BLITAR KAWENTAR- Hasil Moto3 Catalunya kembali menghadirkan penampilan impresif pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama. Rider Honda Team Asia itu sukses finis di posisi kedelapan meski harus memulai balapan dari grid ke-21 pada race Moto3 Catalunya di Sirkuit Catalunya.
Hasil Moto3 Catalunya tersebut langsung menjadi sorotan pecinta balap Tanah Air. Sebab, Veda Ega Pratama mampu menunjukkan mental kuat dan performa konsisten di tengah persaingan ketat para rider Eropa. Bahkan, pembalap Indonesia itu tetap mampu finis di zona papan atas meski menghadapi kendala grip motor dan suhu lintasan yang cukup sulit.
Hasil positif di Moto3 Catalunya juga membuat posisi Veda Ega Pratama tetap bertahan dalam persaingan papan atas klasemen sementara Moto3 musim ini. Tambahan poin penting dari Catalunya menjadi modal berharga menjelang seri berikutnya di Mugello, Italia.
Maximo Quilles Kembali Dominan
Balapan Moto3 Catalunya berlangsung sengit sejak lap pertama. Pembalap asal Spanyol, Maximo Quilles, kembali menunjukkan dominasinya dengan merebut podium pertama usai mencatatkan waktu terbaik 32 menit 28,964 detik.
Posisi kedua diraih Alvaro Carpe yang tampil konsisten sepanjang balapan. Sementara David Munoz berhasil mengamankan podium ketiga setelah terlibat duel ketat pada lap akhir.
Brian Uriarte finis di posisi keempat dan David Almansa menempati urutan kelima. Marco Morelli kemudian menyelesaikan balapan di posisi keenam.
Pembalap Malaysia, Hakim Danish, finis di posisi ketujuh. Sedangkan Veda Ega Pratama sukses menutup balapan di posisi kedelapan setelah melakukan perjuangan luar biasa dari posisi start belakang.
Penampilan Veda cukup mencuri perhatian karena mampu menyalip banyak pembalap sepanjang race berlangsung. Padahal, rider Indonesia itu sempat mengalami kesulitan sejak sesi latihan hingga kualifikasi.
Veda Ega Pratama Bangkit dari Grid Belakang
Salah satu hal paling menarik dalam hasil Moto3 Catalunya kali ini adalah perjuangan Veda Ega Pratama yang memulai race dari posisi ke-21. Posisi start tersebut didapat setelah hasil kurang maksimal pada sesi practice dan kualifikasi.
Meski demikian, Veda mampu tampil tenang dan perlahan memperbaiki posisinya sejak lap awal. Konsistensi kecepatan dan strategi balap yang matang membuatnya berhasil masuk ke rombongan depan.
Tidak hanya itu, kondisi lintasan Catalunya yang panas juga menjadi tantangan tersendiri. Veda disebut mengalami masalah pada daya cengkeram motor yang membuat performa ban kurang maksimal.
Namun, pembalap muda Indonesia tersebut tetap mampu menjaga ritme balapan hingga akhirnya finis di posisi kedelapan. Hasil ini sekaligus memperlihatkan perkembangan signifikan Veda dalam beradaptasi dengan karakter lintasan Eropa.
Klasemen Moto3 Semakin Ketat
Tambahan poin dari Moto3 Catalunya membuat persaingan klasemen sementara semakin menarik. Maximo Quilles masih kokoh di posisi pertama dengan koleksi 140 poin.
Adrian Fernandez berada di posisi kedua dengan 76 poin, sedangkan Alvaro Carpe menempati posisi ketiga dengan 73 poin.
Marco Morelli dan Veda Ega Pratama sama-sama mengoleksi 58 poin. Namun, Morelli berada satu tingkat di atas Veda dalam klasemen sementara.
Di bawah mereka terdapat Valentin Perrone dengan 56 poin dan David Almansa dengan 52 poin. Persaingan perebutan posisi lima besar diprediksi bakal semakin panas pada seri-seri selanjutnya.
Moto3 Mugello Jadi Ujian Berikutnya
Setelah Catalunya, seluruh rider akan bersiap menghadapi Moto3 Mugello Italia. Seri ini diprediksi menjadi tantangan besar karena karakter sirkuit Mugello terkenal cepat dan teknis.
Sesi latihan bebas Moto3 Mugello akan dimulai pada Jumat siang WIB. Sedangkan race utama dijadwalkan berlangsung Minggu pukul 16.00 WIB dengan total 17 putaran.
Selain Moto3, akhir pekan Mugello juga akan diramaikan balapan Red Bull Rookies Cup yang menjadi ajang pembinaan pembalap muda dunia.
Bagi Veda Ega Pratama, Moto3 Mugello menjadi kesempatan penting untuk kembali menambah poin dan menjaga peluang bersaing di papan atas klasemen. Jika mampu tampil konsisten seperti di Catalunya, bukan tidak mungkin rider Indonesia tersebut dapat mencetak hasil lebih besar pada seri Italia nanti.
Performa Veda musim ini juga mulai membuat publik Indonesia optimistis. Pembalap muda asal Indonesia itu perlahan membuktikan diri mampu bersaing dengan rider-rider terbaik dunia di ajang Moto3.
Editor : Cholifatun Nisak