JAKARTA - Shin Tae-yong menegaskan dirinya tidak memiliki ketertarikan khusus untuk membawa mantan anak asuhnya di Timnas Indonesia ke Persija Jakarta. Pelatih asal Korea Selatan itu memilih fokus penuh membangun kekuatan Macan Kemayoran demi meraih prestasi terbaik pada musim 2026/2027.
Pernyataan Shin Tae-yong soal Persija Jakarta tersebut disampaikan saat sesi perkenalan dan tanya jawab bersama media. Isu kedatangan sejumlah pemain yang pernah bekerja sama dengannya di Timnas Indonesia memang sempat ramai dibicarakan.
Nama-nama seperti Pratama Arhan, Asnawi Mangkualam hingga Joey Pelupessy sebelumnya sempat dikaitkan dengan Persija Jakarta. Namun, Shin Tae-yong memastikan dirinya tidak ingin terlalu memikirkan masa lalu dan memilih berkonsentrasi pada skuad yang ada saat ini.
Fokus Bangun Persija Jakarta yang Kompetitif
Dalam kesempatan tersebut, Shin Tae-yong menegaskan bahwa target utamanya adalah membuat Persija Jakarta mampu bersaing di papan atas Liga 1.
Pelatih berusia 55 tahun itu mengaku seluruh perhatian dan energinya saat ini dicurahkan untuk membangun tim agar tampil lebih kompetitif sepanjang musim.
"Saya tidak peduli sama sekali karena itu masa lalu. Saya total fokus kepada Persija agar bisa berprestasi dengan baik," ujar Shin Tae-yong.
Pernyataan tersebut sekaligus menjawab berbagai spekulasi mengenai kemungkinan reuni dengan sejumlah pemain Timnas Indonesia yang pernah diasuhnya selama hampir lima tahun.
Nama Pratama Arhan dan Asnawi Mangkualam Sempat Dikaitkan
Sebelumnya, beberapa pemain yang memiliki hubungan erat dengan Shin Tae-yong disebut-sebut masuk radar transfer Persija Jakarta.
Pratama Arhan dan Asnawi Mangkualam menjadi dua nama yang paling sering dikaitkan dengan Macan Kemayoran. Selain itu, nama Joey Pelupessy dan Ragnar Oratmangoen juga sempat muncul dalam berbagai rumor transfer.
Baca Juga: Persib Bandung Resmi Ikat Maxwell Souza 5 Musim, Jack Mania Panas usai Persija Kehilangan Top Skor
Kedekatan mereka dengan Shin Tae-yong membuat banyak pihak meyakini Persija akan mencoba mendatangkan para pemain tersebut.
Namun, pelatih yang pernah membawa Timnas Indonesia menembus putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia itu tampaknya memiliki pandangan berbeda.
Baginya, membangun tim yang solid jauh lebih penting dibandingkan sekadar mengumpulkan pemain-pemain yang pernah bekerja sama dengannya.
Persija Berharap Lebih Stabil Bermain di Kandang
Selain membahas komposisi pemain, dalam sesi tersebut juga disinggung mengenai persoalan kandang Persija Jakarta.
Pada musim-musim sebelumnya, Macan Kemayoran beberapa kali harus berpindah-pindah stadion sehingga dijuluki sebagai tim musafir. Kondisi tersebut dinilai memengaruhi performa tim ketika menjalani laga kandang.
Manajemen Persija berharap situasi tersebut tidak lagi terjadi pada musim 2026/2027.
Jakarta International Stadium (JIS) diproyeksikan menjadi markas utama Persija sehingga tim dapat tampil lebih konsisten di depan pendukungnya sendiri.
Baca Juga: Persib Bandung Resmi Ikat Maxwell Souza 5 Musim, Jack Mania Panas usai Persija Kehilangan Top Skor
Persoalan keamanan yang selama ini menjadi hambatan juga diharapkan dapat teratasi sehingga Persija bisa mendapatkan keuntungan maksimal saat bermain di kandang.
Tantangan Besar Shin Tae-yong di Persija
Kehadiran Shin Tae-yong membawa ekspektasi tinggi bagi pendukung Persija Jakarta. Apalagi, sejumlah pemain dalam skuad saat ini juga pernah merasakan sentuhan tangan pelatih asal Korea Selatan tersebut di Timnas Indonesia. Hal itu membuat proses adaptasi diyakini tidak akan terlalu sulit.
Meski demikian, tantangan yang dihadapi Shin Tae-yong tetap tidak ringan. Persaingan Liga 1 semakin ketat dengan banyak klub yang melakukan pembenahan besar-besaran.
Selain itu, tekanan untuk mengakhiri puasa gelar Persija juga menjadi pekerjaan rumah yang harus dijawab oleh mantan pelatih Timnas Indonesia tersebut.
Target Utama Adalah Prestasi
Shin Tae-yong tampaknya ingin menepis anggapan bahwa dirinya akan membangun Persija berdasarkan kedekatan dengan para mantan anak asuh.
Ia justru menunjukkan sikap profesional dengan memprioritaskan kebutuhan tim dibandingkan faktor emosional.
Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa target utama yang dikejar adalah prestasi dan gelar juara.
Dengan fokus penuh yang ditunjukkan sejak awal, publik kini menantikan seperti apa racikan Shin Tae-yong bersama Persija Jakarta pada musim mendatang.
Jika mampu menghadirkan performa konsisten dan memaksimalkan keuntungan bermain di Jakarta International Stadium, bukan tidak mungkin Macan Kemayoran kembali menjadi salah satu kandidat kuat juara Liga 1 musim 2026/2027.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari