Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Hiroshi Aoyama Disorot Usai Veda Ega Pratama Kesulitan di Catalunya, Kritik Mekanik Honda Team Asia Makin Panas Jelang Moto3 Mugello

Muhamad Ahsanul Wildan • Minggu, 24 Mei 2026 | 20:18 WIB
Veda Ega Pratama disorot usai kendala motor Honda Team Asia di Moto3 Catalunya, Hiroshi Aoyama kena kritik keras. (Pinterest)
Veda Ega Pratama disorot usai kendala motor Honda Team Asia di Moto3 Catalunya, Hiroshi Aoyama kena kritik keras. (Pinterest)

BLITAR KAWENTAR - Veda Ega Pratama menjadi sorotan besar usai mengalami kendala teknis pada motor Honda Team Asia di Moto3 Catalunya 2026.

Masalah gearbox dan rasio gigi disebut membuat performa Veda Ega Pratama tidak maksimal hingga memicu kritik tajam kepada kru mekanik Honda Team Asia dan manajer tim Hiroshi Aoyama.

Baca Juga: Strategi "Catur" Aprilia Racing di MotoGP 2027: Mengapa Pabrikan Noale Belum Uji Coba Mesin 850cc Saat Rival Mulai Bergerak Diam-diam?

Kritik Pengamat Internasional ke Honda Team Asia

Drama panas Moto3 2026 bermula saat balapan di Sirkuit Catalunya, Spanyol. Data telemetry dan kamera onboard memperlihatkan motor Honda NSF250RW milik Veda Ega Pratama mengalami kesulitan akselerasi ketika keluar tikungan.

Pengamat MotoGP internasional bernama Mateo menyebut masalah utama berasal dari setup gearbox dan gear ratio yang dianggap tidak optimal. Menurutnya, kru mekanik Honda Team Asia terlambat membaca feedback dari pembalap muda asal Gunung Kidul tersebut.

“Di Moto3, selisih sepersekian detik sangat menentukan hasil akhir. Kesalahan rasio gigi bisa menghancurkan ritme balap,” ujar Mateo dalam analisis paddock yang ramai dibahas penggemar balap.

Kritik tersebut langsung menyeret nama Hiroshi Aoyama. Mantan pembalap MotoGP asal Jepang itu dikabarkan tertunduk lesu karena tekanan besar yang menghantam garasi Honda Team Asia.

Veda sendiri tetap tampil kompetitif meski motornya disebut mengalami masalah teknis. Rider berusia 17 tahun itu berhasil finis di posisi kedelapan di Catalunya setelah bersaing ketat dengan pembalap Eropa lain yang dinilai memiliki paket motor lebih siap.

Konsistensi Veda Ega Pratama Bikin Publik Kagum

Di tengah kritik terhadap mekanik Honda Team Asia, performa Veda Ega Pratama justru mendapat banyak pujian dari media internasional.

Berdasarkan data klasemen sementara Moto3 2026 hingga seri keenam, Veda menempati posisi kelima dengan koleksi 58 poin. Menariknya, ia baru sekali naik podium, yakni finis ketiga di Moto3 Brasil.

Namun konsistensi menjadi kekuatan utama pembalap Indonesia tersebut. Veda hampir selalu finis di posisi delapan besar dan hanya sekali gagal finis akibat insiden di Moto3 Amerika Serikat.

Media Italia bahkan menyebut Veda Ega Pratama sebagai salah satu rookie terbaik musim ini. Mental balapnya dianggap matang karena tidak menyalahkan tim meski motor mengalami kendala.

“Saya memang mengalami sedikit masalah teknis, tetapi saya juga harus terus belajar sebagai rookie,” kata Veda dalam pernyataannya usai balapan Catalunya.

Sikap dewasa itu membuat simpati publik semakin besar. Banyak penggemar menilai Honda Team Asia justru menyia-nyiakan talenta emas Indonesia yang sedang berkembang pesat di level Grand Prix.

Rumor lain juga mulai berkembang di paddock Moto3. Sejumlah pengamat menyebut Honda Racing Corporation (HRC) sedang menyiapkan upgrade khusus untuk motor Veda demi menghadapi sisa musim 2026.

Meski belum ada konfirmasi resmi dari Honda, isu tersebut dianggap masuk akal mengingat performa stabil Veda mulai menarik perhatian tim-tim besar Eropa.

Mugello Jadi Harapan Kebangkitan Veda Ega Pratama

Setelah drama Catalunya, perhatian kini tertuju ke Moto3 Mugello di Italia. Sirkuit sepanjang 5,2 kilometer tersebut justru dikenal sebagai trek favorit Veda Ega Pratama.

Data Red Bull Rookies Cup menunjukkan Veda memiliki catatan impresif di Mugello. Pada musim 2024, ia mampu finis kelima dan kedelapan saat masih berstatus rookie di Eropa.

Puncaknya terjadi pada musim 2025 ketika Veda sukses meraih kemenangan back to back di Mugello. Pada Race 1, ia mencatatkan waktu 26 menit 31,484 detik dengan top speed mencapai 226,4 km/jam.

Keberhasilan itu lahir dari strategi slipstream cerdas saat duel melawan Hakim Danish di tikungan terakhir. Veda memanfaatkan aliran angin motor lawan sebelum menyalip tepat di garis finis.

“Kemenangan ganda ini membuat saya percaya bahwa saya bisa melakukannya,” ujar Veda kala itu.

Karakter Mugello yang flowing dan mengandalkan kecepatan tinggi dinilai sangat cocok dengan gaya balap agresif milik Veda Ega Pratama. Hiroshi Aoyama bahkan pernah mengakui Mugello merupakan salah satu sirkuit favorit pembalap Indonesia tersebut.

Kini semua mata tertuju pada Honda Team Asia. Jika masalah gearbox dan rasio gigi berhasil diperbaiki, peluang Veda mencetak sejarah untuk Indonesia di Moto3 Italia terbuka sangat lebar.

Drama kritik mekanik Honda Team Asia akhirnya akan menemukan jawabannya di atas lintasan Mugello. Balapan pekan depan menjadi momentum pembuktian apakah Veda Ega Pratama benar-benar siap naik level sebagai calon bintang masa depan MotoGP.

Baca Juga: Strategi "Catur" Aprilia Racing di MotoGP 2027: Mengapa Pabrikan Noale Belum Uji Coba Mesin 850cc Saat Rival Mulai Bergerak Diam-diam?

Editor : Muhamad Ahsanul Wildan
#hiroshi aoyama #Moto3 Catalunya 2026 #Moto3 Mugello #Honda Team Asia #veda ega pratama