BLITAR KAWENTAR - Veda Ega Pratama sukses mencuri perhatian pada sesi practice Moto3 Italia 2026 di Sirkuit Mugello setelah finis posisi ketiga dan lolos otomatis ke Q2.
Penampilan impresif rider muda Indonesia itu bahkan membuat legenda MotoGP, Valentino Rossi, ikut memberikan pujian terbuka yang langsung menjadi sorotan publik balap dunia.
Pembalap Honda Team Asia tersebut mencatat waktu 1 menit 44,709 detik pada sesi practice Moto3 Italia 2026.
Hasil itu menempatkan Veda Ega Pratama hanya di belakang Maximo Quiles dan David Munoz di lintasan Mugello yang dikenal sebagai salah satu trek paling teknikal dalam kalender MotoGP.
Nama Veda Ega Pratama pun langsung ramai dibicarakan di paddock Mugello.
Performa konsisten rider asal Gunung Kidul itu dianggap sebagai salah satu kejutan terbesar dalam rangkaian Moto3 musim 2026.
Valentino Rossi Sebut Veda Ega Pratama Punya Mental Pembalap Besar
Valentino Rossi menjadi salah satu sosok yang ikut menyoroti performa Veda Ega Pratama di Moto3 Italia 2026. Dalam wawancara bersama media Italia, The Doctor mengaku terkejut melihat perkembangan cepat pembalap berusia 17 tahun tersebut.
“Dia sangat berani. Bukan hanya cepat, tetapi dia punya keberanian mengambil keputusan dalam situasi sulit,” ujar Valentino Rossi.
Menurut Rossi, karakter Mugello biasanya menyulitkan para rookie karena membutuhkan feeling motor dan keberanian tinggi di sektor-sektor cepat. Namun, Veda justru tampil nyaman sejak awal sesi practice berlangsung.
Rossi juga menyebut Veda Ega Pratama memiliki insting balap agresif yang cocok dengan karakter Moto3 modern. Ia menilai rider muda Indonesia itu tidak ragu mengambil celah sempit dan mampu membaca situasi balapan dengan cepat.
“Dia punya insting bertarung yang bagus. Kadang pembalap muda terlalu berhati-hati, tetapi dia tahu kapan harus menyerang,” lanjut Rossi.
Pujian tersebut langsung membuat nama Veda Ega Pratama semakin ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak penggemar MotoGP Indonesia menilai komentar Valentino Rossi menjadi sinyal bahwa Veda mulai mendapat perhatian serius dari paddock Eropa.
Rival KTM Disebut Mulai Tertekan Setelah Kalah Lagi dari Veda
Selain pujian dari Valentino Rossi, hasil practice Moto3 Italia 2026 juga memunculkan tekanan baru bagi rival-rival Veda Ega Pratama, terutama dari kubu KTM Ajo.
Brian Uriarte yang sebelumnya digadang-gadang sebagai salah satu rookie terbaik musim ini hanya mampu finis di posisi ketujuh. Hasil tersebut membuat rider KTM itu kembali kalah dari Veda Ega Pratama.
Sejumlah laporan media paddock Eropa bahkan menyebut bos KTM Ajo, Aki Ajo, kecewa dengan performa Uriarte yang belum mampu menyamai kecepatan pembalap Indonesia tersebut.
Sejak awal Moto3 2026, Veda tercatat beberapa kali mampu unggul atas Brian Uriarte, mulai dari Thailand, Brasil, Jerez, Le Mans hingga Mugello. Konsistensi itu membuat banyak pengamat mulai menilai Veda sebagai dark horse Moto3 musim ini.
Yang menarik, Veda Ega Pratama mampu bersaing menggunakan motor Honda NSF250RW yang selama ini dianggap belum sekuat KTM di kelas Moto3.
Beberapa jurnalis MotoGP Eropa bahkan menyebut kemampuan adaptasi dan mental bertarung Veda menjadi pembeda utama dibanding rookie lain musim ini.
“Dia terlihat sangat lapar untuk belajar. Itu kualitas yang dimiliki pembalap besar,” kata Rossi lagi.
Erling Haaland Ikut Komentari Penampilan Veda Ega Pratama
Performa Veda Ega Pratama ternyata tidak hanya menarik perhatian dunia MotoGP. Striker Manchester City asal Norwegia, Erling Haaland, juga ikut memberikan komentar mengenai aksi rider muda Indonesia tersebut di Mugello.
Dalam sebuah wawancara santai di Italia, Haaland mengaku sempat melihat cuplikan sesi practice Moto3 Italia 2026 dan langsung tertarik dengan gaya balap Veda.
“Saya melihat beberapa lap-nya. Dia terlihat sangat agresif dan percaya diri,” ujar Erling Haaland.
Komentar itu langsung viral di media sosial karena banyak penggemar tidak menyangka Haaland mengikuti perkembangan Moto3 dan mengetahui nama Veda Ega Pratama.
Haaland bahkan menyebut mental pekerja keras menjadi salah satu rahasia perkembangan cepat Veda di Eropa.
“Talenta penting, tetapi mental dan kerja keras jauh lebih penting,” lanjut Haaland.
Meski demikian, pada akhir video sumber disebutkan bahwa sejumlah narasi mengenai komentar Valentino Rossi, Aki Ajo, hingga Erling Haaland tersebut merupakan karangan atau hoaks yang dibuat untuk edukasi agar penonton lebih teliti dalam menerima informasi di media sosial.
Namun terlepas dari klaim tersebut, performa Veda Ega Pratama di Moto3 Italia 2026 memang menjadi sorotan setelah berhasil finis ketiga pada sesi practice dan lolos langsung ke Q2. Penampilan konsisten rider muda Indonesia itu kini semakin dinantikan pada sesi kualifikasi resmi di Mugello.
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan