JAKARTA - Nama pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, kembali menjadi sorotan dunia balap internasional setelah tampil sensasional pada balapan Moto3 Catalunya 2026 di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Spanyol. Start dari posisi ke-21, Veda sukses melesat hingga finis di posisi kedelapan lewat aksi overtake agresif namun presisi yang membuat paddock MotoGP heboh.
Performa luar biasa Veda Ega Pratama di Moto3 Catalunya 2026 bahkan disebut-sebut membuat legenda MotoGP seperti Valentino Rossi dan Dani Pedrosa terpukau. Pembalap muda asal Yogyakarta itu dinilai menunjukkan mentalitas elite dan kecerdasan balap di usia yang masih sangat muda.
Veda Ega Pratama memang sempat mengalami akhir pekan sulit. Dalam sesi kualifikasi Moto3 Catalunya 2026, rider Honda Team Asia tersebut hanya mampu menempati posisi ke-21 setelah terkendala traffic saat time attack. Situasi itu membuatnya gagal mencatat clean lap terbaik.
Baca Juga: Pembalap Indonesia Mendunia Makin Bersinar, Talenta Muda Ini Jadi Sorotan Internasional
Namun semua berubah drastis saat balapan utama dimulai.
Comeback Brutal Veda di Catalunya
Begitu lampu start padam, Veda langsung tampil menggila. Dalam satu lap pertama saja, ia sukses menyalip tujuh pembalap sekaligus untuk naik dari posisi 21 ke posisi 13. Aksi itu langsung menjadi perhatian komentator internasional karena Moto3 dikenal sebagai kelas paling rapat dan brutal dalam dunia Grand Prix.
Bukan hanya cepat, Veda tampil sangat tenang saat melakukan manuver. Ia memanfaatkan slipstream di trek lurus Catalunya dengan efektif, lalu melakukan late braking agresif di tikungan pertama tanpa kehilangan kontrol motor.
Memasuki lap ketiga dan keempat, agresivitasnya semakin terlihat. Veda kembali menyalip sejumlah rider papan tengah hingga menembus posisi 10 besar. Ia bahkan beberapa kali melakukan overtake dari sisi luar tikungan, sesuatu yang sangat jarang dilakukan rider muda di Moto3.
Yang menarik, banyak rumor sempat menyebut Veda hanya diuntungkan karena beberapa pembalap di depannya mengalami crash. Namun fakta di lintasan menunjukkan mayoritas posisi yang diraih Veda didapat lewat duel langsung dan manuver bersih.
Rossi dan Pedrosa Disebut Kagum
Penampilan heroik Veda Ega Pratama disebut ikut menarik perhatian Valentino Rossi dan Dani Pedrosa. Keduanya dikabarkan terkesan dengan kemampuan rider Indonesia tersebut keluar dari tekanan start belakang.
Bagi para legenda MotoGP itu, kemampuan menyalip banyak rider bukan satu-satunya hal spesial. Yang paling menonjol adalah mentalitas dan ketenangan Veda sepanjang balapan.
Di tengah tensi tinggi Moto3 yang terkenal penuh senggolan dan risiko crash, Veda tetap tampil sabar membaca ritme lawan. Saat sempat disalip balik di pertengahan race, ia tidak panik dan mampu membalas di momen yang tepat.
Mentalitas seperti itulah yang membuat banyak pengamat mulai melihat Veda sebagai salah satu talenta Asia paling menjanjikan saat ini.
Finis P8 dan Tambahan Poin Penting
Balapan Moto3 Catalunya 2026 akhirnya dimenangkan oleh Maximo Quiles. Sementara posisi kedua dan ketiga ditempati oleh Alvaro Carpe dan David Munoz.
Veda sendiri berhasil menyentuh garis finis di posisi kedelapan setelah naik 13 posisi dari grid awal. Hasil tersebut memberinya tambahan delapan poin penting di klasemen sementara Moto3 2026.
Sementara rival Asia Tenggara dari Malaysia, Hakim Danish, finis tepat satu posisi di depan Veda di urutan ketujuh.
Meski belum naik podium, aksi comeback Veda justru menjadi spotlight utama balapan Catalunya. Banyak media balap internasional menyebut penampilannya sebagai salah satu comeback terbaik Moto3 musim ini.
Bukti Talenta Indonesia di Eropa
Performa Veda Ega Pratama di Catalunya juga mematahkan anggapan bahwa pembalap Asia sulit bersaing di sirkuit-sirkuit teknikal Eropa. Justru di trek legendaris seperti Catalunya, Veda mampu menunjukkan keberanian, kecerdasan membaca racing line, serta kontrol motor yang matang.
Pengamat MotoGP menilai kemampuan Veda dalam menentukan timing overtake dan mengatur ritme ban menjadi salah satu kekuatan utamanya. Hal itu membuat banyak pihak mulai memasukkan namanya sebagai calon bintang besar masa depan MotoGP.
Perjalanan menuju level tertinggi memang masih panjang. Namun satu hal kini mulai sulit dibantah: Indonesia sedang memiliki talenta muda yang benar-benar mampu bersaing di panggung dunia.
Editor : Divka Vance Yandriana