BLITAR KAWENTAR -Kiandra Ramadipa akhirnya meraih podium perdana musim ini di ajang JuniorGP Catalunya setelah finis di posisi ketiga usai dua rivalnya mendapat penalti.
Hasil tersebut menjadi momen penting bagi pembalap muda Indonesia itu karena didapat setelah perjuangan berat menghadapi keterbatasan motor Honda di lintasan lurus Sirkuit Catalunya.
Podium P3 yang diraih Ramadipa bukan sekadar tambahan poin biasa. Pembalap muda Indonesia tersebut tampil konsisten sepanjang akhir pekan balapan, mulai sesi latihan, kualifikasi, hingga race utama.
Ia terus bertarung di barisan depan meski motor yang digunakan kalah kompetitif dalam top speed.
Hasil balapan berubah setelah Carlos Cano dan Guilm Ques dijatuhi penalti akibat pelanggaran overtake saat kondisi yellow flag.
Keputusan steward membuat posisi Ramadipa naik ke peringkat ketiga dan memastikan podium pertamanya musim ini di JuniorGP.
Perjuangan Berat Kiandra Ramadipa di Catalunya
Balapan di Catalunya menjadi ujian berat bagi Kiandra Ramadipa. Karakter sirkuit yang memiliki trek lurus panjang membuat motor Honda yang digunakannya kesulitan bersaing dalam kecepatan puncak.
Namun, Ramadipa mampu menutupi kekurangan itu lewat kemampuan teknis di area tikungan. Ia beberapa kali melakukan late braking agresif untuk merebut posisi dari rival-rivalnya.
Pada race pertama, pembalap Indonesia tersebut sempat masuk rombongan depan. Sayangnya, momentum yang dibangun di sektor tikungan sering hilang ketika memasuki lintasan lurus utama Catalunya.
Situasi serupa kembali terjadi pada race kedua. Berkali-kali Ramadipa berhasil menyalip lawan di sektor teknis, tetapi kembali dilewati saat memasuki straight panjang.
“Ramadipa menunjukkan mental petarung karena tetap menyerang hingga lap terakhir,” demikian narasi yang muncul dalam ulasan balapan tersebut.
Penalti Rival Ubah Hasil Balapan JuniorGP Catalunya
Drama terjadi beberapa jam setelah balapan selesai. Steward memutuskan Carlos Cano dan Guilm Ques melakukan pelanggaran overtake ketika yellow flag sedang aktif.
Keputusan penalti itu langsung mengubah klasemen hasil race. Kiandra Ramadipa yang sebelumnya berada di luar tiga besar resmi naik ke posisi ketiga dan mendapatkan podium perdana musim ini.
Meski podium datang setelah investigasi pasca-balapan, hasil tersebut dinilai tetap pantas untuk didapatkan pembalap Indonesia itu. Sebab, sepanjang akhir pekan ia tampil kompetitif dan konsisten berada di grup depan.
Podium ini juga terasa spesial karena menjadi pencapaian penting bagi perjalanan karier Ramadipa di level JuniorGP. Apalagi musim ini persaingan berlangsung ketat dengan banyak pembalap Eropa yang memiliki paket motor lebih kompetitif.
Tambahan poin dari podium tersebut membuat posisi Ramadipa semakin kuat di klasemen sementara.
Peluang Kiandra Ramadipa Menuju Moto3 Semakin Terbuka
Hasil di Catalunya membuat Kiandra Ramadipa kini naik ke posisi kedua klasemen JuniorGP. Situasi tersebut membuka peluang besar bagi pembalap muda Indonesia itu untuk masuk radar tim Moto3 musim depan.
Konsistensi yang ditunjukkan sepanjang musim mulai menarik perhatian banyak pihak. Ramadipa dinilai bukan lagi sekadar pelengkap grid, tetapi sudah masuk dalam kelompok penantang serius perebutan gelar.
Performa impresif di Catalunya juga menjadi sinyal positif bagi Honda yang tengah mencari talenta muda untuk proyek jangka panjang mereka.
Jika tren positif ini terus berlanjut, peluang Ramadipa mendapatkan kursi di World Championship Moto3 musim depan akan semakin besar. Terlebih, ia mampu tampil kompetitif meski belum memiliki motor terbaik di semua karakter sirkuit.
Catalunya akhirnya menjadi cerita tentang kerja keras dan mental pantang menyerah seorang Kiandra Ramadipa. Berkali-kali kehilangan posisi di trek lurus tidak membuatnya menyerah untuk terus menyerang hingga akhir balapan.
Podium perdana itu pun menjadi bukti bahwa perjuangan panjang pembalap muda Indonesia tersebut akhirnya terbayar manis.
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan