Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Shin Tae-yong Resmi Jadi Pelatih Persija Jakarta, Target Juara Super League dan Siap Bangun Tim Menyerang

Fadhilah Salsa Bella • Selasa, 9 Juni 2026 | 15:38 WIB
Shin Tae-yong resmi jadi pelatih Persija Jakarta. Target juara Super League, usung sepak bola menyerang dan fokus pemain muda (Pinterest).
Shin Tae-yong resmi jadi pelatih Persija Jakarta. Target juara Super League, usung sepak bola menyerang dan fokus pemain muda (Pinterest).

BLITAR KAWENTAR – Persija Jakarta resmi menunjuk pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong, sebagai nahkoda baru tim untuk menghadapi kompetisi Super League musim 2026/2027. Kehadiran mantan pelatih Timnas Indonesia itu disambut antusias oleh manajemen, suporter, dan publik sepak bola nasional.

Penunjukan Shin Tae-yong sebagai pelatih Persija Jakarta sekaligus mengakhiri spekulasi yang berkembang dalam beberapa pekan terakhir. Ia menggantikan Mauricio Souza yang sebelumnya dilepas setelah gagal memenuhi target juara pada musim lalu.

Dalam perkenalan resminya, Shin Tae-yong mengaku tidak membutuhkan waktu lama untuk menerima tawaran Macan Kemayoran. Pengalaman lima tahun menangani Timnas Indonesia menjadi alasan utama dirinya merasa dekat dengan Persija.

Menurut Shin, selama bekerja di Indonesia ia sangat mengenal atmosfer sepak bola Jakarta, terutama Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) dan Jakarta International Stadium (JIS) yang kerap menjadi markas Persija.

“Selama lima tahun di Indonesia, saya sangat mengenal Jakarta, GBK, dan JIS. Saya juga menilai Persija sebagai salah satu tim terbaik di Indonesia,” ujarnya.

Tertarik dengan Tantangan Baru di Persija

Shin Tae-yong mengakui banyak klub kuat yang berkompetisi di Super League Indonesia, mulai dari Persib Bandung, Borneo FC, hingga Bali United. Namun setelah melakukan sejumlah pertemuan dengan manajemen Persija, ia tertarik menerima tantangan baru bersama klub ibu kota tersebut.

Baginya, proyek Persija bukan hanya soal meraih prestasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pengembangan sepak bola Indonesia.

“Saya ingin menantang diri di Super League Indonesia, baik dari sisi prestasi maupun sistem. Saya juga ingin membantu perkembangan sepak bola Indonesia,” katanya.

Kehadiran Shin diyakini akan membawa perubahan besar terhadap permainan Persija. Selama menangani Timnas Indonesia, ia dikenal sebagai pelatih yang disiplin, tegas, dan memiliki filosofi sepak bola modern.

Baca Juga: Persebaya Pertahankan Jefferson Silva, Bidik 3 Pemain PSM Makassar dan Rian Ardiansyah Resmi Pamit

Target Juara, Tapi Tetap Mengedepankan Proses

Meski datang dengan ekspektasi tinggi, Shin Tae-yong menegaskan bahwa keberhasilan sebuah tim harus melalui proses yang tepat. Namun manajemen Persija berharap proses tersebut dapat berjalan lebih cepat.

Direktur Persija, Prapanca, mengatakan bahwa sebagian besar pemain yang ada saat ini sudah cukup dikenal oleh Shin karena pernah bekerja sama di level tim nasional.

Hal itu diyakini dapat mempercepat proses adaptasi dan pembentukan tim yang kompetitif untuk musim depan.

“Proses tetap harus berjalan, tetapi kami ingin proses itu lebih cepat. Kami berharap Persija bisa segera bersaing untuk menjadi juara,” kata Prapanca.

Pada Super League 2025/2026, Persija mengakhiri musim di posisi ketiga klasemen dengan koleksi 71 poin. Mereka berada di bawah Borneo FC dan Persib Bandung yang keluar sebagai juara.

Usung Filosofi Sepak Bola Menyerang

Salah satu hal yang paling menarik perhatian publik adalah gaya bermain yang akan diterapkan Shin Tae-yong di Persija.

Menjawab pertanyaan awak media, pelatih berusia 56 tahun tersebut menegaskan bahwa dirinya sebenarnya lebih menyukai sepak bola menyerang daripada bertahan.

Menurutnya, gaya bermain defensif yang sering terlihat saat melatih Timnas Indonesia lebih disebabkan oleh kualitas lawan yang dihadapi di level internasional.

“Filosofi saya adalah sepak bola menyerang. Saat melatih Timnas Indonesia kami sering menghadapi lawan yang lebih kuat sehingga harus bertahan dan mengandalkan serangan balik,” jelas Shin.

Ia optimistis Persija dapat tampil lebih agresif apabila mendapat dukungan pemain berkualitas, termasuk tambahan pemain asing yang sesuai kebutuhan tim.

Baca Juga: Gali Freitas Dilepas Persebaya, Shin Sang-Gyu Terancam Dibajak Persija Jakarta Era Shin Tae-yong

Pemain Muda Tetap Dapat Kesempatan

Selain berbicara soal target dan gaya bermain, Shin Tae-yong juga memberi sinyal positif bagi pemain muda Persija.

Menurutnya, masa depan sepak bola Indonesia sangat bergantung pada banyaknya menit bermain yang diberikan kepada talenta muda.

Karena itu, pemain-pemain muda seperti Raihan Hannan, Aditya Warman, hingga Irfan Siregar dipastikan tetap memiliki peluang berkembang bersama tim utama.

“Pemain muda harus mendapatkan kesempatan bermain. Itu penting untuk masa depan sepak bola Indonesia,” tegasnya.

Kontrak Tiga Tahun dan Bawa Gerbong Timnas

Manajemen Persija juga mengonfirmasi bahwa Shin Tae-yong menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun.

Selain menjadi pelatih kepala, ia juga akan terlibat dalam pengembangan infrastruktur sepak bola Persija, termasuk pembinaan pemain muda.

Menariknya, Shin disebut akan membawa sejumlah staf kepelatihan yang sebelumnya mendampinginya saat menangani Timnas Indonesia. Langkah ini dilakukan agar proses adaptasi dan pembangunan tim berjalan lebih cepat.

Dengan target juara, dukungan penuh manajemen, serta filosofi menyerang yang dibawanya, era baru Persija Jakarta bersama Shin Tae-yong kini resmi dimulai. Publik pun menantikan apakah mantan pelatih Timnas Indonesia itu mampu mengakhiri dahaga gelar Macan Kemayoran di musim mendatang.

Baca Juga: Resmi! Shin Tae-yong Jadi Pelatih Persija Jakarta, Targetkan Bawa Macan Kemayoran Kembali Juara

Editor : Fadhilah Salsa Bella
#macan kemayoran #Timnas Indonesia #shin tae-yong #persija jakarta #Super League 2026