JAKARTA - Manajemen Persebaya Surabaya benar-benar tidak main-main dalam mempersiapkan diri menghadapi musim kompetisi 2026/2027. Di tengah panasnya rumor di bursa transfer Persebaya, klub kebanggaan warga Surabaya ini justru memberikan kabar mengejutkan sekaligus menggembirakan bagi pendukung setianya, Bonek. Bajul Ijo secara resmi mengamankan tanda tangan gelandang kreatif Francisco Rivera selama tiga tahun ke depan, sebuah langkah strategis untuk menjaga stabilitas lini serang tim di bawah arahan pelatih Bernardo Tavares.
Perpanjangan kontrak ini bukan sekadar formalitas, melainkan apresiasi nyata atas performa impresif pemain asal Meksiko tersebut sepanjang musim 2025/2026. Rivera telah menjadi motor serangan yang mematikan dengan torehan 13 gol dan 10 assist dari 30 pertandingan yang ia lakoni. Keberhasilan mempertahankan Rivera hingga tahun 2029 menjadi sinyal kuat bahwa Persebaya ingin membangun fondasi tim yang lebih konsisten setelah musim lalu harus puas finis di posisi empat besar.
Selain mengunci pemain kunci, dinamika bursa transfer Persebaya juga diwarnai dengan perburuan pemain baru yang cukup agresif. Sektor penyerang yang musim lalu dinilai kurang tajam kini menjadi prioritas utama. Kabar terbaru yang beredar luas menyebutkan bahwa manajemen Persebaya telah mencapai kesepakatan untuk merekrut striker tim nasional Indonesia, Ramadhan Sananta, per Jumat, 29 Mei 2026. Kedatangan striker berusia 23 tahun ini diharapkan mampu menjadi mesin gol baru yang haus akan kemenangan di lini depan Bajul Ijo.
Baca Juga: Polytron Fox Irit Makin Dilirik, Motor Listrik Lokal Ini Disebut Bisa Tekan Pengeluaran Harian
Ambisi Skuad Mewah di Era Bernardo Tavares
Pemilihan Ramadhan Sananta sebagai target utama bukannya tanpa alasan. Striker yang musim lalu membela Brunei DPMM FC ini memiliki profil striker modern dengan postur ideal 1,82 meter. Dengan nilai pasar yang ditaksir mencapai Rp4,78 miliar, Sananta dianggap sebagai aset jangka panjang yang sangat berharga. Gaya permainannya yang agresif dan pekerja keras di lini depan dinilai sangat cocok dengan karakter taktik Bernardo Tavares yang mengedepankan efektivitas dan permainan direct.
Sepanjang karier profesionalnya, Sananta telah mencatatkan 31 gol dan 7 assist dari 117 pertandingan. Ketajamannya saat membela PSM Makassar dan Persis Solo menjadi bukti sahih bahwa ia adalah salah satu striker lokal terbaik yang dimiliki Indonesia saat ini. Selain Sananta, rumor yang beredar di kalangan suporter juga menyebutkan bahwa Persebaya sedang membidik bek tangguh Yuran Fernandes dari PSM Makassar serta Alex Martins dari Dewa United. Jika skema transfer ini terwujud, Persebaya dipastikan bakal memiliki kedalaman skuad yang sangat menakutkan untuk mengarungi musim baru.
Eksodus Pemain Asing dan Wajah Baru
Di balik gemerlapnya kabar kedatangan pemain baru, bursa transfer Persebaya juga menjadi momen perpisahan bagi sejumlah pilar asing. Manajemen memutuskan untuk melakukan perombakan besar-besaran, yang ditandai dengan hengkangnya beberapa pemain kunci. Pedro Matos menjadi nama terbaru yang mengumumkan perpisahan melalui media sosial pribadinya. Gelandang asal Portugal tersebut menyusul jejak Bruno Paraiba dan Gustavo Fernandes yang lebih dulu memutuskan untuk tidak lagi berseragam Green Force.
Baca Juga: Polytron Fox Irit Jadi Perbincangan, Motor Listrik Lokal Ini Disebut Hemat untuk Mobilitas Harian
Hengkangnya trio pemain asing ini cukup mengejutkan banyak pihak, mengingat ketiganya merupakan pemain yang didatangkan Bernardo Tavares pada putaran kedua musim lalu. Pedro Matos, dalam pesan perpisahannya, menyampaikan rasa hormat yang mendalam kepada klub dan seluruh pendukung Persebaya. Meskipun durasi kebersamaannya tergolong singkat, Matos mengaku mendapatkan banyak pengalaman berharga selama berkompetisi di Indonesia.
Langkah berani manajemen untuk melepas pemain yang sempat menjadi andalan menunjukkan bahwa Bernardo Tavares menginginkan penyegaran total. Pelatih asal Portugal ini tampaknya ingin membangun tim yang benar-benar sesuai dengan visi taktiknya, tanpa terbebani oleh pemain yang tidak masuk dalam skema masa depan. Bagi Bonek, perubahan ini tentu menimbulkan rasa penasaran sekaligus harapan tinggi. Dengan skuad yang tengah bersolek dan visi ambisius untuk meraih gelar juara musim depan, Persebaya Surabaya kini menjelma menjadi salah satu tim yang paling dinantikan penampilannya di Liga Indonesia musim depan.
Editor : Vicky Permana Saputra