BLITAR KAWENTAR - Veda Ega Pratama sukses mencuri perhatian dunia setelah menjadi pembalap Indonesia pertama yang menjuarai Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025.
Prestasi pembalap muda asal Gunung Kidul, Yogyakarta itu menjadi bukti keberhasilan pembinaan Astra Honda Motor dalam melahirkan talenta balap kelas dunia.
Nama Veda Ega Pratama kini menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta MotoGP.
Di usia yang masih 16 tahun, pembalap binaan Astra Honda Racing Team tersebut mampu mencatat sejarah penting bagi dunia balap Indonesia setelah tampil dominan di ajang Red Bull MotoGP Rookies Cup musim 2025.
Keberhasilan Veda tidak datang secara instan. Ia tumbuh dari lingkungan balap yang kuat berkat pengaruh sang ayah, Sudarmono, mantan juara Indoprix 2012.
Sejak kecil, Veda sudah akrab dengan dunia balap motor dan mulai mengendarai motor sejak usia lima tahun.
Perjalanan Veda Ega Pratama Dimulai dari Balapan Anak-anak
Veda Ega Pratama lahir di Gunung Kidul, Yogyakarta, pada 23 September 2008. Sang ayah mulai mengenalkannya pada dunia motor sejak usia balita. Pada umur enam tahun, Veda sudah mengikuti berbagai event balap anak-anak.
Awalnya, Veda sempat diarahkan ke motocross. Namun pada usia delapan tahun, fokus latihan dipindahkan ke balap aspal. Keputusan tersebut menjadi titik penting dalam kariernya sebagai pembalap road race.
Didikan keras dari Sudarmono menjadi pondasi utama mental balap Veda. Sang ayah menilai disiplin menjadi hal penting karena balapan merupakan olahraga berisiko tinggi.
“Saya didik keras karena balapan olahraga berbahaya. Dia harus fokus dan tidak boleh menyepelekan,” ujar Sudarmono.
Prestasi Veda mulai terlihat saat bergabung dengan Astra Honda Racing School (AHRS) pada 2019. Di sekolah balap milik PT Astra Honda Motor tersebut, kemampuannya berkembang pesat hingga mendapat predikat murid terbaik.
Dominasi Veda Ega Pratama di Asia Hingga Eropa
Karier internasional Veda dimulai ketika mendapat wildcard di ajang Asia Talent Cup 2021 seri Mandalika. Kesempatan itu menjadi pengalaman berharga sebelum tampil penuh pada musim berikutnya.
Tahun 2022 menjadi momentum besar bagi Veda. Ia sukses menjuarai Idemitsu Asia Talent Cup dan mencetak sejarah sebagai juara termuda di ajang tersebut pada musim debutnya.
Prestasi itu berlanjut pada musim 2023 saat Veda kembali tampil dominan dan mempertahankan gelar Asia Talent Cup. Konsistensinya di level Asia membuat namanya semakin diperhitungkan dalam pembinaan balap internasional.
Pada 2024, Veda naik kelas ke Red Bull MotoGP Rookies Cup. Meski berstatus rookie, performanya langsung kompetitif. Salah satu momen terbaiknya terjadi di Red Bull Ring, Austria, saat berhasil meraih podium ketiga.
Podium tersebut terasa spesial karena dipersembahkan untuk peringatan HUT ke-79 Republik Indonesia. Saat itu Veda sukses finis di posisi ketiga usai bertarung sengit dengan para pembalap muda terbaik dunia.
Puncaknya terjadi pada musim 2025. Veda memastikan gelar juara Red Bull MotoGP Rookies Cup usai meraih double winner di Sirkuit Mugello, Italia, pada 21-22 Juni 2025.
Lagu Indonesia Raya berkumandang di sirkuit legendaris tersebut setelah Veda memenangi race pertama dan race kedua secara meyakinkan.
Digadang Jadi Calon Pembalap MotoGP Indonesia
Setelah sukses di Rookies Cup, Veda Ega Pratama kini menjalani debut di ajang FIM JuniorGP 2025. Kompetisi tersebut dikenal sebagai gerbang utama menuju kelas Moto3 dan MotoGP.
Di ajang ini, Veda menghadapi tantangan baru karena harus beradaptasi dengan motor Honda NSF250RW yang berbeda karakter dibanding KTM RC250R yang digunakan sebelumnya.
Meski begitu, pengalaman tampil di berbagai sirkuit Eropa seperti Le Mans, Mugello, hingga Aragon menjadi modal penting bagi pembalap muda Indonesia tersebut.
Kemampuan teknis Veda bahkan membuat para mekanik di Eropa terkesan. Ia disebut mampu memberikan masukan detail terkait setup motor dan membaca karakter lintasan dengan cepat.
Selain memiliki kemampuan balap yang matang, Veda juga dinilai mempunyai mental kepemimpinan yang kuat di paddock. Hal itu membuat banyak pengamat mulai memprediksi dirinya sebagai calon pembalap Indonesia pertama di era modern MotoGP.
Keberhasilan Veda Ega Pratama menjadi inspirasi besar bagi pembalap muda Indonesia. Perjalanannya membuktikan bahwa pembinaan yang terstruktur mampu membawa talenta lokal bersaing di panggung dunia.
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan