Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Hiroshi Aoyama Beberkan Penyebab Honda Sulit Bersaing di MotoGP 2026, Ternyata Bukan Cuma Soal Mesin

Ingge Nayla Ayu Karina • Kamis, 28 Mei 2026 | 14:28 WIB
Hiroshi Aoyama ungkap penyebab Honda sulit bersaing di MotoGP 2026, mulai dari mesin hingga keseimbangan motor.
Hiroshi Aoyama ungkap penyebab Honda sulit bersaing di MotoGP 2026, mulai dari mesin hingga keseimbangan motor.gemini ai

 

BLITAR - Hiroshi Aoyama mengungkap alasan utama yang membuat Honda masih kesulitan bersaing di MotoGP 2026. Mantan pembalap sekaligus figur penting di lingkungan Honda itu menilai persoalan yang dihadapi tim tidak hanya berasal dari performa mesin, tetapi juga pengembangan motor yang belum sepenuhnya sesuai kebutuhan pembalap.

 

Pernyataan Hiroshi Aoyama langsung menarik perhatian publik MotoGP karena Honda hingga kini belum mampu tampil dominan seperti era kejayaannya beberapa tahun lalu. Meski sudah membawa sejumlah pembaruan teknis pada musim 2026, hasil di lintasan masih belum sesuai harapan.

 

Dalam beberapa seri awal MotoGP 2026, pembalap Honda terlihat kesulitan bersaing dengan Ducati dan KTM yang tampil jauh lebih konsisten. Kondisi tersebut membuat tekanan terhadap Honda semakin besar, terutama dari penggemar yang berharap kebangkitan cepat dari pabrikan Jepang itu.

 

Hiroshi Aoyama Nilai Honda Kehilangan Keseimbangan Motor

 

Hiroshi Aoyama menyebut salah satu masalah terbesar Honda musim ini adalah keseimbangan motor yang belum optimal. Menurutnya, motor Honda masih sulit dikendalikan ketika memasuki tikungan cepat dan saat melakukan akselerasi keluar tikungan.

 

Masalah tersebut membuat pembalap harus bekerja lebih keras untuk menjaga ritme balapan. Dalam MotoGP modern, stabilitas motor menjadi faktor penting karena setiap pembalap membutuhkan rasa percaya diri penuh ketika memacu motor di kecepatan tinggi.

 

“Bukan hanya soal tenaga mesin, tetapi bagaimana motor memberikan feeling yang nyaman kepada pembalap,” ujar Aoyama.

 

Ia menjelaskan bahwa Honda sebenarnya telah melakukan berbagai perubahan pada aerodinamika dan distribusi bobot motor. Namun, proses menemukan kombinasi terbaik membutuhkan waktu yang tidak singkat.

 

Data performa di beberapa balapan juga menunjukkan Honda masih tertinggal dalam hal kecepatan rata-rata dibanding Ducati. Bahkan, beberapa rider Honda mengalami kesulitan mempertahankan performa ban pada lap-lap akhir.

 

Situasi itu membuat tim teknis HRC terus bekerja melakukan evaluasi setiap akhir pekan balapan. Aoyama percaya pengembangan bertahap masih menjadi solusi terbaik agar Honda tidak salah arah dalam proyek MotoGP 2026.

 

Mesin Honda Disebut Belum Mampu Maksimalkan Potensi Pembalap

 

Selain keseimbangan motor, Hiroshi Aoyama juga menyoroti performa mesin Honda yang dinilai belum maksimal. Ia mengatakan tenaga mesin sebenarnya cukup kompetitif, tetapi penyampaian tenaga ke roda belakang masih belum konsisten.

 

Kondisi tersebut menyebabkan pembalap kesulitan memaksimalkan akselerasi di lintasan lurus maupun saat keluar tikungan. Dalam persaingan MotoGP yang sangat ketat, detail kecil seperti respons throttle bisa menentukan hasil balapan.

 

Aoyama menilai Ducati saat ini unggul karena memiliki paket motor yang lebih lengkap. Motor mereka tidak hanya cepat, tetapi juga mudah dikendalikan dalam berbagai kondisi lintasan.

 

“Para rider membutuhkan motor yang bisa diprediksi. Kalau motor sulit ditebak, pembalap akan kehilangan kepercayaan diri,” katanya.

 

Sejumlah pengamat MotoGP juga menilai Honda masih tertinggal dalam pengembangan elektronik dibanding rival-rival Eropa. Sistem elektronik yang kurang sempurna dapat memengaruhi traksi dan pengendalian motor ketika balapan berlangsung.

 

Meski demikian, Honda disebut terus berupaya mengejar ketertinggalan dengan membawa komponen baru hampir di setiap seri MotoGP 2026. Pengembangan intensif itu menjadi bukti bahwa HRC belum menyerah untuk kembali kompetitif.

 

Hiroshi Aoyama Optimistis Honda Bisa Bangkit

 

Di tengah berbagai masalah yang dihadapi Honda, Hiroshi Aoyama tetap optimistis tim tersebut mampu bangkit dalam waktu dekat. Ia menilai pengalaman panjang Honda di MotoGP menjadi modal besar untuk memperbaiki situasi.

 

Menurut Aoyama, kebangkitan Honda tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga mental seluruh tim. Ia meminta para pembalap tetap fokus dan tidak kehilangan motivasi meski hasil balapan belum memuaskan.

 

Honda sendiri diketahui terus meningkatkan komunikasi antara pembalap dan tim teknis agar pengembangan motor lebih tepat sasaran. Evaluasi dilakukan secara detail setelah setiap balapan untuk mencari solusi dari berbagai kelemahan yang muncul.

 

Di sisi lain, persaingan MotoGP 2026 diprediksi semakin ketat karena Ducati, KTM, dan Aprilia terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hal itu membuat Honda harus bergerak lebih cepat jika ingin kembali bersaing dalam perebutan podium.

 

Aoyama percaya perubahan besar tidak bisa terjadi secara instan. Namun, jika proses pengembangan berjalan konsisten hingga pertengahan musim, peluang Honda untuk kembali kompetitif masih terbuka lebar.

 

Pernyataan Hiroshi Aoyama sekaligus menjadi gambaran bahwa perjuangan Honda di MotoGP 2026 masih panjang. Publik kini menunggu apakah pabrikan Jepang itu mampu menjawab tantangan dan kembali menjadi kekuatan utama di lintasan balap dunia.

Editor : Ingge Nayla Ayu Karina
#hiroshi aoyama #MotoGP terbaru #Mesin Honda MotoGP #Honda MotoGP 2026 #Performa Honda