BLITAR KAWENTAR - Nama Veda Ega Pratama menjadi sorotan utama setelah sesi practice Moto3 GP Italia 2026 di Sirkuit Mugello berlangsung panas.
Pembalap Indonesia itu bukan hanya sukses lolos langsung ke Q2, tetapi juga disebut memicu rivalitas sengit dengan Alvaro Carpe hingga Hakim Danish.
Veda Ega Pratama menempati posisi ketiga practice Moto3 Italia 2026 dengan catatan waktu 1 menit 54,672 detik.
Hasil tersebut membuat rider Honda Team Asia itu berada di depan Alvaro Carpe dan jauh meninggalkan Hakim Danish yang gagal lolos otomatis ke Q2.
Situasi itu langsung memunculkan berbagai komentar tajam dari para rivalnya di paddock Moto3.
Alvaro Carpe Tak Terima Kalah dari Veda Ega Pratama
Pembalap Red Bull KTM Ajo, Alvaro Carpe, menjadi salah satu rider yang terang-terangan mengaku tidak puas finis di belakang Veda Ega Pratama pada sesi practice Moto3 GP Italia 2026.
“Saya tidak senang berada di belakang Veda. Dia tampil cepat hari ini, tetapi balapan nanti akan berbeda,” ujar Carpe usai sesi practice di Mugello.
Carpe menilai dirinya masih memiliki potensi lebih besar yang belum keluar sepenuhnya pada hari pertama. Ia juga memastikan bakal tampil lebih agresif saat balapan utama berlangsung.
Persaingan keduanya memang sudah beberapa kali terjadi sejak awal musim Moto3 2026. Pada sesi practice Mugello, Carpe sempat beberapa kali unggul sebelum Veda mencatat lap cepat di akhir sesi.
Duel mereka diprediksi menjadi salah satu pertarungan paling menarik akhir pekan ini, terutama karena keduanya sama-sama tampil kuat di sektor cepat Mugello.
Data practice menunjukkan Adrian Fernandez menjadi yang tercepat dengan waktu 1 menit 54,301 detik, diikuti Maximo Quiles dan Veda Ega Pratama di posisi ketiga.
Hakim Danish Tuduh Veda Ganggu Racing Line
Kontroversi semakin memanas setelah pembalap Malaysia Hakim Danish melontarkan kritik tajam kepada Veda Ega Pratama usai gagal lolos otomatis ke Q2.
Hakim Danish hanya finis di posisi ke-19 dengan waktu 1 menit 55,873 detik. Rider Malaysia itu kemudian menuding Veda sempat mengganggu putaran cepatnya di lintasan Mugello.
“Saya kehilangan banyak waktu karena Veda beberapa kali berada di racing line dan itu mengganggu putaran cepat saya,” ujar Danish kepada media.
Tak berhenti sampai di situ, Danish bahkan mengaku siap membawa persoalan tersebut ke Race Direction dan Dorna untuk ditinjau lebih lanjut.
“Kami akan melaporkan situasi ini ke Dorna. Mereka harus mengecek data dan video,” katanya.
Namun hingga saat ini belum ada keputusan resmi dari Race Direction terkait dugaan penghalangan tersebut. Honda Team Asia maupun Veda Ega Pratama juga belum memberikan tanggapan resmi atas tudingan itu.
Jorge Martinez Justru Beri Pujian Besar kepada Veda
Di tengah panasnya rivalitas Moto3 Italia 2026, CEO Aspar Team Jorge Martinez justru memberikan pujian besar kepada Veda Ega Pratama.
Menurut Martinez, pembalap muda Indonesia tersebut memiliki kombinasi kecepatan, ketenangan, dan mentalitas luar biasa yang jarang dimiliki rider seusianya.
“Dia sangat cepat, sangat tenang, dan punya feeling luar biasa dengan motor,” ujar Martinez.
Legenda balap Spanyol itu bahkan memprediksi Veda bakal menjadi ancaman serius dalam perebutan podium Moto3 GP Italia akhir pekan ini.
Martinez juga mengaku kagum dengan karakter Veda di luar lintasan. Ia menyebut rider asal Gunungkidul itu tetap rendah hati meski mulai dikenal luas di paddock MotoGP.
Performa Veda sepanjang practice memang cukup stabil. Ia beberapa kali mencatat sektor ungu dan mampu menjaga konsistensi ketika banyak rider kesulitan mengontrol grip ban.
Menariknya, di bagian akhir video sumber disebutkan bahwa sebagian cerita rivalitas tersebut hanyalah konten edukasi untuk mengingatkan publik agar tidak mudah percaya berita karangan yang beredar di YouTube dan media sosial.
Meski demikian, hasil practice Moto3 GP Italia 2026 tetap menunjukkan bahwa Veda Ega Pratama kini mulai diperhitungkan sebagai salah satu pembalap muda Asia yang mampu bersaing di level Grand Prix dunia.
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan