BLITAR KAWENTAR - Jorge Martin akhirnya membuktikan dirinya belum habis di MotoGP 2025 setelah melalui musim penuh cedera horor bersama Aprilia.
Juara dunia MotoGP 2024 itu bahkan sempat ingin memutus kontrak karena merasa kariernya berada di ujung kehancuran.
Perjalanan Jorge Martin musim ini menjadi salah satu drama terbesar MotoGP modern.
Dari status juara dunia hingga hampir kehilangan masa depan di lintasan, semuanya terjadi hanya dalam hitungan bulan.
Tekanan besar langsung mengiringi kepindahannya dari Ducati ke Aprilia.
Jorge Martin Ingin Buktikan Ducati Salah Lepas Dirinya
Keputusan Ducati memilih Marc Marquez untuk kursi tim pabrikan menjadi titik awal kepindahan Jorge Martin ke Aprilia. Martin datang dengan ambisi besar membuktikan bahwa Ducati membuat keputusan keliru.
Ia bahkan disebut sangat termotivasi saat pertama kali menjalani tes bersama Aprilia RS-GP.
“Dia ingin menunjukkan Ducati telah membuat keputusan yang salah,” ungkap salah satu kru dalam dokumenter MotoGP.
Status sebagai juara dunia membuat ekspektasi terhadap Martin sangat tinggi. Apalagi ia menjadi pembalap pertama dalam lebih dari dua dekade yang pindah pabrikan setelah meraih gelar dunia.
Sayangnya, semua rencana itu langsung hancur di awal musim.
Martin mengalami kecelakaan besar saat tes pramusim di Barcelona dan hanya mencatat 77 lap sebelum cedera memaksanya menjalani operasi. Situasi makin buruk setelah ia kembali jatuh saat latihan pribadi jelang seri pembuka MotoGP Thailand.
Cedera beruntun membuat Jorge Martin absen pada tiga balapan pertama MotoGP 2025. Kondisi tersebut menjadi pukulan telak bagi rider asal Spanyol itu.
Kecelakaan Qatar Jadi Titik Terendah Karier Jorge Martin
Comeback Jorge Martin di GP Qatar 2025 awalnya disambut antusias penggemar MotoGP. Namun balapan itu justru berubah menjadi tragedi besar.
Martin mengalami kecelakaan cepat sebelum tertabrak motor lain dari belakang. Insiden tersebut membuatnya mengalami paru-paru kolaps dan 11 tulang rusuk patah.
Bahkan Martin mengaku sempat berpikir dirinya tidak akan selamat.
“Saya yakin akan mati saat itu,” kata Martin.
Cedera horor itu membuat mental Jorge Martin benar-benar terpukul. Selama menjalani pemulihan di Doha, ia mulai meragukan masa depannya bersama Aprilia dan MotoGP.
Rumor hengkang pun langsung menyebar ke seluruh paddock. Manajernya disebut sempat membuka komunikasi dengan tim lain karena merasa ada klausul performa yang bisa dipakai untuk keluar dari kontrak.
Namun Aprilia menolak melepas sang juara dunia.
Bos tim Massimo Rivola bahkan datang langsung menemui Martin di Madrid untuk memastikan situasi sebenarnya.
“Dia bilang ingin pergi, tapi saya katakan tidak,” ujar Rivola.
Aprilia Berhasil Yakinkan Jorge Martin Bertahan
Kemenangan Marco Bezzecchi di GP Inggris 2025 menjadi momen penting dalam hubungan Jorge Martin dan Aprilia. Hasil itu membuktikan motor RS-GP mampu bersaing di level tertinggi MotoGP.
Dari situlah kepercayaan Martin perlahan kembali tumbuh.
Dalam konferensi pers jelang GP Brno, Martin akhirnya mengumumkan tetap bersama Aprilia hingga musim 2026. Keputusan itu sekaligus mengakhiri spekulasi panjang soal masa depannya.
Martin juga mengaku pengalaman nyaris kehilangan nyawa di Qatar mengubah cara pandangnya terhadap hidup.
“Hanya ayah dan pacar saya yang tahu apa yang saya rasakan saat itu,” ucap Martin sambil menahan emosi.
Perlahan performanya mulai membaik. Martin berhasil finis balapan untuk pertama kali sejak menjadi juara dunia MotoGP 2024.
Meski kembali mengalami cedera bahu di GP Jepang, Martin tetap menunjukkan semangat besar untuk bangkit.
Kini Jorge Martin masih berusaha mengembalikan performa terbaiknya bersama Aprilia. Rider Spanyol itu percaya dirinya masih mampu kembali bertarung memperebutkan gelar juara dunia MotoGP.
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan