisten dan rutin meraih poin di musim debutnya, bukan tidak mungkin nama Indonesia akan semakin diperhitungkan di dunia balap motor internasional.
Editor : Divka Vance Yandriana