BLITAR KAWENTAR - Video Guess the Pro mendadak viral setelah sejumlah pembalap rookie berhasil membuat para penguji kesulitan membedakan rider MotoGP asli dengan pembalap muda Red Bull Rookies Cup.
Persaingan ketat dalam setiap tantangan membuat publik terkejut karena kemampuan para rookie dinilai nyaris setara pembalap profesional.
Rookie Red Bull Rookies Cup Ternyata Punya Skill Setara Rider MotoGP
Sejak awal video, sembilan rider tampil menggunakan perlengkapan identik sehingga identitas mereka sulit ditebak. Para peserta kemudian menjalani sesi wawancara untuk mencari petunjuk siapa rider MotoGP sebenarnya.
Namun, sebagian besar jawaban justru membingungkan. Salah satu rider bahkan mengaku berasal dari Spanyol, tetapi kesulitan berbicara bahasa Spanyol ketika diminta menjawab ulang.
Ada juga rider nomor delapan yang mengklaim sudah 14 tahun tampil di MotoGP dan memiliki 51 kemenangan. Klaim itu langsung membuat suasana semakin kacau karena statistik tersebut identik dengan pembalap elite dunia.
Meski begitu, perhatian utama justru tertuju pada kemampuan para rookie Red Bull Rookies Cup. Dalam video disebutkan bahwa lebih dari separuh alumni ajang tersebut berhasil mencapai level Grand Prix dunia.
Data 2025 bahkan menunjukkan sekitar 65 persen grid Grand Prix diisi mantan pembalap Rookies Cup. Dua di antaranya juga sukses menjadi juara dunia MotoGP.
Fakta itu menjelaskan mengapa perbedaan kualitas antara rookie dan rider MotoGP sangat tipis.
Tantangan Skill Jadi Bukti Kemampuan Pembalap Muda
Para rider kemudian menjalani tantangan keterampilan ekstrem mulai dari wheelie, donut, stoppie hingga lean angle. Tantangan ini menjadi momen penting untuk melihat siapa yang benar-benar punya pengalaman MotoGP.
Rider nomor dua tampil impresif saat wheelie dan langsung mendapat pujian. Sementara itu, rider nomor empat gagal melakukan donut dan terjatuh, membuatnya langsung dieliminasi.
Adegan paling menarik muncul ketika rider nomor delapan melakukan cornering dengan sudut rebah ekstrem hingga siku menyentuh aspal.
“Oh my God, that was impressive,” ujar salah satu penguji melihat aksi tersebut.
Namun, rider nomor tujuh perlahan mulai mencuri perhatian. Ia memang tidak terlalu dominan di sesi wawancara, tetapi terlihat sangat nyaman saat mengendalikan motor.
Salah satu penguji bahkan mulai curiga karena nomor tujuh tampak terbiasa melakukan overtake agresif layaknya pembalap profesional.
Di sisi lain, beberapa rookie ternyata mampu memberikan tekanan besar kepada kandidat rider MotoGP. Hal itu membuat proses eliminasi semakin sulit hingga memasuki balapan final.
Balapan Final Jadi Pembeda Pengalaman Rider MotoGP
Empat rider terakhir kemudian menjalani balapan mini sebagai tantangan penentuan. Rider nomor dua langsung memimpin sejak tikungan pertama, sedangkan nomor tujuh tertinggal di belakang.
Namun, situasi berubah drastis memasuki lap terakhir. Rider nomor tujuh mulai menyalip satu per satu lawannya dengan manuver agresif namun tetap presisi.
“Number seven went from last to second on the last lap,” kata salah satu komentator.
Kemampuan membaca jalur balap dan memilih momen overtake dianggap menjadi pembeda utama antara rider MotoGP dan rookie biasa.
Setelah balapan selesai, rider nomor dua sempat dicurigai sebagai pembalap profesional karena tampil sangat cepat di lintasan rookie bike. Namun, para penguji akhirnya memilih rider nomor tujuh sebagai sosok MotoGP sebenarnya.
Keputusan itu terbukti benar setelah rider nomor tujuh membuka helm dan mengakui dirinya memang sengaja menyimpan kemampuan terbaik selama tantangan berlangsung.
“You cannot show everything to the young talents,” ucapnya.
Video Guess the Pro kemudian viral di kalangan penggemar MotoGP karena memperlihatkan bahwa pembalap muda Red Bull Rookies Cup kini memiliki level keterampilan yang semakin mendekati rider elite dunia.
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan