RADAR TULUNGAGUNG- Feda Ega Pratama Moto 3 2026 kembali menjadi sorotan dunia balap setelah aksi comeback dramatis di Sirkuit Katalunya, Barcelona, yang disebut sebagai salah satu performa paling mengejutkan musim ini. Pembalap muda Indonesia itu sukses menembus posisi delapan besar setelah memulai balapan dari grid ke-20, memicu reaksi besar dari paddock Moto3 Eropa.
Dalam narasi yang beredar melalui video analisis balap, performa Feda Ega Pratama Moto 3 2026 digambarkan sebagai kombinasi antara kecerdasan strategi, mental baja, dan kemampuan teknis luar biasa. Kondisi tersebut membuat namanya semakin sering diperbincangkan di kalangan pengamat MotoGP, termasuk mantan pembalap dan legenda dunia balap motor.
Sejak awal akhir pekan balap di Katalunya, Feda disebut menghadapi kendala teknis pada motor Honda NSF250R milik Honda Team Asia. Meski demikian, pembalap asal Gunung Kidul itu tetap mampu menjaga fokus dan konsistensi hingga hari balapan utama.
Drama Start dari P20 di Katalunya
Balapan utama Moto3 Katalunya 2026 menjadi panggung pembuktian penting bagi Feda Ega Pratama Moto 3 2026. Start dari posisi ke-20 akibat hasil kualifikasi yang tidak ideal, Feda langsung menunjukkan agresivitas sejak lampu start padam.
Dalam satu lap pertama, ia berhasil merangsek naik delapan posisi berkat manuver tajam di tikungan sempit. Kecepatan adaptasi itu membuatnya langsung masuk ke kelompok tengah persaingan dan mulai menekan pembalap-pembalap unggulan Eropa.
Meski sempat turun satu posisi akibat tekanan di tikungan teknis, Feda tetap menjaga ritme balap. Ia tidak terburu-buru dan memilih strategi pengelolaan ban serta slipstream secara cermat, yang kemudian menjadi kunci comeback di lap-lap berikutnya.
Strategi Cerdas dan Mental Baja Jadi Sorotan
Performa Feda Ega Pratama Moto 3 2026 semakin menonjol ketika memasuki pertengahan balapan. Ia mampu menjaga konsistensi waktu lap sekaligus melakukan overtaking bersih terhadap sejumlah rival kuat seperti Hakim Danish dan pembalap Eropa lainnya.
Dalam laporan video tersebut, Feda disebut memiliki racecraft matang meski masih berstatus rookie. Ia mampu membaca situasi balapan dengan presisi, termasuk memanfaatkan kesalahan lawan di momen krusial.
Nama-nama besar seperti Valentino Rossi hingga mantan pebalap dunia lainnya bahkan disebut ikut menyoroti performa tersebut. Rossi digambarkan memberikan apresiasi terhadap kemampuan mental Feda yang dinilai matang untuk ukuran pembalap muda.
Sementara itu, manajer Honda Team Asia Hiroshi Aoyama disebut terkesan dengan kemampuan adaptasi Feda dalam mengatasi keterbatasan teknis motor di lintasan cepat seperti Katalunya.
Comeback Epik Hingga Finis P8
Memasuki lap-lap akhir, Feda Ega Pratama Moto 3 2026 semakin agresif. Ia berhasil menyalip beberapa rival dalam situasi penuh tekanan, termasuk saat terjadi insiden dan perebutan posisi di grup tengah.
Hasil akhirnya, Feda berhasil finis di posisi ke-8, sebuah pencapaian besar mengingat ia memulai balapan dari posisi ke-20. Tambahan poin tersebut membuatnya semakin kokoh di posisi lima besar klasemen sementara Moto3 2026 dengan total 58 poin.
Dalam narasi yang sama, rival regional seperti Hakim Danish juga disebut menjadi bagian dari persaingan ketat yang terjadi sepanjang musim, meski kali ini harus mengakui keunggulan Feda di Katalunya.
Menuju Seri Berikutnya di Mugello
Setelah hasil impresif di Spanyol, perhatian kini tertuju ke seri berikutnya di Mugello, Italia. Sirkuit legendaris tersebut diprediksi menjadi ujian lebih berat bagi Feda, terutama karena karakter trek yang menuntut kecepatan tinggi dan stabilitas motor di lintasan lurus panjang.
Dengan performa yang terus meningkat, publik menantikan apakah Feda Ega Pratama Moto 3 2026 mampu mempertahankan momentum dan kembali mencetak kejutan di seriI berikutnya.
Editor : Cholifatun Nisak