BLITAR KAWENTAR - Veda Ega Pratama sukses mencuri perhatian pada sesi practice Moto3 GP Italia 2026 di Sirkuit Mugello setelah finis di posisi ketiga dan memastikan tiket langsung ke Q2.
Penampilan impresif pembalap muda Indonesia itu bahkan membuat CEO Aspar Team, Jorge Martinez, memberikan pujian khusus yang menjadi sorotan paddock MotoGP.
Pembalap Honda Team Asia tersebut mencatat waktu 1 menit 54,672 detik, hanya kalah dari Adrian Fernandez dan Maximo Quiles.
Hasil itu membuat nama Veda Ega Pratama ramai dibicarakan karena dinilai mulai mampu bersaing dengan para rider papan atas Moto3 musim ini.
Selain kecepatannya di lintasan Mugello, Veda juga mendapat apresiasi karena sikap dan mentalitasnya yang dianggap berbeda dibanding pembalap muda lainnya.
Jorge Martinez Sebut Veda Ega Pratama Punya Mental Pembalap Besar
CEO Aspar Team Jorge Martinez mengaku kagum dengan performa sekaligus karakter Veda Ega Pratama sepanjang Moto3 GP Italia 2026. Menurut legenda balap Spanyol tersebut, Veda bukan hanya cepat, tetapi juga memiliki attitude yang sangat baik.
“Semua orang bisa melihat kecepatannya di Mugello. Dia sangat cepat, sangat tenang, dan punya feeling luar biasa dengan motor,” ujar Jorge Martinez di paddock Mugello.
Martinez mengatakan dirinya sudah mengikuti perkembangan Veda dalam beberapa bulan terakhir. Ia menilai pembalap asal Gunungkidul itu tetap rendah hati meski popularitasnya terus meningkat di dunia balap Grand Prix.
“Dia tetap sederhana, tetap menghormati semua orang di paddock, dan tetap fokus bekerja. Itu sangat langka,” katanya.
Pernyataan itu semakin menarik ketika Martinez menyinggung aksi sosial Veda Ega Pratama menjelang Idul Adha. Ia mengaku tersentuh mendengar kabar Veda membagikan 200 sapi kurban di Indonesia.
“Di usia muda ketika banyak atlet hanya memikirkan karier dan popularitas, dia justru memikirkan masyarakatnya,” lanjut Martinez.
Veda Ega Pratama Diprediksi Jadi Ancaman Podium Moto3 Italia
Performa Veda Ega Pratama di Mugello membuat Jorge Martinez yakin rider Indonesia itu bisa bertarung memperebutkan podium Moto3 GP Italia 2026. Bahkan, Martinez memprediksi duel sengit bisa terjadi antara Veda dan Maximo Quiles.
“Kalau melihat pace-nya hari ini, saya yakin dia akan bertarung untuk podium,” ucap Martinez.
Sepanjang sesi practice, Veda memang tampil konsisten di grup depan. Ia beberapa kali mencatat sektor ungu ketika banyak pembalap kesulitan menjaga grip ban di tikungan cepat Mugello.
Pada menit-menit akhir practice, Veda kembali mempertajam waktunya hingga mengunci posisi ketiga klasemen. Catatan tersebut menjadi modal penting menjelang sesi kualifikasi dan balapan utama akhir pekan ini.
Adrian Fernandez menutup practice sebagai yang tercepat dengan waktu 1 menit 54,301 detik. Sementara Maximo Quiles berada di posisi kedua sebelum Veda melengkapi tiga besar.
Persaingan Moto3 GP Italia diprediksi semakin panas karena banyak rider mulai menunjukkan performa kompetitif sejak hari pertama.
Rivalitas dengan Alvaro Carpe dan Hakim Danish Mulai Memanas
Selain mendapat pujian dari Jorge Martinez, Veda Ega Pratama juga menjadi pusat perhatian karena rivalitasnya dengan Alvaro Carpe dan Hakim Danish.
Pembalap Red Bull KTM Ajo, Alvaro Carpe, mengaku tidak puas finis di belakang Veda pada sesi practice Mugello. Carpe menilai dirinya masih memiliki potensi lebih besar saat balapan nanti.
“Saya tidak senang berada di belakang Veda. Dia tampil cepat hari ini, tetapi balapan nanti akan berbeda,” ujar Carpe.
Tak hanya itu, pembalap Malaysia Hakim Danish juga melontarkan kritik usai gagal lolos otomatis ke Q2. Danish menuding Veda sempat mengganggu racing line ketika practice berlangsung.
Namun hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Race Direction maupun Dorna terkait tudingan tersebut. Honda Team Asia dan Veda Ega Pratama juga belum memberikan tanggapan.
Menariknya, pada akhir video sumber disebutkan bahwa sebagian narasi rivalitas dan kontroversi tersebut hanyalah konten edukasi untuk mengingatkan penonton agar berhati-hati terhadap berita karangan yang beredar di media sosial.
Meski begitu, performa Veda Ega Pratama di Moto3 GP Italia 2026 tetap menjadi sorotan besar publik Indonesia. Jika mampu menjaga konsistensi saat balapan utama, bukan tidak mungkin rider muda Indonesia itu benar-benar mencetak sejarah baru di Mugello.
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan