JAKARTA - Alasan Persija Jakarta rekrut Shin Tae-yong akhirnya mulai terungkap. Kehadiran mantan pelatih Timnas Indonesia itu diyakini bukan hanya untuk memburu gelar juara Super League 2026/2027, tetapi juga membawa dampak besar dari sisi bisnis dan popularitas klub.
Alasan Persija Jakarta rekrut Shin Tae-yong menjadi perbincangan hangat sejak Macan Kemayoran resmi memperkenalkan pelatih asal Korea Selatan tersebut pada awal Juni lalu. Banyak pihak bertanya apakah keputusan itu murni didasari ambisi prestasi atau ada tujuan lain yang lebih besar.
Alasan Persija Jakarta rekrut Shin Tae-yong ternyata berkaitan dengan proyek jangka panjang klub. Manajemen ingin membangun tim yang lebih kompetitif sekaligus memanfaatkan popularitas sosok STY yang sudah memiliki basis penggemar besar di Indonesia.
Persija Ingin Bangkit dari Puasa Gelar
Kegagalan meraih gelar Super League musim lalu menjadi pukulan bagi Persija Jakarta. Meski sudah menggelontorkan dana besar untuk mendatangkan sejumlah pemain, Macan Kemayoran kembali gagal mengakhiri puasa gelar yang sudah berlangsung sejak 2018.
Hasil kurang memuaskan tersebut membuat manajemen memutuskan mengakhiri kerja sama dengan Mauricio Souza.
Sejumlah nama sempat dikaitkan dengan kursi pelatih Persija, mulai dari Alexandre Gama hingga Benjamin Mora. Namun, pilihan akhirnya jatuh kepada Shin Tae-yong yang saat itu sedang tidak memiliki klub setelah berpisah dengan Ulsan HD.
Pengumuman resmi dilakukan pada 8 Juni dan langsung menyita perhatian publik sepak bola Indonesia.
STY Jadi Pelatih Asia Nonlokal Pertama Persija
Kedatangan Shin Tae-yong juga mencatat sejarah baru bagi Persija Jakarta.
Pelatih berusia 57 tahun tersebut menjadi juru taktik Asia nonlokal pertama yang menangani Macan Kemayoran sejak klub berdiri.
Selama ini Persija lebih banyak menggunakan pelatih dari Amerika Selatan atau Eropa.
Manajemen bahkan menunjukkan keseriusannya dengan memberikan kontrak berdurasi tiga tahun kepada mantan pelatih Timnas Indonesia tersebut.
Tak hanya itu, Shin Tae-yong juga disebut mendapatkan dukungan dana transfer mencapai 30 juta dolar AS untuk membangun skuad sesuai kebutuhannya.
Faktor Prestasi Jadi Prioritas
Presiden Persija, Mohamad Prapanca, menegaskan bahwa penunjukan Shin Tae-yong didasarkan pada kebutuhan klub terhadap sosok pemimpin yang memiliki pengalaman di level tertinggi.
Menurutnya, STY memiliki kemampuan membangun budaya kompetitif serta memahami karakter sepak bola Indonesia.
Pengalaman lima tahun bersama Timnas Indonesia membuatnya tidak asing dengan sejumlah pemain Persija yang juga menjadi bagian dari skuad Garuda.
Nama-nama seperti Rizky Ridho, Jordi Amat, Shayne Pattynama, Witan Sulaeman, dan Doni Tri Pamungkas menjadi pemain yang sudah mengenal metode latihan Shin Tae-yong.
Kedekatan tersebut diyakini akan mempercepat proses adaptasi tim.
Selain itu, Persija juga menargetkan prestasi besar menjelang perayaan 100 tahun klub pada 2028.
Momentum Pergantian Pelatih Rival Jadi Peluang
Persija melihat musim 2026/2027 sebagai kesempatan emas untuk kembali menjadi juara.
Baca Juga: Resmi! Shin Tae-yong Jadi Pelatih Persija Jakarta, Targetkan Bawa Macan Kemayoran Kembali Juara
Pasalnya, dua pesaing utama mereka, yakni Persib Bandung dan Borneo FC, juga memasuki era baru dengan pelatih yang berbeda.
Persib harus beradaptasi setelah ditinggalkan Bojan Hodak, sementara Borneo FC juga berpisah dengan Fabio Lefundes.
Situasi tersebut dianggap membuka peluang bagi Persija untuk bersaing lebih kuat dalam perebutan gelar.
Dengan pengalaman dan kepemimpinan yang dimiliki Shin Tae-yong, Macan Kemayoran optimistis dapat memanfaatkan momentum tersebut.
Ada Dampak Bisnis yang Menguntungkan
Di luar aspek prestasi, kehadiran Shin Tae-yong juga diyakini memberikan keuntungan besar secara komersial.
Popularitas pelatih asal Korea Selatan itu diprediksi mampu meningkatkan jumlah penonton di stadion serta memperbesar eksposur Persija di berbagai platform.
Jackmania diyakini akan semakin antusias memberikan dukungan langsung kepada tim.
Pendapatan dari tiket pertandingan pun berpotensi meningkat.
Selain itu, laga-laga Persija diperkirakan bakal menjadi salah satu tontonan favorit sehingga memiliki nilai jual tinggi bagi pemegang hak siar.
Efek domino tersebut dapat membuat Persija menjadi salah satu klub dengan pendapatan terbesar di Liga Indonesia.
Kini, semua perhatian tertuju pada Shin Tae-yong. Publik menanti apakah kehadirannya benar-benar menjadi awal kebangkitan Macan Kemayoran atau justru menjadi perjudian besar yang berujung mengecewakan.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari