JAKARTA - Nama pembalap muda Indonesia, Feda Ega Pratama, kembali menjadi sorotan usai tampil impresif pada race Moto3 Catalunya 2026 seri keenam yang berlangsung Minggu, 17 Mei 2026. Meski belum berhasil naik podium, Feda Ega Pratama sukses finis di posisi kedelapan dan memperkuat posisinya di papan atas klasemen sementara Moto3 2026.
Penampilan Feda Ega Pratama di Moto3 Catalunya 2026 menjadi perhatian pecinta balap Asia. Rider Honda Team Asia itu mampu bersaing ketat dengan deretan pembalap unggulan Eropa di lintasan Catalunya. Hasil ini sekaligus menegaskan perkembangan performanya sepanjang musim debut Moto3 2026.
Pada balapan Moto3 Catalunya 2026, podium pertama berhasil diraih pembalap Spanyol Maximo Quiles dengan catatan waktu 32 menit 28,964 detik. Posisi kedua ditempati Alvaro Carpe, sedangkan David Munoz mengamankan podium ketiga.
Baca Juga: Honda Jazz Masih Diburu, Ini Fakta Lengkap Harga dan Kelebihan Hatchback Legendaris di Indonesia
Sementara itu, Feda Ega Pratama tampil cukup konsisten sepanjang balapan. Rider asal Indonesia tersebut finis di posisi kedelapan di bawah Hakim Danis yang berada di posisi ketujuh. Meski demikian, hasil tersebut tetap dianggap positif mengingat persaingan Moto3 musim ini berlangsung sangat ketat.
Feda Ega Pratama Makin Konsisten di Moto3 2026
Performa Feda Ega Pratama sepanjang Moto3 2026 menunjukkan peningkatan signifikan. Tambahan poin dari seri Catalunya membuatnya kini menempati posisi keempat klasemen sementara dengan koleksi 58 poin.
Feda hanya terpaut tipis dari para pesaing di papan atas. Posisi pertama klasemen sementara masih dikuasai Maximo Quiles dengan total 140 poin. Adrian Fernandez berada di posisi kedua dengan 76 poin, disusul Alvaro Carpe di peringkat ketiga dengan 73 poin.
Konsistensi menjadi modal penting bagi Feda dalam persaingan musim ini. Meski berstatus rookie, pembalap Indonesia itu mampu tampil stabil dibanding sejumlah rivalnya. Bahkan, Feda kini sejajar dengan Marco Morelli yang juga mengoleksi 58 poin.
Hasil di Catalunya semakin membuka peluang bagi Feda untuk bersaing di perebutan posisi tiga besar klasemen Moto3 2026 apabila mampu mempertahankan tren positif pada seri-seri berikutnya.
Persaingan Moto3 Catalunya Berlangsung Ketat
Race Moto3 Catalunya 2026 berlangsung sengit sejak awal balapan. Para rider muda saling berebut posisi di grup depan dengan gap waktu yang sangat tipis.
Baca Juga: Feda Ega Pratama Pecah Rekor di Moto3 Brasil, Pembalap Indonesia Pertama Naik Podium Grand Prix
Selain Maximo Quiles yang tampil dominan, beberapa rider seperti Brian Uriarte, David Almansa, dan Marco Morelli juga menunjukkan performa kompetitif. Hakim Danis dari Malaysia berhasil finis di posisi ketujuh dan terus menjadi rival kuat pembalap Asia di Moto3 musim ini.
Di sisi lain, dua pembalap gagal menyelesaikan balapan akibat crash, yakni Jesus Rios dan Nicola Carraro. Insiden tersebut sempat mempengaruhi ritme balapan di pertengahan race.
Bagi Feda Ega Pratama, hasil finis kedelapan menjadi bukti bahwa dirinya mampu bersaing di level dunia. Apalagi Honda Team Asia musim ini mulai menunjukkan perkembangan performa motor yang cukup kompetitif dibanding awal musim.
Jadwal Moto3 Italia 2026 di Sirkuit Mugello
Usai seri Catalunya, para rider Moto3 akan melanjutkan persaingan ke Grand Prix Italia 2026 yang berlangsung di Sirkuit Mugello. Seri ketujuh tersebut diprediksi kembali menghadirkan persaingan sengit.
Sesi kualifikasi Moto3 Mugello 2026 dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 30 Mei 2026 pukul 18.00 WIB. Sedangkan race utama akan digelar Minggu, 31 Mei 2026 mulai pukul 16.00 WIB.
Publik Indonesia kini menanti aksi berikutnya dari Feda Ega Pratama di Mugello. Jika mampu mempertahankan konsistensi dan memperbaiki posisi start, peluang rider muda Indonesia tersebut untuk meraih podium perdana Moto3 2026 semakin terbuka lebar.
Performa apik Feda musim ini juga menjadi angin segar bagi perkembangan dunia balap motor Indonesia di level internasional. Dengan usia yang masih muda dan kemampuan yang terus berkembang, Feda Ega Pratama dinilai memiliki masa depan cerah untuk bersaing di ajang Grand Prix dunia.
Editor : Divka Vance Yandriana