JAKARTA - Pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama langsung mengalihkan fokus ke Moto3 Italia 2026 usai tampil sensasional di GP Catalunya. Rider Honda Team Asia asal Gunung Kidul itu kini memburu podium di Sirkuit Mugello setelah Honda Racing Corporation (HRC) Jepang dikabarkan mengirim paket pembaruan motor khusus untuk memperkuat performanya.
Performa Veda Ega Pratama di GP Catalunya menjadi sorotan besar setelah berhasil finis di posisi kedelapan meski memulai balapan dari grid ke-20 pada Minggu, 17 Mei 2026. Hasil tersebut membuat pembalap berusia 17 tahun itu kini bertengger di posisi kelima klasemen sementara Moto3 2026 dengan koleksi 58 poin.
Balapan seri ketujuh Moto3 2026 di Autodromo Internazionale del Mugello, Italia, pada 29-31 Mei nanti menjadi peluang besar bagi Veda untuk menembus tiga besar klasemen dunia. Selisih poin dengan posisi podium klasemen masih sangat terbuka sehingga target finis podium mulai dianggap realistis oleh tim maupun Honda pusat.
Persiapan Ketat Veda Ega Pratama Jelang Moto3 Italia 2026
Menjelang Moto3 Italia 2026, Veda Ega Pratama menjalani program latihan intensif bersama Honda Team Asia di Eropa. Tidak ada waktu berlibur bagi pembalap muda Indonesia tersebut karena Mugello dikenal sebagai salah satu sirkuit paling menuntut dalam kalender Moto3.
Fokus latihan Veda terbagi dalam tiga aspek utama, yakni pemulihan fisik, analisis data telemetri, dan adaptasi karakter trek Mugello. Trek Italia itu memiliki lintasan lurus sepanjang 1,1 kilometer dengan kombinasi tikungan cepat yang membutuhkan stamina dan kekuatan otot maksimal.
Veda disebut menghabiskan banyak waktu di pusat kebugaran untuk meningkatkan kekuatan lengan serta menjaga kondisi kardio demi menghindari efek arm pump saat balapan. Selain itu, evaluasi besar juga dilakukan pada sesi kualifikasi.
Pada GP Catalunya lalu, Veda harus start dari posisi ke-20 sebelum akhirnya melakukan comeback luar biasa ke posisi delapan. Bersama teknisi Honda Team Asia, ia kini menganalisis titik pengereman dan kelemahan saat time attack agar mampu merebut posisi grid depan di Mugello.
Salah satu perhatian utama lainnya adalah strategi slipstream di trek lurus Mugello. Teknik memanfaatkan angin pembalap lain dinilai menjadi faktor krusial untuk memenangkan duel Moto3 yang terkenal sangat ketat hingga garis finis.
Persaingan Klasemen Moto3 2026 Makin Sengit
Persaingan papan atas Moto3 2026 kini semakin panas. Veda Ega Pratama memang masih berada di posisi kelima klasemen, namun peluang naik ke tiga besar terbuka lebar.
Pembalap Spanyol Maximo Quiles dari CF Moto Aspar Team masih memimpin klasemen dengan 140 poin. Namun jarak antar-rider di bawahnya sangat tipis dan membuat setiap seri balapan menjadi penentu.
Rival terdekat Veda adalah Marco Morelli yang juga mengoleksi 58 poin. Morelli unggul karena memiliki hasil finis lebih baik. Sementara itu, Valentin Perrone dari Red Bull KTM Tech3 menguntit di posisi keenam dengan 56 poin.
Veda juga hanya terpaut 15 poin dari Alvaro Carpe yang kini menempati posisi ketiga klasemen dengan 73 poin. Kondisi tersebut membuat peluang podium di Mugello sangat penting bagi pembalap Indonesia itu.
Jika berhasil finis tiga besar di Moto3 Italia 2026, Veda berpotensi langsung melonjak ke papan elit klasemen dunia. Situasi ini membuat tekanan sekaligus ekspektasi terhadap pembalap muda asal Gunung Kidul tersebut semakin besar.
Honda Jepang Turun Tangan, Veda Dapat Paket Motor Baru
Sorotan terbesar menjelang Moto3 Italia 2026 datang dari langkah agresif Honda Racing Corporation Jepang. HRC disebut langsung turun tangan setelah masalah elektronik pada Honda NSF250R milik Veda muncul di GP Catalunya.
Bocoran dari area paddock menyebut Honda mengirim pembaruan sasis dan software elektronik terbaru untuk motor Veda. Langkah ini dinilai sangat langka karena intervensi langsung pabrikan pusat biasanya hanya diberikan kepada pembalap utama.
Sasis baru yang dikembangkan Honda diklaim memiliki tingkat kekakuan berbeda untuk meningkatkan stabilitas motor saat melibas tikungan cepat Mugello dengan kecepatan lebih dari 200 km/jam. Pembaruan tersebut juga diharapkan menghilangkan gejala chatter atau getaran berlebih yang sempat mengganggu performa Veda.
Selain sektor rangka, Honda juga merombak software elektronik dan engine mapping motor. Sistem kontrol traksi terbaru dikembangkan agar ban belakang lebih stabil saat keluar tikungan lambat sehingga tenaga motor bisa tersalurkan lebih halus namun tetap agresif di trek lurus.
Langkah besar HRC ini menjadi sinyal bahwa Honda mulai memproyeksikan Veda Ega Pratama sebagai aset penting masa depan mereka di Moto3. Dengan motor yang disebut sudah diperbaiki total, target podium di Mugello kini bukan lagi sekadar mimpi.
Aksi Veda Ega Pratama di Moto3 Italia 2026 pun dipastikan kembali menyedot perhatian pecinta balap Tanah Air. Dukungan publik Indonesia kini mengiringi langkah sang wonderkid Gunung Kidul untuk menaklukkan kerasnya Sirkuit Mugello.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari