JAKARTA - Total Football Persija Jakarta menjadi salah satu konsep yang paling menarik perhatian setelah Shin Tae-yong mengungkapkan visi besarnya bersama Macan Kemayoran. Pelatih asal Korea Selatan tersebut ingin seluruh pemain, kecuali penjaga gawang, mampu bermain secara dinamis dengan aktif menyerang dan bertahan bersama-sama.
Konsep Total Football Persija Jakarta itu diungkapkan Shin Tae-yong dalam kanal resmi klub. Ia mengaku sudah sangat mengenal karakter Liga Indonesia karena selama menangani Timnas Indonesia dirinya rutin memantau kompetisi domestik.
Menurut Shin Tae-yong, hal pertama yang ingin dibangun di Persija adalah mobilitas tinggi. Ia ingin anak asuhnya tidak terpaku pada satu posisi, tetapi mampu beradaptasi dan bergerak sesuai kebutuhan permainan.
Shin Tae-yong Ingin Persija Bermain Agresif
Pelatih yang sukses mengangkat prestasi Timnas Indonesia itu menegaskan bahwa permainan modern membutuhkan pemain yang mampu menyerang dan bertahan secara kolektif.
"Selain penjaga gawang, 10 pemain lainnya harus mampu bermain total football. Semua pemain harus aktif bergerak, menyerang, dan bertahan bersama-sama," demikian pernyataan Shin Tae-yong.
Tak hanya soal taktik, mantan pelatih Timnas Indonesia tersebut juga menaruh perhatian besar terhadap kondisi fisik para pemain.
Latihan dengan intensitas tinggi akan menjadi bagian penting dalam persiapan Persija. Namun, Shin Tae-yong juga menekankan pentingnya proses pemulihan atau recovery agar para pemain dapat tampil maksimal di setiap pertandingan.
Apa Itu Total Football?
Secara sederhana, total football merupakan konsep permainan yang membuat pemain tidak hanya terpaku pada satu posisi tertentu. Seorang bek sayap, misalnya, bisa bergerak menjadi gelandang bertahan atau bahkan membantu serangan ke area depan.
Konsep tersebut pertama kali populer melalui sepak bola Belanda dan kini banyak diterapkan klub-klub elite dunia.
Paris Saint-Germain menjadi salah satu contoh tim yang menerapkan rotasi posisi secara aktif. Para pemainnya bergerak dinamis sehingga lawan kesulitan melakukan penjagaan ketat.
Saat masih melatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong juga beberapa kali memperlihatkan prinsip serupa. Salah satu pemain yang dinilai memiliki fleksibilitas tinggi adalah Rizky Ridho.
Bek andalan Timnas Indonesia tersebut dikenal mampu bergerak ke berbagai area serta memiliki pemahaman taktik yang baik.
Membutuhkan Stamina dan Kecerdasan Tinggi
Meski terlihat menarik, penerapan total football bukan perkara mudah. Sistem ini membutuhkan stamina, endurance, serta pemahaman taktik yang tinggi dari seluruh pemain.
Baca Juga: Resmi! Shin Tae-yong Jadi Pelatih Persija Jakarta, Targetkan Bawa Macan Kemayoran Kembali Juara
Rotasi posisi yang terus dilakukan membuat pemain harus memiliki kemampuan membaca permainan dan beradaptasi dengan cepat.
Karena itu, latihan fisik menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian serius dari Shin Tae-yong.
Selain kondisi fisik, kecerdasan dalam memahami instruksi pelatih juga menjadi syarat utama agar sistem tersebut berjalan efektif.
Tantangan Total Football di Liga Indonesia
Dalam beberapa musim terakhir, sejumlah klub di Indonesia sudah mencoba menerapkan konsep permainan menyerang dengan banyak rotasi posisi.
Dewa United menjadi salah satu contohnya. Tim berjuluk Tangsel Warrior itu sempat menunjukkan permainan atraktif dengan pendekatan ala Belanda.
PSIM Yogyakarta juga mengadopsi filosofi serupa melalui pelatih asal Belanda. Namun, pendekatan tersebut tidak selalu menghasilkan kemenangan.
Faktanya, banyak tim yang justru sukses meraih gelar dengan permainan pragmatis, serangan balik cepat, atau strategi oportunis.
Persib Bandung menjadi salah satu contoh tim yang mampu meraih hasil maksimal dengan pendekatan yang lebih sederhana.
Sementara itu, dalam satu dekade terakhir, hanya sedikit tim yang benar-benar mampu mendominasi pertandingan secara konsisten melalui permainan atraktif.
Persipura Jayapura pada masa kejayaannya menjadi salah satu contoh klub yang sukses memadukan penguasaan bola dengan efektivitas dalam mencetak gol.
Mampukah Persija Menjawab Tantangan?
Kini perhatian tertuju pada Persija Jakarta. Publik penasaran seperti apa implementasi permainan agresif yang dijanjikan Shin Tae-yong.
Secara teori, pelatih berusia 55 tahun itu sudah memberikan gambaran mengenai filosofi yang akan diterapkan. Namun, keberhasilan sistem tersebut baru bisa dibuktikan di atas lapangan.
Jika berhasil, Persija bukan hanya berpeluang bersaing dalam perebutan gelar, tetapi juga dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan sepak bola Indonesia.
Pada akhirnya, publik akan menilai satu hal yang paling penting, yakni apakah Total Football Persija Jakarta era Shin Tae-yong mampu membawa Macan Kemayoran menjadi juara atau justru bernasib seperti sejumlah eksperimen serupa yang pernah terjadi di Liga Indonesia.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari