Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Veda Ega Pratama Bikin Dunia MotoGP Melirik, Bocah 15 Tahun dari Gunungkidul Ini Digadang Jadi Masa Depan Balap Indonesia

Muhamad Ahsanul Wildan • Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:00 WIB
Veda Ega Pratama tampil gemilang di Red Bull Rookies Cup dan digadang jadi calon pembalap Indonesia pertama di MotoGP. (Pinterest)
Veda Ega Pratama tampil gemilang di Red Bull Rookies Cup dan digadang jadi calon pembalap Indonesia pertama di MotoGP. (Pinterest)

BLITAR KAWENTAR - Veda Ega Pratama menjadi pembalap muda Indonesia yang paling menyita perhatian pecinta MotoGP setelah tampil impresif di Red Bull Rookies Cup 2024.

Di usia 15 tahun, pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta itu sukses menembus persaingan ketat balap junior Eropa dan mulai disebut sebagai calon rider Indonesia pertama di MotoGP.

Baca Juga: Kolaborasi Apik, BRI-Pemerintah Dorong Penguatan Ekonomi Kreatif di Bali lewat Akad Massal KUR 1.000 UMKM

Perjalanan Veda Ega Pratama dari Motocross hingga Red Bull Rookies Cup

Veda Ega Pratama lahir di Gunungkidul pada 23 November 2008. Bakat balapnya sudah terlihat sejak kecil karena tumbuh di lingkungan keluarga pembalap. Ayahnya, Sudarmono, dikenal sebagai pembalap lokal yang pernah berprestasi di kelas motor bebek dan sport.

Saat berusia lima tahun, Veda mendapat motor mini trail pertama untuk latihan dasar. Karier kompetitifnya dimulai pada 2016 ketika turun di Kejurnas Motocross kelas 50 cc dan langsung finis di peringkat empat klasemen akhir.

Pada 2017, Veda naik kelas ke 65 cc sebelum akhirnya beralih ke balap aspal melalui ajang Motoprix dan Honda Dream Cup. Di musim tersebut, ia berhasil menjadi juara Motoprix 150 cc dan Honda Dream Cup.

Perjalanan kariernya terus meningkat ketika lolos Astra Honda Racing School 2019. Di sana, Veda menggunakan Honda NSF100, motor pembibitan pembalap muda Honda yang terinspirasi dari RC211V MotoGP. Hasilnya langsung mencolok karena Veda keluar sebagai juara program tersebut.

Tidak hanya itu, ia juga sukses menjuarai One Prix Championship kelas beginner dan Honda Dream Cup Rookie Class pada tahun yang sama.

Dominasi Asian Talent Cup Bikin Nama Veda Ega Pratama Meledak

Nama Veda Ega Pratama mulai benar-benar diperhitungkan di level internasional ketika tampil di Asian Talent Cup. Debut internasionalnya terjadi pada 2021 lewat wildcard di Mandalika dan seri WorldSBK Indonesia.

Meski hanya tampil dalam tiga balapan, Veda mampu dua kali finis di posisi 10 besar dan mengakhiri musim di peringkat ke-17 klasemen akhir. Performa itu menjadi modal penting untuk musim berikutnya.

Pada 2022, Veda tampil penuh semusim di Asian Talent Cup dan langsung finis di posisi ketiga klasemen akhir dengan raihan 141 poin. Ia mencatat tiga kemenangan, termasuk dua kemenangan di Sirkuit Mandalika.

Musim 2023 menjadi titik ledakan kariernya. Veda tampil dominan di Asian Talent Cup dengan memenangi sembilan dari 12 balapan. Ia mengakhiri musim sebagai juara dengan selisih 103 poin dari rival terdekat.

Catatan itu menjadikan Veda sebagai pembalap Indonesia pertama yang menjuarai Asian Talent Cup sekaligus pembalap paling dominan sepanjang sejarah kompetisi tersebut.

Di musim yang sama, Veda juga tampil di Asia Road Racing Championship kelas AP250 menggunakan Honda CBR250RR. Ia meraih tiga kemenangan dan empat podium tambahan sebelum finis di posisi ketiga klasemen akhir dengan total 160 poin.

“Pahlawan saya adalah Casey Stoner dan saya ingin menjadi orang Indonesia pertama yang berhasil menembus MotoGP dan menjadi juara dunia,” ujar Veda dalam wawancara yang dikutip dari Red Bull Rookies Cup.

Peluang Veda Ega Pratama Menuju MotoGP Semakin Terbuka

Kesempatan besar datang pada 2024 ketika Veda Ega Pratama berhasil lolos ke Red Bull Rookies Cup, salah satu ajang junior paling prestisius menuju MotoGP. Kompetisi tersebut dikenal sebagai tempat lahir banyak pembalap elite dunia.

Meski belum pernah balapan di sirkuit Eropa sebelumnya, Veda tampil mengejutkan. Dari 14 balapan di tujuh sirkuit, ia berhasil meraih satu podium dan finis di peringkat kedelapan klasemen akhir dengan 112 poin.

Prestasi itu dinilai luar biasa karena Veda harus beradaptasi dengan karakter lintasan baru, cuaca berbeda, dan persaingan pembalap muda terbaik dunia.

Selain tampil di Eropa, Veda juga turun di Asia Road Racing Championship kelas Supersport 600 menggunakan Honda CBR600RR. Dari delapan balapan, ia sudah meraih dua podium di Mandalika dan menempati posisi tujuh klasemen sementara.

Performa stabil di usia muda membuat banyak pihak mulai melihat peluang besar Indonesia memiliki wakil di MotoGP dalam beberapa tahun mendatang. Dengan usia yang masih 15 tahun, ruang perkembangan Veda masih sangat panjang.

Jika konsistensi dan dukungan pembinaan tetap terjaga, mimpi Veda Ega Pratama menjadi pembalap Indonesia pertama di MotoGP bukan lagi sekadar angan-angan.

Baca Juga: Kolaborasi Apik, BRI-Pemerintah Dorong Penguatan Ekonomi Kreatif di Bali lewat Akad Massal KUR 1.000 UMKM

Editor : Muhamad Ahsanul Wildan
#pembalap muda indonesia #Asian Talent Cup #veda ega pratama #motogp indonesia #red bull rookies cup