Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Veda Ega Pratama Ukir Sejarah di Red Bull Rookies Cup, Anak Gunungkidul yang Digadang Jadi Calon Pembalap MotoGP Indonesia

Muhamad Ahsanul Wildan • Minggu, 24 Mei 2026 | 19:54 WIB
Veda Ega Pratama cetak sejarah juara Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025 dan digadang jadi calon pembalap MotoGP Indonesia. (Pinterest)
Veda Ega Pratama cetak sejarah juara Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025 dan digadang jadi calon pembalap MotoGP Indonesia. (Pinterest)

BLITAR KAWENTAR - Veda Ega Pratama kini menjadi sorotan dunia balap internasional setelah mencetak sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang menjuarai Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025.

Pembalap muda binaan PT Astra Honda Motor (AHM) itu sukses menunjukkan performa luar biasa sejak usia dini hingga menembus kompetisi elite Eropa.

Nama Veda Ega Pratama semakin ramai diperbincangkan usai kemenangan gandanya di Sirkuit Mugello, Italia, pada 21–22 Juni 2025.

Pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, kelahiran 23 September 2008 itu berhasil memenangi race 1 dan race 2 sekaligus memastikan gelar juara Red Bull MotoGP Rookies Cup musim 2025.

Prestasi tersebut menjadi tonggak penting bagi dunia balap Indonesia.

Lagu Indonesia Raya yang berkumandang di Mugello menjadi simbol keberhasilan pembinaan berjenjang yang dilakukan Astra Honda Racing Team (AHRT) dan Astra Honda Racing School (AHRS).

Baca Juga: Veda Ega Pratama Menggila di Moto3 Jerez 2026: Start Posisi 17 Tembus 6 Besar, Bikin Bos KTM Meradang Karena Gagal Menang!

Perjalanan Veda Ega Pratama dari Gunungkidul hingga Menjadi Juara Dunia Junior

Veda Ega Pratama mengenal dunia balap sejak usia sangat muda. Ayahnya, Sudarmono, merupakan mantan pembalap nasional sekaligus juara Indoprix 2012 yang berperan besar membentuk mental dan disiplin sang putra.

Sejak usia 4 tahun, Veda mulai dikenalkan dengan motor kecil. Setahun kemudian ia sudah mampu mengendarai motor sendiri. Ketika berusia 6 tahun, ia mulai mengikuti berbagai event balap anak-anak.

Awalnya Veda sempat diarahkan ke motocross sebelum akhirnya fokus ke balap aspal pada usia 8 tahun. Keputusan itu menjadi fondasi penting dalam kariernya di road race.

“Balapan olahraga berbahaya. Dia harus fokus dan tidak boleh menyepelekan,” ujar Sudarmono mengenai pola latihan keras yang diterapkan kepada putranya.

Latihan fisik rutin dilakukan sepulang sekolah. Veda bahkan harus mengorbankan waktu bermain demi meningkatkan kemampuan balapnya. Disiplin tersebut mulai membuahkan hasil ketika ia tampil menonjol di level nasional dan masuk program Astra Honda Racing School pada 2019.

Di AHRS, bakat Veda semakin terasah di bawah arahan pelatih profesional dan pembalap senior AHRT. Ia bahkan berhasil meraih predikat murid terbaik di sekolah balap tersebut.

Dominasi Veda Ega Pratama di Asia hingga Pecahkan Rekor Red Bull Rookies Cup

Karier internasional Veda Ega Pratama mulai terbentuk saat mendapat wildcard ASEAN Talent Cup pada 2021 di Sirkuit Mandalika. Kesempatan itu menjadi batu loncatan penting sebelum tampil penuh di Idemitsu Asia Talent Cup (IATC) 2022.

Musim 2022 menjadi awal ledakan prestasi Veda. Ia sukses menjadi juara IATC di musim debutnya sekaligus mencatat sejarah sebagai juara termuda ajang tersebut. Keberhasilannya meneruskan tradisi pembalap binaan AHM seperti Andi Gilang dan almarhum Afridza Syach Munandar.

Dominasi Veda berlanjut pada 2023 dengan kembali meraih gelar Asia Talent Cup lewat performa konsisten di posisi depan hampir sepanjang musim.

Puncak perhatian dunia datang ketika Veda naik ke Red Bull MotoGP Rookies Cup pada 2024. Meski berstatus rookie, ia mampu bersaing dengan talenta muda terbaik dunia.

Podium perdananya diraih di Red Bull Ring, Austria. Setelah gagal finis akibat terjatuh di race pertama, Veda bangkit dan finis ketiga pada race kedua. Podium tersebut dipersembahkan sebagai hadiah HUT ke-79 Republik Indonesia.

Musim 2025 menjadi titik paling bersejarah. Double winner di Mugello membuat Veda Ega Pratama resmi menjadi pembalap Indonesia pertama yang menjuarai Red Bull MotoGP Rookies Cup.

Veda Ega Pratama Kini Dibidik Menjadi Calon Pembalap MotoGP Indonesia

Setelah menaklukkan Red Bull MotoGP Rookies Cup, Veda Ega Pratama kini menjalani debut di ajang FIM JuniorGP 2025. Kompetisi ini dikenal sebagai jalur terakhir menuju kelas Moto3 dan MotoGP.

Di kompetisi tersebut, Veda menggunakan motor Honda NSF250RW yang memiliki karakter berbeda dibanding KTM RC250R yang dipakainya di Rookies Cup. Adaptasi cepat menjadi fokus utama pembalap muda Indonesia itu.

Untuk meningkatkan performa, Veda menjalani latihan pramusim selama dua bulan di Barcelona, Spanyol. Pengalaman tampil di berbagai sirkuit Eropa seperti Le Mans, Aragon, hingga Mugello menjadi modal penting menghadapi persaingan level dunia.

Kemampuan teknis Veda bahkan disebut membuat para mekanik tim Eropa terpukau. Ia dinilai mampu memberikan masukan detail terkait setup motor dan pembacaan lintasan, sesuatu yang jarang dimiliki pembalap seusianya.

Tak hanya cepat di lintasan, Veda juga mulai menunjukkan jiwa kepemimpinan di paddock. Ia aktif dalam evaluasi tim dan memotivasi para mekanik selama balapan berlangsung.

Banyak pengamat menilai Veda Ega Pratama memiliki peluang besar menjadi pembalap Indonesia pertama di era modern MotoGP. Dengan usia yang masih sangat muda dan dukungan sistem pembinaan yang matang, peluang itu kini semakin terbuka lebar.

Keberhasilan Veda juga menjadi inspirasi besar bagi generasi muda Indonesia bahwa pembalap dari daerah pun mampu bersaing di level tertinggi dunia balap motor.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Menggila di Moto3 Jerez 2026: Start Posisi 17 Tembus 6 Besar, Bikin Bos KTM Meradang Karena Gagal Menang!

Editor : Muhamad Ahsanul Wildan
#Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025 #calon pembalap MotoGP Indonesia #juara Asia Talent Cup #veda ega pratama #astra honda racing team