BLITAR KAWENTAR - Di tengah hamparan sawah dan suasana pedesaan yang tenang di Desa Candirejo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, terdapat destinasi wisata yang menawarkan pengalaman berbeda. Bukan hanya sekadar tempat bermain air, Wisata Edukasi Kaliganter hadir sebagai ruang rekreasi keluarga yang memadukan nuansa alam, sejarah, dan aktivitas santai dalam satu kawasan.
Lokasinya berada di pinggir jalan pedesaan yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Udara sejuk dan suara gemericik air langsung terasa begitu memasuki area wisata. Pepohonan rindang di sekitar lokasi membuat suasana terasa teduh, cocok bagi pengunjung yang ingin melepas penat sambil menikmati suasana alam.
Wisata Kaliganter mulai dibuka pada 2023 dan perlahan menjadi salah satu tujuan rekreasi keluarga di wilayah Blitar. Daya tarik utamanya bukan hanya kolam renang atau wahana permainan air, tetapi juga keberadaan situs sejarah di sekitar kawasan wisata.
Tak jauh dari lokasi, terdapat Candi Kali Cilik dan Candi Sumber Nanas yang menjadi bagian penting sejarah lokal. Keberadaan situs tersebut membuat Kaliganter memiliki nilai lebih dibanding tempat wisata pada umumnya. Pengunjung tidak hanya datang untuk bersantai, tetapi juga bisa mengenal jejak sejarah yang ada di kawasan tersebut.
Di beberapa gazebo yang tersedia, pengelola bahkan memasang informasi singkat mengenai sejarah setempat. Konsep sederhana itu membuat suasana wisata terasa lebih edukatif tanpa menghilangkan sisi rekreasinya. ”Gazebonya juga dekat dengan kolam renang, jadi tetap bisa mengawasi anak-anak saat bermain,” ujar salah satu pengunjung, Ayu Lestari.
Bagi pengunjung yang menyukai aktivitas luar ruangan, tersedia wahana susur sungai dengan aliran air yang cukup tenang. Aktivitas ini menjadi salah satu favorit karena menawarkan pengalaman menikmati suasana desa dari sudut berbeda. Selain itu, terdapat kolam renang untuk anak-anak maupun dewasa, area terapi ikan, hingga kegiatan melukis dan mewarnai yang banyak diminati keluarga.
Suasana di area wisata cenderung santai. Anak-anak bermain air, sementara orang tua duduk lesehan di gazebo sambil menikmati udara pedesaan. Sesekali terdengar suara tawa dari pengunjung yang mencoba wahana permainan.
“Tempatnya sejuk, anak-anak betah bermain di kolam renang. Kami juga senang karena ada sudut edukasi sejarah, jadi tidak hanya rekreasi,” kata Ayu.
Salah satu hal yang membuat Kaliganter menarik adalah biaya wisatanya yang relatif terjangkau. Tiket masuk hanya sekitar Rp2 ribu untuk perawatan kawasan. Sementara aktivitas tambahan seperti berenang, terapi ikan, hingga melukis memiliki tarif ramah kantong.
Area parkir yang cukup luas, kamar mandi, hingga tempat duduk yang tersebar di beberapa titik turut menambah kenyamanan pengunjung. Meski tidak menawarkan kemewahan modern, justru suasana sederhana dan alami menjadi daya tarik utama tempat ini.
Baca Juga: Banyak Diisi Pemula, Cabor Barongsai Kota Blitar Matangkan Latihan Hadapi Piala Wali Kota Surabaya
Di Kaliganter, rekreasi terasa berjalan lebih lambat dan tenang. Pengunjung tidak hanya datang untuk bermain, tetapi juga menikmati suasana desa yang mulai jarang ditemukan di tengah perkembangan wisata modern.(kho/sub)
Editor : M. Subchan Abdullah