Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Veda Ega Pratama Bikin Ducati Kepincut usai Comeback Gila di Catalunya, Wonder Kid Indonesia Siap Mengguncang Mugello

Muhamad Ahsanul Wildan • Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:15 WIB
Veda Ega Pratama tampil gila dari posisi 20 ke delapan besar Moto3 Catalunya hingga Ducati dikabarkan tertarik merekrutnya. (Pinterest)
Veda Ega Pratama tampil gila dari posisi 20 ke delapan besar Moto3 Catalunya hingga Ducati dikabarkan tertarik merekrutnya. (Pinterest)

BLITAR KAWENTAR - Veda Ega Pratama kembali mencuri perhatian dunia balap usai tampil sensasional pada Moto3 Catalunya 2026.

Memulai balapan dari posisi ke-20, pembalap 17 tahun asal Gunung Kidul itu sukses finis di posisi kedelapan dan langsung memunculkan rumor ketertarikan Ducati terhadap talenta muda Indonesia tersebut.

Penampilan impresif Veda Ega Pratama di Catalunya menjadi perbincangan hangat media Eropa.

Rider Honda Team Asia itu dinilai memiliki kemampuan overtake agresif dan kecerdasan balap yang jauh di atas rata-rata rookie Moto3 musim ini.

Tak hanya itu, Veda kini datang ke GP Italia Mugello dengan status pemimpin klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 sekaligus penghuni lima besar klasemen dunia dengan koleksi 58 poin.

Baca Juga: Kolaborasi Apik, BRI-Pemerintah Dorong Penguatan Ekonomi Kreatif di Bali lewat Akad Massal KUR 1.000 UMKM

Veda Ega Pratama Tampil Brutal dari Posisi 20 ke Delapan Besar

Aksi comeback Veda di Catalunya disebut sebagai salah satu penampilan paling mengejutkan musim ini. Dalam satu lap pertama saja, ia mampu melompat tujuh posisi dan langsung menembus urutan ke-13.

Performa itu menjadi bukti keberhasilan strategi Honda Team Asia yang lebih fokus pada race pace dibanding time attack saat kualifikasi. Meski harus start dari barisan belakang, motor Veda justru tampil stabil saat balapan utama berlangsung.

“Dia sangat tenang sejak latihan bebas hingga balapan. Saat race dimulai, dia langsung menunjukkan kecerdasan taktik luar biasa,” ungkap salah satu petinggi Ducati dalam pernyataan yang ramai dibahas media paddock Eropa.

Data statistik juga memperlihatkan peningkatan performa signifikan. Veda mencatat top speed 247,1 km/jam saat FP2 Catalunya dan mempertahankan rata-rata kecepatan 246 km/jam ketika balapan utama.

Hasil finis kedelapan memang menjadi pencapaian terendahnya musim ini ketika berhasil menyelesaikan balapan. Namun secara proses, penampilan Veda dinilai jauh lebih impresif dibanding rival-rivalnya.

Sebelumnya, pembalap muda Indonesia itu sukses finis kelima di Thailand, podium ketiga di Brasil, keenam di Spanyol, dan keempat di Prancis.

Ducati dan KTM Mulai Pantau Masa Depan Veda Ega

Performa konsisten Veda Ega Pratama ternyata mulai mengundang perhatian tim-tim elite Eropa. Ducati disebut menjadi salah satu pihak yang serius memantau perkembangan sang rookie Honda Team Asia tersebut.

Bos Ducati bahkan terang-terangan mengaku tertarik melihat Veda mengendarai motor Eropa yang lebih kompetitif dibanding Honda Team Asia.

“Kalau dia memakai motor yang lebih cepat, potensinya bisa jauh lebih mengerikan,” ujar sumber paddock yang dikutip dari perbincangan internal tim MotoGP.

Selain Ducati, tim KTM dan CFM Moto Aspart Team juga dikabarkan mulai bergerak untuk mengamankan tanda tangan pembalap Indonesia itu pada musim depan.

Rumor tersebut muncul karena Veda dianggap sudah layak mendapatkan motor dengan spesifikasi lebih kompetitif. Saat ini, Honda Team Asia dikenal memiliki regulasi setting motor yang cukup ketat demi memaksimalkan kemampuan alami pembalap.

Meski begitu, Veda tetap menunjukkan sikap rendah hati dan memilih fokus menghadapi seri Mugello yang akan berlangsung pada 29-31 Mei 2026.

Sirkuit Mugello sendiri bukan trek asing bagi Veda. Musim lalu saat tampil di Red Bull Rookies Cup, ia sukses meraih double winner di lintasan legendaris Italia tersebut.

Target Podium dan Pertarungan Rookie of The Year di Mugello

Menjelang GP Italia 2026, posisi Veda Ega Pratama di klasemen semakin menarik perhatian. Ia kini berada di posisi kelima klasemen dunia Moto3 dengan 58 poin, hanya kalah regulasi finis terbaik dari Marco Morelli yang menempati urutan keempat.

Sementara itu, rival terdekatnya dalam perebutan Rookie of The Year adalah Brian Uriarte dari Red Bull KTM Ajo dengan koleksi 42 poin.

Jarak 16 poin membuat Veda masih cukup nyaman memimpin klasemen rookie. Bahkan peluang menembus tiga besar dunia juga terbuka karena ia hanya terpaut 15 poin dari Alvaro Carpe di posisi ketiga.

Legenda MotoGP Dani Pedrosa pun ikut memberikan pujian terhadap kecerdasan balap Veda.

Menurut Pedrosa, pembalap asal Gunung Kidul itu memiliki karakteristik pembalap elite karena mampu menjaga ban, mengatur ritme, dan melakukan overtake tanpa ego berlebihan.

“Kalau Veda memakai motor KTM yang kompetitif, dia bisa menjadi ancaman besar di masa depan,” kata Pedrosa.

GP Italia Mugello diprediksi menjadi salah satu penentuan penting perjalanan Veda musim ini. Balapan utama dijadwalkan berlangsung Minggu, 31 Mei 2026 pukul 16.00 WIB.

Jika mampu kembali finis podium, posisi Veda di papan atas Moto3 dunia dipastikan akan semakin kokoh sekaligus memperbesar peluang dilirik tim-tim besar Eropa pada musim depan.

Baca Juga: Kolaborasi Apik, BRI-Pemerintah Dorong Penguatan Ekonomi Kreatif di Bali lewat Akad Massal KUR 1.000 UMKM

Editor : Muhamad Ahsanul Wildan
#Moto3 Catalunya 2026 #Ducati tertarik Veda Ega #GP Mugello 2026 #Honda Team Asia #veda ega pratama