JAKARTA - Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, tampil fenomenal dalam seri Moto3 di Sirkuit Jerez, Spanyol, Minggu (17/5). Memulai balapan dari posisi ke-17, Veda menunjukkan aksi comeback luar biasa dengan merangsek ke barisan depan hingga finis di urutan keenam. Performa impresif Veda Ega Pratama ini ternyata menjadi mimpi buruk bagi tim Red Bull KTM Ajo yang harus rela kehilangan posisi podium akibat persaingan sengit yang diberikan sang talenta Merah Putih sepanjang balapan.
Debut Sensasional Veda Ega Pratama di Jerez: Dari Papan Bawah ke Barisan Depan
Veda Ega Pratama membuktikan kelasnya sebagai pembalap masa depan Indonesia dengan manajemen balapan yang sangat matang di MotoGP seri Jerez 2026. Meski sempat kesulitan di sesi kualifikasi dan hanya mampu mengamankan posisi start ke-17, Veda langsung tancap gas selepas lampu start padam. Pada lap ke-13, ia secara mengejutkan sudah menembus posisi lima besar dan bersaing ketat dengan rombongan terdepan yang didominasi pembalap-pembalap berpengalaman.
Pujian mengalir deras dari manajer timnya, Hiroshi Aoyama. Legenda balap GP 250 tersebut menilai Veda menunjukkan kemajuan pesat dan mentalitas baja. "Balapan Moto3 di Jerez cukup kacau, tetapi Veda menunjukkan kecepatan yang luar biasa. Memulai dari posisi ke-17 dan mampu bertarung untuk lima besar adalah hasil yang sangat kuat," ujar Aoyama. Saat ini, Veda Ega Pratama mengoleksi 37 poin dan menduduki peringkat keenam klasemen sementara Moto3 2026.
Baca Juga: Resmikan Kick-Off Desa BRILiaN 2026, BRI Dorong Transformasi Desa 5.0
KTM Kecewa Berat: Unggul di Kualifikasi, Justru Diasapi Veda Ega di Balapan Utama
Berbanding terbalik dengan kegembiraan di kubu Veda, tim Red Bull KTM Ajo justru dilanda kekecewaan mendalam. Dua pembalap andalan mereka, Alvaro Carpe dan Brian Uriarte, gagal memaksimalkan posisi start ideal. Carpe yang memulai balapan dari baris terdepan (posisi ketiga) harus terlibat duel hidup mati dengan Veda Ega Pratama di lap-lap terakhir. Petinggi tim, Niklas Ayo, secara terbuka mengungkapkan rasa frustrasinya atas kegagalan timnya mendominasi balapan di hari Minggu.
Ketegangan mencapai puncaknya saat balapan menyisakan lima putaran, di mana Veda berhasil menyalip Carpe untuk merebut posisi kelima. Meskipun Carpe akhirnya mampu merebut kembali posisi tersebut tepat di tikungan terakhir lap pemungkas, hasil ini tetap dianggap melenceng jauh dari ekspektasi KTM. "Kami mengawali hari Jumat dan Sabtu dengan sangat baik, namun hasil Minggu terbukti mengecewakan. Kami mengharapkan pencapaian yang jauh lebih baik daripada sekadar finis kelima dan kesebelas," tegas Niklas Ayo.
Revolusi Teknologi Ducati dan Harapan Baru Fabio Quartararo di Sesi Tes
Di kelas utama MotoGP, kesuksesan Alex Marquez meraih kemenangan di Jerez tidak membuat Ducati cepat puas. Pada sesi tes hari Senin, Ducati memperkenalkan "senjata baru" berupa perangkat aerodinamika radikal. Marc Marquez terlihat menguji fairing depan yang lebih lebar dan swing arm terbaru yang memadukan material karbon dan logam. Desain baru ini dirancang oleh departemen teknis Gigi Dall'Igna untuk memaksimalkan efek sedotan udara dan stabilitas ban depan, memberi sinyal bahwa Ducati siap mengerahkan seluruh tenaga untuk mendominasi sisa musim 2026.
Kabar positif juga datang dari bintang Yamaha, Fabio Quartararo. Meski hanya finis ke-14 pada balapan utama, pembalap asal Prancis ini berhasil menemukan setup aerodinamika yang menjanjikan pada sesi tes Senin. Quartararo mencatatkan waktu tercepat ketujuh dan mengaku mulai mendapatkan kembali rasa kendali pada bagian depan motornya. "Kami mencoba banyak variasi, dan aerodinamika terakhir memberikan hasil positif. Mengetahui batas maksimal motor saat dipacu adalah bantuan besar bagi saya," kata Quartararo dengan optimis.
Penutup Keberhasilan Veda Ega Pratama finis keenam di Jerez menjadi modal krusial sebelum menghadapi seri Moto3 Prancis di Le Mans pada 8-10 Mei 2026 mendatang. Dengan koleksi 37 poin, Veda kini menatap persaingan papan atas klasemen dunia. Sementara itu, inovasi teknologi terbaru dari Ducati dan peningkatan performa Yamaha diprediksi akan mengubah peta kekuatan MotoGP di seri-seri selanjutnya. Menarik untuk dinantikan apakah Veda mampu memberikan kejutan podium di sirkuit selanjutnya.
Editor : Vicky Permana Saputra