Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Veda Ega Pratama Bikin Geger Moto3 Catalunya 2026, Start P20 Langsung Gas 12 Overtake Brutal hingga Finish P8

Divka Vance Yandriana • Senin, 18 Mei 2026 | 20:12 WIB
Veda Ega Pratama tampil brutal di Moto3 Catalunya 2026 usai start P20 dan finish P8 lewat 12 overtake sensasional.
Veda Ega Pratama tampil brutal di Moto3 Catalunya 2026 usai start P20 dan finish P8 lewat 12 overtake sensasional.

JAKARTA - Nama Veda Ega Pratama kembali menjadi sorotan dunia balap internasional usai tampil luar biasa pada seri Moto3 Catalunya 2026. Pembalap muda asal Indonesia itu sukses mencuri perhatian setelah melakukan comeback sensasional dari posisi start ke-20 hingga finish di posisi kedelapan.

Aksi agresif dan penuh perhitungan yang ditunjukkan Veda Ega Pratama di Sirkuit Catalunya membuat banyak pengamat MotoGP terkesima. Bahkan, penampilannya disebut-sebut mengingatkan publik pada gaya balap para legenda MotoGP saat masih muda.

Performa Veda Ega Pratama pada balapan Moto3 Catalunya 2026 juga menjadi pembuktian bahwa pembalap Indonesia mampu bersaing di level dunia. Meski harus memulai balapan dari barisan belakang, rider Honda Team Asia tersebut tetap tampil tenang dan mampu membalikkan keadaan lewat manuver-manuver berani.

Baca Juga: Top Speed Moto3 Jadi Sorotan, Kecepatan Motor 250cc Ini Ternyata Tidak Main-Main

Gagal Lolos Langsung ke Q2 karena Traffic

Sebelum race dimulai, Veda sebenarnya mengalami akhir pekan yang tidak mudah. Pada sesi practice dan time attack, ia gagal masuk posisi 14 besar yang otomatis lolos ke Q2.

Masalah utama bukan berasal dari performa motor ataupun kondisi fisik pembalap. Momentum terbaik Veda justru rusak akibat padatnya lalu lintas pembalap di sektor akhir Catalunya, khususnya tikungan 12.

Saat itu, Veda tengah mencatat sektor waktu tercepat dan berpeluang masuk 10 besar. Namun beberapa pembalap terlihat melambat di racing line demi mencari slipstream atau towing. Situasi tersebut memaksa Veda menutup gas demi menghindari kontak fisik.

Baca Juga: Pembalap Indonesia Mendunia Makin Bersinar, Talenta Muda Ini Jadi Sorotan Internasional

Akibat kehilangan momentum, catatan waktunya gagal maksimal dan membuatnya harus memulai balapan dari posisi ke-20. Dalam kelas Moto3 yang terkenal sangat ketat, posisi start seperti itu biasanya menjadi mimpi buruk bagi rookie.

Namun Veda justru membuktikan hal sebaliknya.

Bangkit dari Posisi 20, Veda Ngamuk di Lap Awal

Begitu lampu start padam, Veda langsung tampil agresif. Ia memanfaatkan celah sekecil apa pun untuk menyalip rival-rivalnya sejak lap pertama.

Manuver late braking yang menjadi ciri khasnya kembali terlihat di beberapa tikungan penting Catalunya. Saat pembalap lain sudah mengerem lebih awal, Veda masih berani membawa motornya melaju lebih dalam sebelum masuk ke racing line ideal.

Baca Juga: Review Selis IMX Setelah 925 Km Pemakaian, Motor Listrik Murah Ini Ternyata Punya Kelemahan Fatal Saat Kena Hujan

Dalam beberapa lap awal saja, Veda berhasil memangkas banyak posisi secara cepat. Satu demi satu pembalap Eropa berhasil dilewati dengan overtake bersih dan presisi.

Komentator internasional pun berkali-kali menyoroti aksinya. Mereka menyebut Veda sebagai salah satu rider paling agresif sekaligus cerdas di lintasan Moto3 musim ini.

Total, Veda melakukan sekitar 12 overtake sepanjang balapan. Catatan itu menjadi salah satu aksi comeback paling mencolok di Moto3 Catalunya 2026.

Mental Baja Jadi Kunci Utama

Yang paling mencuri perhatian bukan hanya kecepatannya, melainkan mentalitas bertanding Veda Ega Pratama. Di usia yang masih 17 tahun, ia mampu menjaga ketenangan meski berada dalam tekanan besar.

Moto3 dikenal sebagai kelas paling brutal di Grand Prix karena jarak antarpembalap sangat rapat. Sedikit kesalahan bisa langsung membuat rider kehilangan banyak posisi.

Namun Veda tampil sangat dewasa. Ia tidak terburu-buru saat menyerang dan mampu mengatur ritme balapan dengan baik. Strategi menjaga ban belakang tetap optimal di lap-lap akhir juga menjadi salah satu kekuatan utamanya.

Banyak pengamat mulai menilai Veda sebagai salah satu rookie paling berbahaya musim ini. Gaya balapnya bahkan mulai dibandingkan dengan karakter agresif pembalap top dunia ketika masih muda.

Tambahan Poin Penting untuk Klasemen

Pada akhirnya, Veda Ega Pratama berhasil menyentuh garis finish di posisi kedelapan dan membawa pulang tambahan delapan poin penting untuk klasemen sementara Moto3 2026.

Sementara balapan sendiri dimenangkan oleh Maximo Quiles, disusul Adrian Fernandez dan Alvaro Carpe.

Meski gagal naik podium, sorotan justru lebih banyak tertuju kepada aksi heroik Veda yang berhasil bangkit dari posisi belakang. Penampilannya di Catalunya mempertegas statusnya sebagai salah satu talenta muda Asia paling menjanjikan saat ini.

Dengan performa konsisten sejak awal musim, peluang Veda untuk terus bersaing di papan atas klasemen Moto3 masih terbuka lebar. Jika mampu mempertahankan mentalitas dan perkembangan performanya, bukan tidak mungkin pembalap asal Indonesia ini akan melangkah menuju kelas Moto2 hingga MotoGP di masa depan.

Editor : Divka Vance Yandriana
#Veda Ega Pratama Moto3 #Moto3 Catalunya 2026 #veda ega pratama