Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Kisah di Balik Kedatangan Bojan Hodak ke Persib Bandung, Luis Milla Mundur Mendadak hingga Maung Bandung Bangkit ke Jalur Juara

Fadhilah Salsa Bella • Selasa, 9 Juni 2026 | 13:44 WIB
Kisah kedatangan Bojan Hodak ke Persib Bandung usai Luis Milla mundur mendadak. Momen awal kebangkitan Maung Bandung (Pinterest).
Kisah kedatangan Bojan Hodak ke Persib Bandung usai Luis Milla mundur mendadak. Momen awal kebangkitan Maung Bandung (Pinterest).

BLITAR KAWENTAR - Perjalanan Persib Bandung menuju musim juara 2023-2024 ternyata tidak berjalan mulus sejak awal. Di balik kesuksesan Maung Bandung, tersimpan cerita penuh drama yang dimulai dari tingginya ekspektasi bersama Luis Milla, pergantian pelatih secara mendadak, hingga kedatangan Bojan Hodak yang akhirnya mengubah arah perjalanan tim.

Memasuki musim 2023-2024, Persib Bandung datang dengan optimisme tinggi. Setelah finis di posisi ketiga pada musim sebelumnya, manajemen dan suporter berharap tim mampu melangkah lebih jauh dan meraih gelar juara.

Saat itu, Luis Milla dianggap berhasil membangun fondasi permainan yang kuat. Filosofi sepak bola ala Spanyol yang mengutamakan penguasaan bola, pergerakan tanpa bola, dan transisi cepat membuat Persib tampil atraktif sepanjang musim.

Tidak hanya itu, Persib juga sempat mencatatkan rekor impresif dengan rentetan pertandingan tanpa kekalahan. Kondisi tersebut membuat harapan juara semakin besar, terlebih setelah Luis Milla mendatangkan sejumlah pemain yang diinginkannya seperti Alberto Rodriguez dan Tyronne del Pino.

Baca Juga: Ratusan Siswa Pendaftar SMA/SMK di Kota Blitar Belum Tuntaskan Verifikasi PIN, Cabdindik: Hari Ini Hari Terakhir

Persib Bandung Semakin Kental dengan Nuansa Spanyol

Kedatangan pemain-pemain asal Spanyol membuat atmosfer Persib semakin identik dengan filosofi Luis Milla. Selama masa persiapan musim, skuad Pangeran Biru menjalani pemusatan latihan untuk memperdalam taktik yang akan diterapkan sepanjang kompetisi.

Para pemain mengaku optimistis karena melihat perkembangan permainan tim yang semakin matang. Banyak pihak bahkan menilai Persib saat itu memiliki kualitas permainan terbaik dibanding musim-musim sebelumnya.

Namun di balik persiapan tersebut, ternyata tidak semua pemain berada dalam situasi ideal. Beberapa pemain harus menerima kenyataan pahit karena tidak masuk dalam rencana pelatih untuk menghadapi musim baru.

Luis Milla Sempat Coret Sejumlah Pemain

Menjelang dimulainya kompetisi, Luis Milla melakukan evaluasi besar terhadap komposisi skuad. Sejumlah pemain diberitahu bahwa mereka tidak lagi masuk dalam rencana utama tim.

Situasi tersebut membuat beberapa pemain harus berlatih terpisah setelah pemusatan latihan berlangsung. Mereka bahkan menyebut diri sebagai “Persib B” karena tidak lagi menjadi bagian dari tim utama yang dipersiapkan menghadapi kompetisi.

Meski demikian, para pemain tetap menunjukkan profesionalisme dengan terus berlatih dan mendukung rekan-rekannya yang tampil di lapangan.

Ironisnya, saat kompetisi mulai berjalan, Persib justru mengalami kesulitan meraih hasil maksimal. Performa tim belum sesuai ekspektasi, meskipun skuad yang dimiliki dianggap sangat kompetitif.

Baca Juga: Hibah Tak Jelas, Koalisi Cabor Kota Blitar Minta Kejelasan Anggaran ke Pemkot

Keputusan Mengejutkan Luis Milla

Di tengah situasi sulit tersebut, kabar mengejutkan datang dari Luis Milla. Pelatih asal Spanyol itu memutuskan mundur dari jabatannya dengan alasan harus kembali ke negaranya untuk mengurus persoalan keluarga.

Keputusan itu membuat seluruh pemain terkejut. Sebab, mereka masih percaya Luis Milla mampu membawa Persib bangkit dan bersaing dalam perebutan gelar juara.

Kepergian Luis Milla membuat manajemen bergerak cepat. Untuk sementara waktu, posisi pelatih kepala diisi oleh Yaya Sunarya sebagai caretaker sambil menunggu sosok pengganti yang tepat.

Para pemain senior kemudian mengambil peran penting dalam menjaga kekompakan tim agar tidak terpecah akibat situasi yang tidak menentu.

Bojan Hodak Datang Membawa Harapan Baru

Di tengah berbagai spekulasi mengenai calon pelatih baru, nama Bojan Hodak akhirnya muncul sebagai pilihan manajemen.

Pelatih asal Kroasia tersebut sebelumnya dikenal memiliki pengalaman panjang di sepak bola Asia Tenggara, termasuk Malaysia. Faktor pengalaman itu menjadi salah satu alasan utama Persib menunjuknya sebagai nahkoda baru.

Bojan mengaku tertarik menerima tawaran Persib karena melihat kualitas skuad yang dimiliki. Selain itu, reputasi klub yang profesional dan kondisi finansial yang stabil juga menjadi pertimbangan penting.

Setibanya di Persib, Bojan langsung memberikan energi baru kepada tim. Ia dikenal sebagai sosok tegas, tetapi mampu membangun kedekatan dengan pemain melalui pendekatan yang sederhana.

Alih-alih memberikan tekanan berlebihan, Bojan justru meminta para pemain menikmati pertandingan dan mengembalikan rasa percaya diri yang sempat hilang.

Pendekatan tersebut terbukti efektif. Kehadiran Bojan membawa optimisme baru di ruang ganti Persib.

Menariknya, kemenangan pertama Persib pada musim 2023-2024 hadir tepat pada hari kedatangan Bojan Hodak menemui skuad Maung Bandung. Momen itu kemudian dianggap sebagai titik awal kebangkitan Persib yang pada akhirnya mampu kembali bersaing di papan atas dan membuka jalan menuju musim yang lebih sukses.

Baca Juga: ⁠Anggaran Minim karena Efisiensi, Tak Ada Tambahan Buku Baru di Perpusda Kota Blitar

Editor : Fadhilah Salsa Bella
#Liga 1 2023-2024 #luis milla #maung bandung #bojan hodak #persib bandung