BLITAR KAWENTAR - Kiprah Veda Ega Pratama di Red Bull Rookies Cup 2024 membuat publik MotoGP Indonesia semakin optimistis memiliki wakil di ajang balap motor paling bergengsi dunia.
Pembalap muda asal Gunungkidul itu tampil kompetitif di Eropa dan berhasil mencuri perhatian berkat gaya balap agresifnya.
Veda Ega Pratama Sudah Membalap Sejak Usia Lima Tahun
Perjalanan Veda Ega Pratama menuju panggung internasional dimulai sejak usia sangat muda. Ia lahir pada 23 November 2008 di Gunungkidul, Yogyakarta dan tumbuh di keluarga pembalap.
Ayahnya, Sudarmono, merupakan pembalap lokal yang cukup dikenal di kelas motor bebek dan sport. Dukungan keluarga membuat Veda sudah mengenal dunia balap sejak kecil.
Pada usia lima tahun, Veda mulai belajar menggunakan mini motocross. Karier kompetitifnya dimulai pada 2016 di Kejurnas Motocross 50 cc. Saat itu, ia langsung finis di posisi empat klasemen akhir nasional.
Setahun kemudian, Veda pindah ke balap aspal melalui Motoprix dan Honda Dream Cup. Hasilnya cukup mengejutkan karena ia berhasil menjuarai Motoprix 150 cc dan Honda Dream Cup dalam usia yang masih sangat muda.
Kariernya makin berkembang setelah diterima di Astra Honda Racing School 2019. Di akademi tersebut, Veda menjadi pembalap terbaik dan memperlihatkan potensi besar untuk jenjang internasional.
Dominasi Asian Talent Cup Jadi Bukti Kualitas Veda Ega Pratama
Nama Veda Ega Pratama mulai menjadi sorotan Asia ketika tampil di Asian Talent Cup. Debut internasionalnya terjadi pada 2021 lewat wildcard di Mandalika.
Meski hanya tampil dalam tiga balapan, ia mampu dua kali finis di posisi 10 besar. Hasil itu membuat Honda dan banyak pengamat mulai memperhatikan perkembangan pembalap muda Indonesia tersebut.
Pada 2022, Veda tampil penuh satu musim dan langsung finis di posisi ketiga klasemen akhir dengan total 141 poin. Ia meraih tiga kemenangan, termasuk dua kemenangan di Mandalika.
Namun musim terbaiknya datang pada 2023. Veda tampil sangat dominan dengan memenangi sembilan dari 12 balapan Asian Talent Cup.
Ia keluar sebagai juara dengan selisih 103 poin dari pesaing terdekat. Rekor itu menjadikannya pembalap Indonesia pertama yang menjuarai Asian Talent Cup sekaligus peraih poin terbanyak sepanjang sejarah kompetisi.
Tidak berhenti di sana, Veda juga tampil di Asia Road Racing Championship kelas AP250 menggunakan Honda CBR250RR. Ia meraih tiga kemenangan dan empat podium tambahan sebelum finis di posisi ketiga klasemen akhir.
Red Bull Rookies Cup Jadi Jalan Menuju MotoGP
Keberhasilan menjuarai Asian Talent Cup membuka pintu besar bagi Veda Ega Pratama menuju Eropa. Pada 2024, ia resmi tampil di Red Bull Rookies Cup, ajang yang dikenal sebagai jalur cepat menuju MotoGP.
Banyak pembalap top dunia lahir dari kompetisi tersebut. Karena itu, keberhasilan Veda masuk ke sana menjadi pencapaian penting bagi balap motor Indonesia.
Meski belum pernah membalap di sirkuit Eropa sebelumnya, Veda mampu tampil kompetitif. Dari 14 balapan di tujuh sirkuit, ia meraih satu podium dan finis di posisi kedelapan klasemen akhir dengan 112 poin.
Hasil itu dinilai sangat positif untuk musim debut. Bahkan, Veda hanya terpaut satu poin dari posisi ketujuh klasemen akhir.
Selain tampil di Red Bull Rookies Cup, Veda juga turun di Asia Road Racing Championship kelas Supersport 600 menggunakan Honda CBR600RR. Hingga pertengahan musim, ia sudah meraih dua podium di Mandalika.
Dalam wawancara bersama Red Bull Rookies Cup, Veda mengaku memiliki mimpi besar menjadi pembalap Indonesia pertama yang tampil di MotoGP dan menjadi juara dunia seperti idolanya, Casey Stoner.
Melihat perkembangan kariernya yang terus menanjak di usia 15 tahun, peluang Veda Ega Pratama menuju MotoGP kini semakin terbuka lebar.
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan