Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Feda Ega Pratama Moto3 Catalunya Bikin Geger! Start dari Belakang, Strategi Ban Aneh Justru Bawa Pembalap Indonesia Tembus Top 8 dan Kalahkan Rival Honda

Cholifatun Nisak • Selasa, 19 Mei 2026 | 19:46 WIB
Feda Ega Pratama Moto3 Catalunya bikin kejutan besar finis 8 besar lewat strategi ban cerdas dan race management brilian.
Feda Ega Pratama Moto3 Catalunya bikin kejutan besar finis 8 besar lewat strategi ban cerdas dan race management brilian.

 

RADAR TULUNGAGUNG- Penampilan Feda Ega Pratama Moto3 Catalunya mendadak menjadi sorotan tajam pecinta balap dunia setelah berhasil menorehkan hasil mengejutkan di Sirkuit Catalunya. Pembalap asal Gunung Kidul itu tampil sebagai rookie yang mampu bersaing ketat dengan dominasi kuat para rider KTM yang sejak awal balapan menguasai hampir seluruh posisi terdepan.

Dalam balapan 18 lap tersebut, Feda Ega Pratama Moto3 Catalunya memulai dari posisi belakang dan harus berhadapan dengan motor-motor berperforma lebih superior. Meski begitu, ia justru mampu mengakhiri race di posisi kedelapan, sekaligus menjadi pembalap Honda terbaik di lintasan. Capaian ini menjadi sorotan karena gap dengan pemenang hanya terpaut kurang dari satu detik.

Sejak awal balapan, Feda Ega Pratama Moto3 Catalunya sudah menunjukkan pendekatan berbeda. Ia tidak sekadar mengandalkan kecepatan, tetapi juga strategi manajemen ban dan racing line yang tidak biasa dibandingkan para rivalnya. Hal ini menjadi kunci utama yang membuatnya mampu bertahan hingga akhir balapan dengan performa stabil.

Baca Juga: Alva One Motor Listrik Makin Diburu, Desain Futuristik dan Jarak Tempuh Jauh Jadi Daya Tarik Utama

Strategi Ban Jadi Kunci Kejutan

Dalam analisis balapan, Feda memilih kombinasi ban depan medium (SC2) dan ban belakang soft (SC1). Pilihan ini berbeda dari mayoritas pembalap lain yang menggunakan komposisi medium-medium untuk menjaga konsistensi hingga lap akhir.

Strategi Feda Ega Pratama Moto3 Catalunya tersebut memberikan keuntungan di awal lomba karena ban belakang soft lebih cepat mencapai suhu ideal sehingga traksi lebih cepat terbentuk. Namun, risikonya cukup besar karena ban berpotensi cepat aus jika tidak dikelola dengan baik.

Meski demikian, Feda mampu mengatur ritme balap dengan cermat. Ia tidak terus-menerus memaksakan kecepatan tinggi, melainkan melakukan pola tarik ulur untuk menjaga kondisi ban tetap optimal sepanjang race.

Baca Juga: Alva One Motor Listrik Jadi Sorotan, Teknologi Modern dan Biaya Hemat Bikin Pengguna Tertarik

Analisis Lap Demi Lap yang Konsisten

Sejak lap awal, Feda Ega Pratama Moto3 Catalunya langsung mengambil racing line bagian dalam yang lebih agresif. Strategi ini berisiko tinggi karena membutuhkan kontrol motor yang presisi, terutama saat memasuki tikungan tajam di Sirkuit Catalunya.

Pada lap-lap awal, posisinya sempat berada di luar 10 besar. Namun memasuki pertengahan balapan, Feda mulai menunjukkan peningkatan signifikan dengan masuk ke posisi 11 hingga 10 besar. Keputusan untuk mengatur ritme pada lap 10 hingga 13 menjadi titik krusial untuk menjaga performa ban belakang agar tidak overheat.

Memasuki tiga lap terakhir, Feda kembali meningkatkan agresivitasnya. Ia melakukan overtaking penting terhadap beberapa pembalap, termasuk mengungguli rider berpengalaman dari tim lain. Performa ini memperkuat reputasinya sebagai pembalap dengan kemampuan race management yang matang meski berstatus rookie.

Top Speed Bukan Keunggulan Utama

Dari sisi kecepatan, Feda Ega Pratama Moto3 Catalunya tidak menjadi yang tercepat di lintasan. Catatan top speed menunjukkan dirinya berada di posisi sekitar 20 besar dengan kecepatan sekitar 246 km/jam, masih di bawah dominasi KTM yang unggul di sektor straight.

Namun kelemahan tersebut berhasil dikompensasi melalui kekuatan di tikungan dan efisiensi racing line. Ia justru lebih kuat dalam entry dan exit corner, yang membuatnya mampu memangkas waktu di sektor teknis.

Hasil Akhir dan Dampak Klasemen

Balapan ditutup dengan Feda finis di posisi kedelapan, unggul atas beberapa pembalap Honda lainnya seperti Adrian Fernandez dan beberapa rider berpengalaman lain. Hasil ini membuat Feda Ega Pratama Moto3 Catalunya naik sebagai pembalap Honda terbaik di race tersebut.

Secara klasemen sementara, ia juga bertahan di posisi lima besar rookie terbaik musim ini. Pencapaian tersebut memperkuat posisinya sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan dari Indonesia di kancah Moto3.

Keberhasilan ini sekaligus menjadi bukti bahwa strategi, manajemen ban, dan konsistensi bisa menutupi kekurangan teknis motor. Performa Feda di Catalunya menjadi sinyal kuat bahwa ia bukan sekadar pembalap pelengkap, melainkan ancaman serius di grid Moto3.

Baca Juga: Suzuki Karimun Bekas Kondisi Full Ori Dijual Murah, Harga Rp60 Jutaan Langsung Diserbu Pembeli

Editor : Cholifatun Nisak
#Klasemen Moto3 2026 #Moto3 Catalunya #hasil balapan Moto3 #strategi ban Moto3 #Feda Ega Pratama