JAKARTA - Transfer Persija Jakarta pada era Shin Tae-yong diprediksi menjadi salah satu yang paling agresif di Super League 2026/2027. Macan Kemayoran disebut menyiapkan dana hingga 30 juta dolar AS atau sekitar Rp545 miliar demi membangun skuad impian sang pelatih asal Korea Selatan.
Transfer Persija Jakarta menjadi sorotan setelah manajemen resmi menunjuk Shin Tae-yong sebagai pelatih baru dengan kontrak berdurasi tiga tahun. Kehadiran mantan pelatih Timnas Indonesia itu diharapkan menjadi awal kebangkitan Macan Kemayoran yang sudah delapan musim puasa gelar.
Tak hanya mendatangkan pelatih berpengalaman, transfer Persija Jakarta juga dikabarkan akan melibatkan sejumlah pemain bintang, baik dari Eropa maupun mantan anak asuh Shin Tae-yong di Timnas Indonesia.
Proyek Tiga Tahun Shin Tae-yong di Persija
Persija mengontrak Shin Tae-yong hingga 2029 sebagai bagian dari proyek jangka panjang klub. Ada target besar yang ingin dicapai manajemen, termasuk menyambut perayaan 500 tahun Kota Jakarta pada 2027 dan ulang tahun ke-100 Persija pada 2028 dengan gelar juara.
Direktur Persija, Mohamad Prapanca, menyebut sosok Shin Tae-yong dipilih karena memiliki pengalaman di level tertinggi serta kemampuan membangun budaya kompetitif yang berkelanjutan.
Menurutnya, Macan Kemayoran membutuhkan figur dengan kepemimpinan kuat untuk membawa klub kembali ke jalur juara.
Baca Juga: Gali Freitas Dilepas Persebaya, Shin Sang-Gyu Terancam Dibajak Persija Jakarta Era Shin Tae-yong
Sementara bagi Shin Tae-yong, kembali ke Indonesia menjadi keputusan yang diambil dengan penuh pertimbangan. Ia bahkan dikabarkan menolak beberapa tawaran dengan nilai kontrak lebih besar demi menerima pinangan Persija.
Mariano Peralta Jadi Rekrutan Pertama
Langkah agresif Persija langsung terlihat setelah nama Mariano Peralta disebut telah resmi bergabung.
Pemain asal Argentina itu tampil luar biasa bersama Borneo FC musim lalu. Ia membukukan 27 kontribusi gol sekaligus meraih penghargaan pemain terbaik Liga Indonesia.
Kehadiran Peralta diyakini akan menambah daya gedor lini serang Persija pada musim mendatang.
Shin Tae-yong bahkan mengaku senang dengan kedatangan pemain berusia 27 tahun tersebut dan siap menyambutnya sebagai bagian dari proyek baru Macan Kemayoran.
Timo Bakayoko dan Sergio Oliveira Masuk Radar
Selain Peralta, sejumlah nama berlabel Eropa juga mulai dikaitkan dengan Persija.
Timo Bakayoko menjadi salah satu pemain yang disebut masuk radar transfer. Gelandang bertahan asal Prancis itu pernah memperkuat klub-klub besar seperti Chelsea, AC Milan, Monaco, dan Napoli.
Statusnya yang saat ini tanpa klub membuat peluang transfer dinilai cukup terbuka.
Nama lain yang mencuat adalah Sergio Oliveira. Gelandang asal Portugal tersebut memiliki pengalaman panjang bersama FC Porto dan sempat memperkuat AS Roma.
Dengan usia 33 tahun, Oliveira dinilai masih mampu menjadi motor permainan sekaligus pemimpin di lini tengah Persija.
Bahkan nama Mario Balotelli sempat muncul dalam perbincangan. Meski performanya tak lagi seperti masa kejayaan, mantan striker Manchester City itu dianggap masih memiliki kualitas untuk bersinar jika ditangani Shin Tae-yong.
Marselino Ferdinan dan Pratama Arhan Masuk Bidikan
Tak hanya pemain asing, Shin Tae-yong juga dikabarkan tertarik membawa kembali sejumlah mantan anak asuhnya di Timnas Indonesia.
Marselino Ferdinan menjadi salah satu nama yang masuk daftar incaran. Gelandang berusia 21 tahun itu dinilai cocok dengan filosofi permainan menyerang yang ingin diterapkan oleh Shin Tae-yong.
Selain Marselino, nama Pratama Arhan juga disebut memiliki peluang bergabung dengan Persija.
Bek kiri asal Blora tersebut merupakan salah satu pemain yang paling dipercaya Shin Tae-yong selama menangani Timnas Indonesia.
Jika kedua pemain itu berhasil direkrut, Persija berpotensi memiliki nuansa "Timnas Indonesia" yang cukup kental di dalam skuadnya.
Shin Tae-yong Janjikan Permainan Menyerang
Meski dikenal sukses dengan strategi pragmatis bersama Timnas Indonesia, Shin Tae-yong memastikan pendekatan yang akan diterapkan di level klub berbeda.
Ia menginginkan Persija bermain lebih agresif dan menyerang karena kualitas antar tim di kompetisi domestik lebih merata.
Dengan dukungan dana besar dan keleluasaan dalam menentukan pemain, pelatih berusia 55 tahun tersebut memiliki kesempatan besar membangun tim sesuai filosofinya.
Baca Juga: Resmi! Shin Tae-yong Jadi Pelatih Persija Jakarta, Targetkan Bawa Macan Kemayoran Kembali Juara
Namun, Shin Tae-yong juga menyadari bahwa revolusi di Persija membutuhkan proses dan kesabaran.
Kini, publik Jakarta menanti apakah proyek ambisius bernilai ratusan miliar rupiah tersebut benar-benar mampu mengakhiri paceklik gelar dan mengembalikan DNA juara Macan Kemayoran.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari