BLITAR KAWENTAR - Veda Ega Pratama menjadi sorotan setelah berhasil menjuarai Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025.
Pembalap muda asal Gunung Kidul itu kini disebut sebagai salah satu calon kuat pembalap Indonesia yang berpotensi menembus MotoGP di masa depan.
Kesuksesan Veda Ega Pratama tidak lepas dari perjalanan panjang yang dimulai sejak usia dini.
Anak dari mantan juara Indoprix 2012, Sudarmono, tersebut tumbuh dalam lingkungan balap yang keras dan disiplin.
Kini, nama Veda tidak hanya dikenal di Indonesia, tetapi juga mulai diperhitungkan di kompetisi balap Eropa setelah tampil impresif di berbagai ajang internasional.
Didikan Sang Ayah Membentuk Mental Juara Veda
Sejak kecil, Veda Ega Pratama sudah terbiasa mendengar raungan mesin motor. Sang ayah sering membawanya ke arena balap hingga membuatnya jatuh cinta pada dunia otomotif.
Pada usia empat tahun, Veda mulai mengenal motor kecil. Setahun kemudian ia sudah bisa mengendarai motor sendiri. Saat menginjak usia enam tahun, ia mulai mengikuti berbagai event balap anak-anak.
Sudarmono menerapkan disiplin ketat kepada putranya. Ia memahami risiko besar dalam olahraga balap sehingga tidak ingin Veda tumbuh dengan sikap ceroboh.
“Saya didik keras karena balapan olahraga berbahaya. Dia harus fokus dan tidak boleh menyepelekan,” kata Sudarmono.
Latihan fisik rutin menjadi bagian penting kehidupan Veda sejak kecil. Bahkan, ia rela mengorbankan waktu bermain demi menjalani latihan sepulang sekolah.
Kerja keras itu membuahkan hasil ketika Veda masuk Astra Honda Racing School pada 2019. Di sana, ia berkembang menjadi salah satu talenta terbaik binaan Astra Honda Motor.
Veda Ega Pratama Jadi Bukti Sukses Sistem Pembinaan AHM
Perjalanan Veda Ega Pratama juga menjadi bukti keberhasilan sistem pembinaan berjenjang milik PT Astra Honda Motor (AHM).
AHM memiliki jalur pembinaan jelas mulai dari Astra Honda Racing School, Thailand Talent Cup, Asia Road Racing Championship, hingga JuniorGP Eropa.
Veda memulai langkah internasionalnya lewat wildcard Asia Talent Cup 2021 di Mandalika. Penampilannya terus meningkat hingga berhasil menjadi juara Idemitsu Asia Talent Cup 2022.
Hebatnya, Veda menjadi juara termuda dalam sejarah ajang tersebut pada musim pertamanya. Ia kemudian mempertahankan dominasi dengan kembali merebut gelar Asia Talent Cup 2023.
Berkat performa konsisten, Veda mendapat kesempatan tampil di Red Bull MotoGP Rookies Cup 2024. Ajang tersebut dikenal sebagai tempat berkumpulnya calon-calon bintang MotoGP dunia.
Pada musim debutnya, Veda langsung tampil kompetitif. Ia bahkan meraih podium perdana di Red Bull Ring, Austria, setelah finis ketiga dalam balapan sengit.
Juara Red Bull Rookies Cup dan Mimpi Menuju MotoGP
Musim 2025 menjadi pencapaian terbesar dalam karier Veda Ega Pratama. Ia sukses mencetak sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang menjuarai Red Bull MotoGP Rookies Cup.
Gelar tersebut dipastikan setelah Veda menyapu bersih dua balapan di Sirkuit Mugello, Italia, pada 21 hingga 22 Juni 2025.
Kemenangan itu menjadi momen emosional karena lagu Indonesia Raya berkumandang di salah satu sirkuit paling bergengsi di dunia balap motor.
Saat ini, Veda sedang menjalani debut di FIM JuniorGP 2025. Kompetisi tersebut menjadi tahap penting sebelum naik ke kelas Moto3.
Veda juga disebut memiliki kemampuan teknis di atas rata-rata pembalap seusianya. Tim mekanik di Eropa mengaku terkesan dengan kemampuannya membaca lintasan dan memberikan evaluasi setup motor secara detail.
Tidak hanya cepat di lintasan, Veda juga mulai menunjukkan karakter kepemimpinan di paddock. Ia aktif berdiskusi dengan mekanik dan membantu pengembangan motor timnya.
Banyak pengamat menilai Veda Ega Pratama memiliki peluang besar menjadi pembalap Indonesia pertama di MotoGP era modern jika mampu menjaga konsistensi performanya.
Keberhasilan Veda sekaligus menjadi inspirasi baru bagi generasi muda Indonesia bahwa mimpi tampil di panggung balap dunia bukan lagi sesuatu yang mustahil.
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan