Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Hiroshi Aoyama Soroti Krisis Honda di MotoGP 2026, Akui Tim Jepang Kini Tertinggal dari Ducati

Ingge Nayla Ayu Karina • Kamis, 28 Mei 2026 | 14:32 WIB
Hiroshi Aoyama akui Honda tertinggal dari Ducati di MotoGP 2026 akibat masalah performa motor dan konsistensi pembalap.
Hiroshi Aoyama akui Honda tertinggal dari Ducati di MotoGP 2026 akibat masalah performa motor dan konsistensi pembalap.gemini ai

 

BLITAR - Hiroshi Aoyama mengakui Honda sedang menghadapi masa sulit di MotoGP 2026 setelah gagal menunjukkan performa konsisten dalam beberapa seri awal musim. Mantan pembalap asal Jepang itu menyebut dominasi Ducati saat ini menjadi bukti bahwa Honda masih tertinggal cukup jauh dalam pengembangan motor balap modern.

 

Komentar Hiroshi Aoyama langsung menjadi perhatian pecinta MotoGP karena Honda dikenal sebagai salah satu tim paling sukses dalam sejarah balap motor dunia. Namun dalam beberapa musim terakhir, performa tim pabrikan Jepang tersebut terus mengalami penurunan.

 

MotoGP 2026 bahkan disebut menjadi salah satu musim paling berat bagi Honda. Beberapa pembalap mereka kesulitan bersaing di papan atas, sementara Ducati terus mendominasi podium dengan performa motor yang lebih stabil dan agresif.

 

Aoyama menilai kondisi ini tidak bisa dianggap masalah kecil. Menurutnya, Honda harus segera melakukan pembenahan besar jika tidak ingin semakin tertinggal dari para rival Eropa.

 

Hiroshi Aoyama Sebut Ducati Kini Jadi Standar Baru MotoGP

 

Dalam pernyataannya, Hiroshi Aoyama mengatakan Ducati saat ini telah menjadi standar baru dalam persaingan MotoGP modern. Pabrikan Italia tersebut dinilai berhasil menciptakan motor yang tidak hanya cepat, tetapi juga mudah dikendalikan oleh pembalap.

 

Menurut Aoyama, perbedaan terbesar antara Ducati dan Honda terlihat pada kestabilan motor ketika balapan berlangsung. Ducati mampu menjaga performa sejak awal hingga akhir lomba, sedangkan Honda masih sering kehilangan ritme.

 

“Ducati sekarang memiliki paket yang sangat lengkap. Mereka cepat di lintasan lurus dan tetap stabil saat menikung,” ujar Aoyama.

 

Ia menjelaskan Honda sebenarnya terus membawa pengembangan baru di setiap seri. Namun hasilnya belum cukup signifikan untuk memangkas jarak dari Ducati.

 

Beberapa data balapan menunjukkan rider Honda masih kesulitan dalam sektor akselerasi dan grip ban belakang. Kondisi itu membuat pembalap kehilangan banyak waktu saat keluar tikungan.

 

Selain itu, Aoyama menilai adaptasi terhadap teknologi baru juga menjadi tantangan tersendiri bagi Honda. MotoGP modern kini sangat bergantung pada aerodinamika dan sistem elektronik yang semakin kompleks.

 

Honda Dinilai Kehilangan Identitas Motor Balap

 

Hiroshi Aoyama juga menyoroti perubahan karakter motor Honda yang dianggap belum menemukan identitas jelas. Ia mengatakan motor Honda saat ini terlalu sulit dipahami oleh pembalap, sehingga performa di lintasan menjadi tidak konsisten.

 

Masalah tersebut membuat rider harus mengubah gaya balap hampir di setiap seri. Padahal, pembalap membutuhkan motor yang stabil agar mampu tampil maksimal sepanjang musim.

 

Aoyama menyebut salah satu kekuatan Honda pada masa lalu adalah karakter motor yang agresif namun tetap mudah dikendalikan. Sayangnya, keunggulan itu dinilai mulai hilang dalam beberapa tahun terakhir.

 

“Pembalap membutuhkan rasa percaya diri penuh. Kalau motor sulit diprediksi, hasilnya pasti tidak maksimal,” katanya.

 

Musim 2026 menjadi ujian berat bagi Honda karena tekanan publik semakin besar. Penggemar mulai mempertanyakan kemampuan HRC dalam mengejar perkembangan teknologi rival Eropa.

 

Meski begitu, Honda tetap menunjukkan keseriusan dengan terus melakukan evaluasi teknis setelah setiap balapan. Tim teknisi disebut bekerja intensif mencari solusi terbaik untuk memperbaiki performa motor.

 

Hiroshi Aoyama Yakin Honda Masih Bisa Bangkit

 

Walau mengakui Honda sedang tertinggal, Hiroshi Aoyama tetap optimistis tim tersebut bisa kembali kompetitif di MotoGP. Ia percaya pengalaman panjang Honda dalam dunia balap menjadi modal penting untuk bangkit dari keterpurukan.

 

Menurutnya, proses kebangkitan memang tidak akan berjalan instan. Honda membutuhkan waktu untuk menyempurnakan pengembangan mesin, aerodinamika, hingga sistem elektronik motor mereka.

 

Aoyama juga meminta para pembalap Honda tetap menjaga mental bertanding di tengah tekanan besar musim ini. Ia menilai kerja sama antara rider dan teknisi akan menjadi faktor penting dalam mempercepat proses perbaikan.

 

Di sisi lain, persaingan MotoGP 2026 diprediksi semakin panas karena Ducati, KTM, dan Aprilia terus memperlihatkan peningkatan performa signifikan. Hal itu membuat Honda harus bergerak lebih cepat agar tidak semakin tertinggal.

 

Hiroshi Aoyama menegaskan bahwa Honda masih memiliki potensi besar untuk kembali ke papan atas. Namun, semua pihak di dalam tim harus bersatu dan fokus menghadapi tantangan berat MotoGP era modern.

Editor : Ingge Nayla Ayu Karina
#hiroshi aoyama #Performa Honda #ducati motogp #MotoGP 2026 #Honda MotoGP