JAKARTA - Veda Ega Pratama kembali menjadi pusat perhatian dunia Moto3 2026. Bukan hanya karena aksi luar biasanya menyalip 11 pembalap dan finis di posisi keenam, tetapi juga karena mentalitas baja yang ditunjukkannya usai mengalami dua kali crash beruntun.
Nama Veda Ega Pratama langsung trending di media sosial setelah tampil agresif meski baru saja mengalami insiden yang seharusnya bisa menghancurkan rasa percaya dirinya. Pembalap muda asal Gunungkidul itu justru tampil tanpa rasa takut dan terus menyerang sejak lap awal balapan.
Penampilan Veda di Moto3 2026 bahkan membuat manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, memberikan pengakuan emosional yang mengejutkan. Aoyama menyebut mentalitas Veda sangat langka dan berbeda dibanding banyak pembalap muda lainnya.
Bangkit usai Dua Kali Crash
Dalam dunia balap motor, dua kali kecelakaan secara beruntun biasanya meninggalkan trauma besar bagi pembalap. Banyak rider memilih bermain aman demi menghindari kesalahan berikutnya.
Namun situasi itu tidak berlaku bagi Veda Ega Pratama. Usai crash, ia tetap tampil penuh percaya diri dan langsung tancap gas saat balapan dimulai.
Memulai lomba dari posisi ke-17, Veda melakukan manuver agresif namun tetap terukur. Satu per satu lawan berhasil dilewatinya dengan penuh keyakinan hingga akhirnya menembus posisi keenam saat garis finis.
Aksi overtake 11 pembalap dalam satu balapan menjadi bukti bahwa Veda bukan hanya cepat secara teknik, tetapi juga sangat kuat secara mental.
Banyak pengamat menilai keberhasilan tersebut lebih besar dari sekadar hasil balapan biasa. Sebab yang diperlihatkan Veda adalah kemampuan melawan rasa takut dan tekanan besar dalam situasi sulit.
Mentalitas Jadi Pembeda Utama
Sorotan terbesar setelah balapan justru datang dari pengakuan Hiroshi Aoyama. Manajer Honda Team Asia itu secara terbuka menyebut Veda memiliki mentalitas yang sangat berbeda dibanding pembalap lain.
Aoyama mengaku membandingkan sikap Veda dengan beberapa rider papan atas lain, termasuk pembalap yang finis di posisi podium. Namun menurutnya, cara Veda menghadapi tekanan benar-benar spesial.
Di saat banyak pembalap mulai kehilangan rasa percaya diri setelah crash, Veda justru datang ke pit untuk berdiskusi dan mencari solusi bersama tim mekanik.
Ia tidak mengeluh ataupun menyalahkan kondisi motor. Sebaliknya, pembalap Indonesia tersebut terus berusaha memahami kesalahan dan memperbaiki performanya.
Baca Juga: Veda Ega Pratama Menggila di Moto3 Catalunya 2026, Start P20 lalu Hajar 12 Rider hingga Finis P8
Sikap inilah yang membuat Aoyama hampir tidak bisa menyembunyikan emosinya. Menurut mantan pembalap MotoGP itu, karakter seperti Veda sangat jarang ditemukan di dunia balap modern.
Bukan Sekadar Skill Balap
Aoyama menegaskan bahwa kualitas terbesar Veda bukan hanya terletak pada kecepatan motor atau teknik menikung. Hal paling berharga dari diri pembalap muda Indonesia itu adalah keberaniannya bangkit saat berada dalam tekanan besar.
“Setelah mengalami dua kali crash, kebanyakan pembalap akan kehilangan percaya diri dan mulai bermain aman. Tapi Veda berbeda,” ujar Aoyama.
Menurutnya, Veda memiliki karakter petarung yang terus ingin berkembang. Setiap lap dijadikan pelajaran dan setiap kesalahan dipakai sebagai bahan evaluasi.
Mentalitas tersebut membuat Honda Team Asia semakin yakin bahwa Veda bisa menjadi pembalap besar di masa depan.
Jadi Simbol Keberanian Baru Indonesia
Penampilan Veda Ega Pratama kini tidak hanya dipandang sebagai pencapaian individu semata. Banyak penggemar melihatnya sebagai simbol baru keberanian dan mental pantang menyerah pembalap Indonesia di level dunia.
Di tengah tekanan publik yang terus meningkat, Veda justru terlihat semakin tenang. Ia mampu memisahkan tekanan eksternal dengan fokus saat berada di lintasan.
Ketenangan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa performanya terus berkembang sepanjang Moto3 2026. Dari balapan ke balapan, Veda menunjukkan grafik peningkatan yang konsisten.
Bahkan sejumlah pengamat internasional mulai menempatkan nama Veda sebagai salah satu rookie paling menjanjikan musim ini.
Masa Depan Cerah di Moto3 2026
Dengan usia yang masih sangat muda, perjalanan Veda di Moto3 masih panjang. Namun performa impresifnya sejauh ini sudah cukup untuk mengubah pandangan banyak orang terhadap pembalap Indonesia.
Dukungan Honda Team Asia yang semakin besar juga menjadi sinyal bahwa Veda kini diproyeksikan sebagai salah satu aset penting tim di masa depan.
Jika mampu menjaga konsistensi dan mentalitas seperti saat ini, bukan tidak mungkin Veda Ega Pratama akan segera menjadi penantang serius di papan atas Moto3 2026.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari