BLITAR KAWENTAR- Kabar gembira sekaligus mengejutkan datang bagi para pencinta bola voli di tanah air. Juara bertahan V-League, Hyundai Engineering & Construction (Hyundai Hillstate), akhirnya resmi mengumumkan bergabungnya Megawati Hangestri Pertiwi sebagai bagian dari skuad utama mereka untuk musim baru. Kabar kepindahan megabintang voli Indonesia ini langsung menghebohkan jagat voli, tidak hanya di tanah air tetapi juga di Korea Selatan. Berbagai media besar Negeri Ginseng ramai memberikan porsi pemberitaan utama yang memicu beragam reaksi dari netizen setempat.
Banyak pihak menyambut kepindahan ini dengan penuh optimisme. Namun, tidak sedikit pula yang mempertanyakan keputusan tersebut. Jika dicermati, sebagian besar komentar netizen Korea yang meragukan Megawati sebenarnya bukan ditujukan pada kualitas permainannya, melainkan mereka mengkhawatirkan kondisi cedera lutut yang sempat menghantui sang pemain. Kekhawatiran tersebut dinilai cukup masuk akal mengingat ketatnya intensitas kompetisi ke depan.
Namun, di sisi lain muncul pertanyaan besar: mengapa pelatih kepala Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung, begitu yakin dan bersikeras memilih Megawati Hangestri sebagai pengisi slot pemain kuota Asia mereka? Untuk mencari jawabannya, mari kita bedah berbagai pernyataan resmi yang dimuat oleh deretan media ternama Korea Selatan.
Diakui Media Korea sebagai Mesin Poin Terbaik
Melansir pemberitaan dari Sports Chosun, manajemen Hyundai Hillstate menilai bahwa Megawati Hangestri adalah pemain opposite kuota Asia dengan kemampuan menyerang terbaik yang ada di pasar transfer saat ini. Sementara itu, My Daily Korea menuliskan pernyataan langsung dari sang juru taktik. Pelatih Kang Sung-hyung menegaskan bahwa Megawati adalah pemain yang sudah sangat teruji di posisinya dan akan menjadi aset besar, tidak hanya untuk memperkuat daya gedor tetapi juga membantu variasi strategi permainan tim.
Pernyataan serupa yang bernada pujian juga dimuat oleh media raksasa Korea lainnya seperti Sport Soul, Munhwa Ilbo, Seoul Economic Daily, News1 Korea, Yonhap News Agency, hingga Sports Today. Artinya, keputusan merekrut Megawati jelas bukan keputusan spontan atau sekadar mencari sensasi pasar. Kang Sung-hyung tampaknya sudah mempertimbangkan segalanya dengan sangat matang serta siap menghadapi risiko yang ada.
Untuk memastikan kondisi fisik sang pemain, pelatih Kang Sung-hyung tidak hanya percaya pada rumor atau laporan sekadar di atas kertas. Ia bahkan rela datang langsung ke Indonesia untuk menyaksikan sendiri penampilan Megawati di partai final kompetisi domestik. Langkah ini kemudian diikuti dengan pemeriksaan medis (medical check-up) yang lebih mendetail di balik layar dengan hasil akurat untuk memastikan kebugaran asli dari sang pemain.
Statistik Monster Megawati yang Tak Terbantahkan
Jika melihat data statistik performa, julukan opposite kuota Asia terbaik di Liga Korea memang sangat layak disematkan kepada Megawati. Berdasarkan data daftar pencetak poin terbanyak, Megawati sukses menempati urutan ketiga secara keseluruhan dan hebatnya mampu mengungguli banyak pemain asing asal Eropa dan Amerika, termasuk Laetitia Moma Bassoko yang menjadi andalan Hyundai musim lalu. Lebih hebatnya lagi, tidak ada satu pun pemain kuota Asia lainnya yang mampu menembus posisi 10 besar dalam mendulang poin.
Dalam hal efektivitas serangan, Megawati justru meroket di peringkat pertama dengan tingkat keberhasilan (success rate) mencapai 48,06 persen, mengalahkan seluruh legiun asing orisinal dari benua barat. Masuk ke jenis-jenis serangan spesifik, dominasi Megawati semakin tidak masuk akal:
-
Open Attack: Peringkat pertama dengan success rate 42,82 persen.
-
Time Difference Attack: Peringkat pertama dengan angka fantastis 66,67 persen.
-
Back Attack (Serangan Belakang): Peringkat pertama dengan efisiensi 49,88 persen.
-
Open Quick Attack: Menempati peringkat kedua terbaik di liga.
Melihat data-data mengerikan tersebut, keputusan Hyundai kini menjadi sangat logis. Kang Sung-hyung tidak sedang berjudi tanpa dasar; ia melihat angka, kualitas, pengalaman, dan dampak nyata di lapangan. Terlebih lagi, sang pelatih menyaksikan langsung bagaimana dominasi Megawati saat membela Red Sparks dan menjadi mimpi buruk yang menyingkirkan Hyundai Hillstate di babak semifinal playoff musim terdahulu lewat torehan puluhan poin krusial. Keputusan merekrutnya seolah menegaskan prinsip: jika kamu tidak bisa menghentikannya, maka jadikan dia bagian dari timmu.