BLITAR KAWENTAR - Nama Veda Ega Pratama kembali menjadi perhatian pecinta balap Tanah Air setelah tampil kompetitif pada Moto3 Italia 2026 di Sirkuit Mugello.
Pembalap muda Honda Team Asia tersebut sukses mengamankan posisi start ke-13 setelah menembus sesi Q2 pada rangkaian balapan yang berlangsung sepanjang akhir pekan.
Penampilan Veda Ega Pratama di Moto3 Italia 2026 menjadi salah satu pencapaian positif yang menunjukkan perkembangan signifikan dibanding beberapa seri sebelumnya.
Meski belum mampu menembus barisan terdepan, rider asal Indonesia itu memperlihatkan kemajuan yang membuat peluang meraih poin semakin terbuka.
Veda Tunjukkan Mental Baja di Mugello
Sirkuit Mugello dikenal sebagai salah satu lintasan paling menantang dalam kalender Moto3.
Trek sepanjang lebih dari lima kilometer tersebut memiliki kombinasi tikungan cepat, perubahan elevasi ekstrem, serta trek lurus panjang yang menuntut kemampuan pembalap dan performa motor secara maksimal.
Dalam kondisi persaingan yang sangat ketat, Veda mampu menunjukkan kematangan yang semakin berkembang.
Puncaknya terjadi pada sesi practice saat dirinya sempat tercecer hingga posisi ke-22.
Saat itu peluang lolos langsung ke Q2 terlihat semakin sulit.
Namun Veda tidak menyerah.
Pada lap terakhir, ia berhasil mempertajam catatan waktunya menjadi 1 menit 56,305 detik dan langsung melonjak ke posisi kesembilan.
Hasil tersebut membuatnya lolos otomatis ke Q2 tanpa harus melewati sesi Q1.
Bukti Perkembangan Pembalap Indonesia
Keberhasilan menembus Q2 menjadi indikator penting perkembangan Veda sepanjang musim 2026.
Pasalnya, persaingan Moto3 dikenal sangat rapat dengan selisih waktu yang kerap hanya terpaut beberapa persepuluh detik.
Kemampuan memperbaiki waktu pada momen krusial menunjukkan bahwa Veda mulai memiliki kualitas yang dibutuhkan untuk bersaing di level dunia.
Banyak pengamat menilai performa tersebut menjadi sinyal positif bagi masa depan karier pembalap muda Indonesia itu.
Apalagi usianya masih sangat muda dan memiliki ruang perkembangan yang sangat besar.
Kualifikasi Belum Maksimal
Meski berhasil mencapai Q2, sesi kualifikasi belum berjalan sesuai target.
Veda mencatat waktu terbaik 1 menit 55,548 detik yang menempatkannya di posisi ke-13.
Hasil itu memang belum cukup untuk menembus baris depan grid.
Namun selisih waktunya dengan kelompok depan tergolong tipis.
Faktor strategi time attack dan permainan slipstream yang menjadi ciri khas Moto3 Mugello disebut menjadi salah satu penyebab belum maksimalnya hasil kualifikasi.
Meski demikian, posisi start ke-13 masih dianggap cukup kompetitif.
Peluang Raih Poin Terbuka Lebar
Moto3 dikenal sebagai kelas balap yang sangat sulit diprediksi.
Persaingan biasanya berlangsung dalam rombongan besar hingga lap terakhir.
Situasi tersebut membuat peluang menyalip selalu terbuka bagi siapa saja.
Tidak sedikit pembalap yang memulai balapan dari luar 10 besar mampu finis di posisi lima besar bahkan naik podium.
Karena itu, peluang Veda Ega Pratama untuk meraih poin di Moto3 Italia 2026 masih sangat terbuka.
Kunci utamanya adalah menjaga ritme balapan sejak awal dan menghindari insiden yang sering terjadi di kelompok tengah.
Harapan Baru Balap Motor Indonesia
Kehadiran Veda di Kejuaraan Dunia Moto3 membawa harapan baru bagi dunia balap Indonesia.
Sudah cukup lama publik menantikan pembalap Indonesia yang mampu tampil kompetitif secara konsisten di ajang Grand Prix.
Penampilan di Mugello menunjukkan bahwa pembinaan jangka panjang yang dijalani mulai membuahkan hasil.
Kini perhatian publik Indonesia tertuju pada balapan utama.
Jika mampu memanfaatkan posisi start ke-13 dengan baik, bukan tidak mungkin Veda membawa pulang poin penting dan melanjutkan tren positifnya sepanjang musim Moto3 2026.