Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Comeback Gila dari Posisi 20 ke Finis 8 Besar di Catalunya, Veda Ega Pratama Bikin Legenda Jepang Hiroshi Aoyama Terdiam dan Geleng-Geleng Kepala!

Natasha Eka Safrina • Kamis, 21 Mei 2026 | 18:40 WIB
Veda Ega Pratama finis 8 besar usai start posisi 20 di Moto3 Catalunya 2026. Aksi gila pembalap Indonesia ini bikin Hiroshi Aoyama takjub! (Screenshot Youtube)
Veda Ega Pratama finis 8 besar usai start posisi 20 di Moto3 Catalunya 2026. Aksi gila pembalap Indonesia ini bikin Hiroshi Aoyama takjub! (Screenshot Youtube)

 

BARCELONA - Kejuaraan dunia Moto3 2026 kembali menjadi saksi kehebatan talenta muda Indonesia, Veda Ega Pratama, yang secara perlahan mengubah statusnya dari sekadar debutan Asia menjadi ancaman nyata di lintasan Grand Prix. Sirkuit Catalunya, Spanyol, resmi menjadi panggung pembuktian terbaru bagaimana pembalap asuhan Honda Team Asia ini mengacak-acak prediksi para pengamat balap Eropa lewat aksi memukau di atas aspal. Sempat diragukan akibat hasil sesi latihan bebas yang tercecer, Veda justru mengamuk saat balapan utama berlangsung hingga memaksa manajer tim sekaligus mantan juara dunia GP 250cc, Hiroshi Aoyama, terdiam seribu bahasa melihat ritme balapnya yang sangat mengerikan.

Keajaiban Tikungan Akhir Catalunya: Membedah Rombongan Brutal dari Barisan Belakang

Akhir pekan balap di sirkuit Catalunya sebenarnya tidak diawali dengan mulus bagi Veda Ega Pratama, di mana ritme motornya sempat belum stabil hingga memaksanya harus memulai race dari posisi start ke-20. Namun, begitu lampu hijau menyala dan tanda balapan dimulai, pembalap berusia 17 tahun ini langsung memperlihatkan transisi mentalitas yang luar biasa berani. Ia tidak tampil menyerah layaknya seorang rookie yang sekadar ingin bertahan hidup, melainkan langsung menerapkan gaya berkendara agresif namun tetap presisi di setiap tikungan sirkuit.

Lap demi lap dilalui Veda dengan terus menyelinap di antara rombongan besar kelas Moto3 yang terkenal sangat brutal dan padat. Hebatnya, ketika pembalap pemula lain biasanya kehabisan performa ban di pertengahan balapan akibat memaksakan overtake, Veda justru terlihat semakin nyaman mengontrol tempo motor Honda miliknya. Puncaknya terjadi di lap terakhir, di mana Veda terlibat duel sengit hingga tikungan terakhir sebelum akhirnya menyentuh garis finis di posisi kedelapan, sebuah pencapaian comeback gila dengan memangkas 12 posisi sekaligus.

Kesaksian Hiroshi Aoyama Atas Kematangan Mentalitas Sang Badai Sunyi

Aksi heroik pembalap asal Gunung Kidul ini langsung memicu decak kagum yang luar biasa dari petinggi tim Honda Team Asia, khususnya Hiroshi Aoyama. Pria asal Jepang yang sangat paham arti kekejaman kompetisi Grand Prix tersebut terlihat sangat menikmati duel demi duel yang disajikan oleh Veda sepanjang jalannya balapan. Aoyama mengaku sangat terkesan bukan hanya karena hasil akhir menembus posisi 8 besar, melainkan karena tingkat kematangan emosi Veda yang tidak panik meski berada di bawah tekanan masif.

"Memulai balapan dari barisan ke-20 di kelas Moto3 dan mampu menempel kelompok depan hingga lap terakhir adalah pembuktian mentalitas juara yang sangat langka bagi seorang debutan," ujar perwakilan padok menirukan ekspresi takjub Hiroshi Aoyama di garasi tim.

Ketenangan Veda dalam mengelola traksi ban dan momentum slipstream di lintasan lurus Catalunya menjadi bukti sahih bahwa ia memiliki kemampuan belajar yang sangat kilat dari setiap seri balap yang telah dilaluinya.

Konsistensi Poin Dunia dan Pukulan Telak Bagi Rivalitas Malaysia

Keberhasilan masif di Spanyol kian mempertegas catatan emas Veda Ega Pratama sejak awal musim Moto3 2026, mulai dari mencuri poin penting di Thailand hingga mencetak sejarah podium ketiga di GP Brazil. Di sisi lain, performa impresif ini secara otomatis memanaskan tensi rivalitas regionalnya dengan sesama pembalap muda Asia Tenggara, Hakim Danish. Sepanjang sesi latihan bebas, Danish sebenarnya sempat tampil lebih cepat dan mendapat sorotan besar dari publik Malaysia, namun ia langsung mati kutu dan kalah solid dari Veda saat race utama yang sesungguhnya berjalan.

Kemampuan Veda dalam mengelola tekanan balapan membuat namanya kini mulai sangat dihormati dan disegani oleh pembalap-pembalap mapan asal benua Eropa. Indonesia yang selama puluhan tahun hanya dikenal sebagai pasar konsumen terbesar MotoGP, kini resmi menjelma menjadi negara penghasil pembalap kompetitif di level tertinggi dunia. Seri berikutnya di Sirkuit Mugello, Italia, akan menjadi ujian kecepatan berikutnya, namun seluruh isi padok kini sudah sadar bahwa Veda Ega Pratama tidak bisa lagi dianggap sebagai pembalap pelengkap di atas grid.

Editor : Natasha Eka Safrina
#Veda Ega Pratama Moto3 #hasil Moto3 Catalunya 2026 #Hiroshi Aoyama Honda Team Asia #Klasemen Veda Ega Pratama #Rivalitas Veda Ega Hakim Danish