Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Veda Ega Pratama Bikin Padock Moto3 Geger di Mugello, Rookie Indonesia Ini Mulai Dianggap Ancaman Serius

Muhamad Ahsanul Wildan • Minggu, 24 Mei 2026 | 20:06 WIB
Veda Ega Pratama bikin geger Moto3 Mugello 2026 usai tampil agresif dan viral lewat aksi late braking spektakuler. (Pinterest)
Veda Ega Pratama bikin geger Moto3 Mugello 2026 usai tampil agresif dan viral lewat aksi late braking spektakuler. (Pinterest)

BLITAR KAWENTAR - Veda Ega Pratama mulai mencuri perhatian padock Moto3 2026 setelah tampil agresif dan stabil bersama Honda Team Asia di Moto3 Mugello.

Rookie asal Indonesia itu bahkan disebut sejumlah kru Honda memiliki insting balap berbeda karena mampu mengendalikan Honda NSF250RW dengan gaya balap yang matang sejak awal musim.

Musim Moto3 2026 awalnya berjalan biasa saja. Fokus media Eropa masih tertuju pada rider muda akademi VR46 dan talenta lokal Italia.

Namun, nama Veda Ega Pratama perlahan menjadi bahan pembicaraan setelah data telemetrinya dianggap tidak biasa oleh beberapa engineer Honda.

Rider muda Indonesia itu dinilai mampu melakukan late braking lebih dalam dibanding pembalap yang lebih berpengalaman.

Padahal, Honda NSF250RW dikenal sebagai motor yang sulit dikendalikan, terutama pada sektor depan yang sensitif kehilangan grip.

Baca Juga: Media Italia Heboh Lihat Aksi Veda Ega Pratama, Peluang Podium di Mugello Moto3 2026 Makin Terbuka

Veda Ega Pratama Langsung Nyetel dengan Honda NSF250RW

Performa Veda Ega Pratama mulai menarik perhatian sejak sesi awal musim Moto3 2026. Beberapa mekanik senior Honda disebut terkejut melihat adaptasi cepat rookie Indonesia tersebut.

Biasanya, pembalap baru Moto3 masih kesulitan menjaga racing line, terlalu hati-hati saat pengereman, atau terlalu agresif hingga ban cepat habis. Namun, Veda justru tampil stabil sejak awal.

Corner speed miliknya tergolong tinggi. Cara membuka gas dan perpindahan bobot tubuh di tikungan juga terlihat rapi. Situasi itu membuat sejumlah kru Honda mulai menyebut kemampuan Veda sebagai bakat alami.

“Feeling seperti ini tidak bisa dilatih cepat,” ungkap salah satu mekanik senior Honda dalam narasi video tersebut.

Sorotan semakin besar karena Moto3 dikenal sebagai kelas yang keras bagi rookie. Pembalap baru yang berkembang terlalu cepat biasanya langsung dianggap ancaman oleh rival-rival Eropa.

Drama Marc Marquez dan Valentino Rossi Panaskan Moto3 Mugello

Tekanan terhadap Veda Ega Pratama mulai terasa saat seri Moto3 Mugello berlangsung. Sirkuit ikonik Italia itu dikenal sebagai trek cepat dengan slipstream battle ekstrem dan tekanan mental tinggi bagi rookie.

Drama muncul ketika media Italia menanyakan sosok idola Veda. Banyak pihak menduga ia akan menyebut Valentino Rossi karena balapan berlangsung di Italia. Namun, Veda justru menyebut Marc Marquez sebagai idolanya.

Jawaban itu langsung memancing reaksi media sosial dan fans lokal Italia. Beberapa media bahkan menggiring opini seolah Veda menantang dominasi Rossi di Mugello.

Padahal, dalam wawancara tersebut Veda menjawab dengan santai tanpa nada provokatif. Menariknya, Valentino Rossi disebut tidak mempermasalahkan komentar tersebut dan justru menghormati gaya balap Veda yang dinilai berani namun tetap bersih.

Tekanan semakin besar ketika balapan berlangsung kacau sejak lap awal. Veda beberapa kali dipaksa keluar racing line dan mengalami turbulensi angin akibat slipstream rider lain di lintasan lurus Mugello.

Pada pertengahan balapan, motor Veda sempat kehilangan stabilitas setelah kontak keras dengan rider lain di tikungan Bucine. Posisi pembalap Honda Team Asia itu langsung melorot dari rombongan depan.

Late Braking Veda di Mugello Viral dan Bikin Rival Mulai Waspada

Alih-alih bermain aman, Veda Ega Pratama justru tampil agresif pada dua lap terakhir Moto3 Mugello 2026. Keputusan itu membuat namanya semakin ramai dibicarakan di padock internasional.

Veda mulai mengambil risiko besar di sektor cepat seperti Arrabbiata 1 dan Arrabbiata 2. Komentator internasional bahkan beberapa kali terkejut melihat keberaniannya membuka gas penuh pada tikungan blind corner tersebut.

Momen paling viral terjadi saat late braking di tikungan San Donato. Veda berhasil melakukan overtake bersih terhadap beberapa rider sekaligus dalam satu manuver agresif namun terukur.

Aksi tersebut membuat banyak pihak mulai melihat Veda bukan hanya cepat dalam satu lap, tetapi juga memiliki mental balap kuat saat race berlangsung kacau.

Efeknya langsung terasa selepas balapan. Nama Veda ramai dibicarakan media sosial Indonesia hingga media Eropa. Bahkan, fans Valentino Rossi dan Marc Marquez yang biasanya berseteru justru kompak memberikan dukungan kepada rider Indonesia tersebut.

Honda Team Asia juga mulai mendapat sorotan lebih besar dari Jepang. Ekspektasi sponsor meningkat dan perhatian media terhadap garasi tim semakin besar.

Musim Moto3 2026 memang masih panjang. Namun setelah Mugello, padock MotoGP mulai menyadari Indonesia kini bukan lagi sekadar pelengkap grid. Veda Ega Pratama perlahan berubah menjadi ancaman baru yang mulai diperhitungkan di Moto3 World Championship.

Baca Juga: Media Italia Heboh Lihat Aksi Veda Ega Pratama, Peluang Podium di Mugello Moto3 2026 Makin Terbuka

Editor : Muhamad Ahsanul Wildan
#rookie Moto3 Indonesia #Moto3 Mugello 2026 #late braking Veda #Honda Team Asia #veda ega pratama