Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Veda Ega Pratama Bikin Padock Moto3 2026 Gempar, Aksi Gila di Mugello Sampai Fans Rossi dan Marquez Kompak Dukung

Muhamad Ahsanul Wildan • Minggu, 24 Mei 2026 | 20:14 WIB
Veda Ega Pratama bikin padock Moto3 2026 gempar usai aksi berani di Mugello viral dan dapat sorotan media Eropa. (Pinterest)
Veda Ega Pratama bikin padock Moto3 2026 gempar usai aksi berani di Mugello viral dan dapat sorotan media Eropa. (Pinterest)

BLITAR KAWENTAR - Veda Ega Pratama langsung mencuri perhatian pada awal musim Moto3 2026 setelah performanya bersama Honda Team Asia membuat para engineer Honda dan rival di padock mulai waspada.

Rider muda Indonesia itu disebut tampil berbeda sejak sesi awal musim hingga aksi beraninya di Moto3 Mugello viral di media sosial.

Nama Veda Ega Pratama awalnya belum banyak dibicarakan di Moto3 2026.

Sebagian besar tim Eropa masih fokus pada rider akademi mereka sendiri, terutama dari Italia dan Spanyol.

Namun situasi berubah setelah data telemetri Veda mulai diperhatikan kru Honda Team Asia.

Rider asal Indonesia itu dinilai mampu beradaptasi cepat dengan motor Honda NSF250RW yang terkenal sulit dikendalikan, terutama di sektor pengereman dan kestabilan ban depan.

Baca Juga: Hasil MotoGP Prancis 2026: Jorge Martin Pecah Telur di Le Mans, Aprilia Sapu Bersih Podium Saat Ducati Merana Tanpa Marc Marquez!

Telemetri Veda Ega Pratama Bikin Engineer Honda Terkejut

Performa Veda Ega Pratama mulai menjadi bahan pembicaraan setelah beberapa engineer Honda menemukan pola riding yang tidak biasa untuk ukuran rookie Moto3 2026.

Dalam data telemetri, Veda disebut mampu melakukan late braking lebih dalam dibanding rider yang sudah lebih lama tampil di Moto3. Menariknya, motor tetap stabil meski Honda NSF250RW dikenal sangat sensitif di bagian depan.

Beberapa mekanik senior Honda bahkan menilai gaya balap seperti itu sulit dipelajari dalam waktu singkat. Mereka menyebut feeling balap Veda lebih mengarah pada bakat alami dan insting balap yang kuat.

“Corner speed-nya tinggi dan bukaan gasnya halus. Cara dia memindahkan bobot tubuh juga sangat rapi,” ungkap salah satu kru yang disebut dalam percakapan padock.

Performa itu membuat nama Veda mulai diperhatikan tim rival di Moto3 2026. Apalagi persaingan kelas Moto3 dikenal sangat keras terhadap rookie baru yang tampil terlalu cepat.

Tekanan mulai terasa ketika seri Mugello berlangsung. Sirkuit sepanjang 5,2 kilometer itu terkenal memiliki straight panjang dan pertarungan slipstream brutal yang sering memicu insiden.

Veda sebenarnya punya modal positif karena pernah tampil impresif di Red Bull Rookies Cup di Mugello pada musim sebelumnya. Namun atmosfer Moto3 World Championship jauh lebih agresif dibanding ajang junior.

Komentar Idolakan Marc Marquez di Italia Sempat Picu Drama

Drama mulai muncul sebelum balapan Moto3 Mugello dimulai. Dalam sesi wawancara dengan media Italia, Veda Ega Pratama ditanya soal rider idolanya.

Banyak pihak memperkirakan Veda akan menyebut Valentino Rossi karena balapan berlangsung di Italia. Namun rider Indonesia itu justru menyebut Marc Marquez sebagai idolanya.

Komentar tersebut langsung ramai di media sosial karena rivalitas panjang antara fans Valentino Rossi dan Marquez masih sangat kuat.

Media Italia bahkan disebut mulai membingkai pernyataan Veda seolah menantang Rossi di kandangnya sendiri. Padahal jawaban Veda dalam wawancara berlangsung santai tanpa nada provokatif.

Situasi itu membuat tekanan mental terhadap Veda meningkat menjelang race. Bahkan muncul rumor beberapa rider muda Eropa semakin termotivasi memberi tekanan kepada rookie asal Indonesia tersebut.

Meski begitu, kabar dari padock menyebut Rossi justru tidak mempermasalahkan komentar Veda. Legenda MotoGP Italia itu disebut menghormati gaya balap Veda yang dinilai agresif tetapi tetap bersih.

Ketegangan kemudian benar-benar terjadi saat race dimulai. Pada lap-lap awal, Veda beberapa kali dipaksa keluar racing line akibat ketatnya pertarungan slipstream di Mugello.

Motornya bahkan sempat kehilangan kestabilan karena turbulensi angin dari rider depan. Situasi makin buruk ketika terjadi kontak keras di tikungan Bucine pada pertengahan balapan.

Akibat insiden itu, posisi Veda langsung tercecer dari rombongan depan. Kru Honda Team Asia dikabarkan sempat frustrasi karena peluang podium mulai menjauh.

Aksi Comeback Veda di Mugello Viral dan Bikin Rival Waspada

Alih-alih bermain aman, Veda Ega Pratama justru mengambil risiko besar pada dua lap terakhir Moto3 Mugello 2026.

Rider Indonesia itu tampil agresif di sektor cepat Arrabbiata 1 dan Arrabbiata 2 yang dikenal berbahaya karena tikungan blind corner berkecepatan tinggi.

Puncaknya terjadi saat Veda melakukan late braking di tikungan San Donato. Aksi overtake bersih terhadap beberapa rider sekaligus langsung viral dan membuat komentator internasional terkejut.

“Rookie ini bukan hanya cepat, tapi juga punya mental balap yang kuat,” sebut salah satu komentator internasional saat siaran berlangsung.

Setelah balapan selesai, nama Veda makin ramai dibicarakan media Eropa dan komunitas MotoGP. Banyak pihak mulai menyebutnya sebagai salah satu rookie paling menarik di Moto3 2026.

Fenomena menarik juga muncul di media sosial Indonesia. Fans Rossi dan Marquez yang biasanya saling berseteru justru kompak mendukung Veda Ega Pratama.

Situasi itu dianggap sebagai sinyal bahwa rider Indonesia mulai mendapat tempat serius di padock Moto3 World Championship. Honda Team Asia pun dikabarkan mulai mendapat perhatian lebih besar dari Jepang akibat performa Veda.

Musim Moto3 2026 memang masih panjang. Namun setelah aksi berani di Mugello, padock MotoGP disebut mulai melihat Indonesia bukan lagi sekadar pelengkap grid balap dunia.

Baca Juga: Hasil MotoGP Prancis 2026: Jorge Martin Pecah Telur di Le Mans, Aprilia Sapu Bersih Podium Saat Ducati Merana Tanpa Marc Marquez!

Editor : Muhamad Ahsanul Wildan
#Moto3 Mugello #Honda Team Asia #veda ega pratama #moto3 2026 #marc marquez