BLITAR - Hiroshi Aoyama akhirnya buka suara terkait performa tim Honda di MotoGP 2026 yang masih belum stabil di beberapa seri awal musim. Mantan pembalap asal Jepang itu menilai perkembangan motor Honda mulai menunjukkan arah positif, meski masih ada pekerjaan besar pada sektor mesin dan konsistensi pembalap di lintasan.
Nama Hiroshi Aoyama kembali menjadi sorotan setelah pernyataannya mengenai kondisi internal Honda Racing Corporation (HRC) beredar luas di komunitas MotoGP. Dalam keterangannya, Aoyama menyebut Honda kini sedang berada dalam fase transisi penting untuk mengejar ketertinggalan dari rival-rival Eropa seperti Ducati dan KTM.
Performa Honda sepanjang MotoGP 2026 memang menjadi perhatian. Dalam beberapa balapan terakhir, rider Honda masih kesulitan menembus podium secara konsisten. Padahal, pabrikan asal Jepang itu sudah melakukan banyak pengembangan sejak akhir musim lalu.
Hiroshi Aoyama Sebut Honda Mulai Menemukan Arah Pengembangan
Hiroshi Aoyama menjelaskan bahwa Honda sebenarnya mulai menemukan titik terang dalam pengembangan motor terbaru mereka. Menurutnya, tim teknis HRC telah bekerja keras memperbaiki kelemahan utama yang selama ini dikeluhkan para pembalap.
Salah satu fokus terbesar ada pada karakter mesin dan kestabilan motor saat keluar tikungan. Aoyama menilai masalah tersebut menjadi faktor utama yang membuat rider Honda kesulitan bersaing dengan motor Ducati yang terkenal agresif namun stabil.
“Perkembangannya ada, meski belum sempurna. Mereka sedang mencoba memahami kombinasi terbaik antara mesin, aerodinamika, dan elektronik,” ujar Aoyama dalam keterangannya.
Musim 2026 menjadi momentum penting bagi Honda setelah beberapa tahun terakhir mengalami penurunan performa drastis di MotoGP. Data klasemen sementara menunjukkan Honda masih tertinggal cukup jauh dalam perebutan gelar konstruktor dibanding Ducati yang mendominasi sejak awal musim.
Selain sektor teknis, Aoyama juga menyoroti pentingnya adaptasi pembalap terhadap karakter motor baru Honda. Menurutnya, perubahan gaya balap menjadi tantangan tersendiri bagi rider yang sebelumnya terbiasa dengan karakter motor berbeda.
Mesin Honda Dinilai Belum Konsisten di MotoGP 2026
Dalam analisanya, Hiroshi Aoyama menilai masalah utama Honda saat ini bukan hanya soal tenaga mesin, melainkan konsistensi performa sepanjang balapan. Ia menyebut motor Honda kadang tampil kompetitif dalam satu sesi, namun kehilangan performa di sesi berikutnya.
Kondisi tersebut membuat pembalap sulit mendapatkan ritme balapan yang ideal. Di MotoGP modern, kestabilan performa dianggap jauh lebih penting dibanding sekadar kecepatan puncak.
Aoyama menilai Ducati saat ini unggul karena memiliki paket motor yang lengkap. Sementara Honda masih terus mencari formula terbaik agar motor tetap kompetitif dalam berbagai kondisi lintasan.
“Bukan hanya cepat satu lap, tapi bagaimana motor bisa stabil selama balapan penuh,” katanya.
Sejumlah pembalap Honda sebelumnya juga sempat mengeluhkan grip belakang dan respons akselerasi motor. Masalah itu disebut berdampak langsung terhadap kepercayaan diri rider ketika bertarung di tikungan cepat.
Meski demikian, Aoyama optimistis Honda bisa bangkit apabila pengembangan terus berjalan konsisten hingga pertengahan musim. Apalagi, Honda dikenal memiliki sumber daya besar dan pengalaman panjang di ajang MotoGP.
Hiroshi Aoyama Soroti Mental Pembalap Honda
Selain masalah teknis, Hiroshi Aoyama juga menyinggung faktor mental pembalap Honda yang dinilai sangat menentukan dalam situasi sulit seperti sekarang. Ia mengatakan tekanan besar untuk membawa Honda kembali ke papan atas bisa memengaruhi performa rider di lintasan.
Menurutnya, pembalap Honda harus tetap percaya diri meski hasil belum maksimal. Sebab, proses pengembangan motor tidak bisa menghasilkan perubahan instan dalam waktu singkat.
Aoyama menilai kerja sama antara rider dan teknisi menjadi kunci penting dalam mempercepat peningkatan performa motor Honda musim ini. Ia meminta seluruh elemen tim tetap fokus dan tidak panik menghadapi tekanan kompetisi MotoGP 2026.
Di sisi lain, penggemar Honda mulai berharap adanya peningkatan signifikan dalam beberapa seri mendatang. Dukungan terhadap proyek pengembangan HRC juga terus mengalir dari komunitas MotoGP global.
Jika Honda berhasil menemukan setting terbaik motornya, peluang kembali bersaing di barisan depan diyakini masih terbuka. Namun, persaingan ketat dengan Ducati, KTM, hingga Aprilia membuat tugas tersebut tidak akan mudah.
Hiroshi Aoyama menegaskan bahwa proses kebangkitan Honda membutuhkan waktu, tetapi ia percaya pabrikan Jepang itu memiliki kapasitas untuk kembali menjadi penantang serius dalam perebutan gelar MotoGP.
Editor : Ingge Nayla Ayu Karina