Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Veda Ega Pratama Cetak Sejarah di Moto3 Brasil 2026, Podium Perdana Pembalap Indonesia hingga Dipuji Marc Marquez

Divka Vance Yandriana • Senin, 18 Mei 2026 | 20:30 WIB
Veda Ega Pratama cetak sejarah di Moto3 Brasil 2026 usai finis podium dan mendapat pujian langsung dari Marc Marquez.
Veda Ega Pratama cetak sejarah di Moto3 Brasil 2026 usai finis podium dan mendapat pujian langsung dari Marc Marquez.

JAKARTA - Nama pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, kembali mengguncang dunia balap internasional usai mencetak podium bersejarah pada ajang Moto3 Brasil 2026 di Sirkuit Autodromo Internasional Ayrton Senna. Rider berusia 17 tahun itu sukses finis di posisi ketiga dan menjadi pembalap Indonesia pertama yang naik podium di ajang Grand Prix Moto3.

Prestasi Veda Ega Pratama di Moto3 Brasil 2026 langsung menjadi sorotan publik dunia. Pembalap asal Gunung Kidul tersebut tampil impresif sejak awal balapan dan mampu bersaing ketat dengan para rider Eropa yang lebih berpengalaman.

Pada balapan yang berlangsung sengit selama 18 lap itu, Veda hanya kalah dari dua pembalap tim Aspar, yakni Maximo Quiles dan Marco Morelli. Hasil tersebut mempertegas bahwa performa apik Veda bukan sekadar keberuntungan setelah sebelumnya juga finis lima besar di seri pembuka Thailand.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Menggila di Moto3 Catalunya 2026, Start P20 lalu Hajar 12 Rider hingga Finis P8

“Finally, I finished top three in my second Grand Prix and it was my biggest achievement right now,” ujar Veda usai balapan.

Strategi Cerdas Veda di Kualifikasi

Sebelum balapan utama dimulai, Veda sudah mencuri perhatian pada sesi kualifikasi Moto3 Brasil 2026. Berbeda dengan mayoritas pembalap lain yang memanfaatkan slipstream untuk mencetak waktu terbaik, Veda memilih melakukan flying lap sendirian.

Keputusan itu dianggap berisiko karena lintasan lurus di Sirkuit Ayrton Senna cukup panjang. Namun, Veda mampu menutup kelemahan tersebut lewat kemampuan late braking dan presisi saat memasuki tikungan sektor dua.

Baca Juga: Feda Ega Pratama Disebut Beda dari Generasi Sebelumnya, Jalan Menuju MotoGP Dinilai Paling Matang

Strategi itu membuahkan hasil manis. Veda berhasil mengamankan posisi start di barisan depan dan menjadi salah satu rookie paling diperhitungkan di paddock Moto3 musim ini.

Tampil Tenang di Tengah Tekanan

Saat balapan dimulai, Veda langsung terlibat duel sengit dengan para pembalap papan atas. Ia sempat terjepit di antara Maximo Quiles dan Alvaro Morelli pada tikungan pertama yang dikenal cukup berbahaya.

Alih-alih memaksakan diri, Veda memilih strategi defensif demi menghindari kontak yang berpotensi mengakhiri balapannya lebih cepat. Kesabaran itu justru menjadi senjata utama pembalap Indonesia tersebut.

Baca Juga: Pembalap Indonesia Mendunia, Kiprah Veda Ega hingga Indonesia Menjadi Bangga

Memasuki lima lap terakhir, Veda mulai meningkatkan ritme balap. Ia tampil agresif namun tetap tenang saat mempertahankan posisi podium dari tekanan para rival di belakangnya.

Dengan gaya balap yang rapi dan minim kesalahan, Veda akhirnya berhasil menyentuh garis finis di posisi ketiga. Hasil itu membuat namanya langsung viral di media sosial dan menjadi kebanggaan baru bagi pecinta balap Indonesia.

Dipuji Marc Marquez di Park Ferme

Momen paling mengejutkan terjadi setelah balapan usai. Juara dunia MotoGP delapan kali, Marc Marquez, disebut secara khusus mendatangi Veda di area park ferme.

Kehadiran Marc Marquez menjadi sinyal kuat bahwa performa Veda mulai mendapat perhatian serius dari paddock MotoGP. Sang legenda dikabarkan terkesan dengan ketenangan mental dan kecerdasan taktik Veda selama balapan di Brasil.

Bagi banyak pengamat, dukungan dari Marquez menjadi validasi bahwa Veda bukan sekadar sensasi sesaat, melainkan talenta besar yang berpotensi menembus level tertinggi balap motor dunia.

Hakim Danish Gagal Bersaing di Grup Depan

Di sisi lain, pembalap Malaysia Hakim Danish mengalami balapan yang jauh lebih berat. Sejak sesi latihan bebas, Hakim disebut kesulitan menemukan setup motor yang ideal di lintasan Brasil.

Ia akhirnya hanya mampu bertarung di grup tengah dan gagal menembus persaingan podium. Situasi tersebut bahkan disebut memengaruhi mentalitas pembalap muda asal Malaysia itu.

Kontras performa antara Veda dan Hakim Danish semakin mempertegas kualitas mental pembalap Indonesia tersebut. Di tengah tekanan besar sebagai rookie, Veda mampu tampil konsisten dan tetap tenang dalam duel jarak dekat.

Indonesia Kini Punya Harapan Baru di Moto3

Podium Moto3 Brasil 2026 menjadi tonggak penting bagi dunia balap nasional. Selama bertahun-tahun, Indonesia lebih dikenal sebagai pasar besar MotoGP tanpa memiliki pembalap yang benar-benar mampu bersaing di level dunia.

Kini, lewat kiprah Veda Ega Pratama, harapan baru mulai muncul. Pembalap muda asal Gunung Kidul itu sukses membuktikan bahwa talenta Indonesia mampu bersaing sejajar dengan pembalap Eropa di ajang Grand Prix.

Musim Moto3 2026 memang masih panjang. Tantangan yang dihadapi Veda juga dipastikan semakin berat karena para rival mulai mempelajari gaya balapnya. Namun satu hal sudah pasti, Indonesia kini memiliki sosok pembalap muda yang mulai diperhitungkan dunia.

Editor : Divka Vance Yandriana
#moto3 brasil 2026 #Veda Ega Pratama Moto3 #veda ega pratama