BLITAR KAWENTAR - Klub sepak bola luar negeri milik orang Indonesia semakin bertambah dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah pengusaha nasional mulai melebarkan sayap investasinya ke industri sepak bola internasional dengan mengakuisisi atau membeli saham klub-klub di Eropa, Australia, hingga Amerika Serikat.
Fenomena klub sepak bola luar negeri milik orang Indonesia ini tidak hanya menunjukkan kekuatan finansial para pengusaha Tanah Air, tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi pemain Indonesia untuk berkarier di kompetisi luar negeri. Beberapa klub bahkan mengalami perkembangan signifikan setelah mendapat suntikan investasi dari Indonesia.
Berikut daftar klub sepak bola luar negeri milik orang Indonesia yang menarik perhatian publik.
Oxford United Jadi Sorotan
Salah satu yang paling populer adalah Oxford United dari Inggris. Klub yang kini bermain di Championship atau kasta kedua Liga Inggris tersebut dimiliki oleh Menteri BUMN sekaligus Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, bersama Anindya Bakrie.
Keduanya resmi menjadi pemegang saham mayoritas setelah mengakuisisi 51 persen saham Oxford United pada 2022. Popularitas klub ini di Indonesia meningkat pesat setelah mendatangkan pemain Timnas Indonesia, Marselino Ferdinan dan Ole Romeny.
Keberhasilan Oxford United promosi ke Championship pada musim 2023/2024 semakin memperkuat perhatian publik Indonesia terhadap klub tersebut.
Como Bangkit di Tangan Konglomerat Indonesia
Klub Italia, Como 1907, menjadi contoh sukses investasi pengusaha Indonesia di sepak bola Eropa. Klub ini dimiliki oleh konglomerat bersaudara Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono melalui Grup Djarum sejak 2019.
Saat diambil alih, Como tengah menghadapi kesulitan finansial. Namun di bawah kepemimpinan baru, klub tersebut berhasil bangkit dan menjadi salah satu tim yang diperhitungkan di Italia.
Nama Como semakin dikenal setelah mendatangkan sejumlah figur ternama sepak bola dunia, termasuk Cesc Fabregas yang kini terlibat dalam proyek klub.
Klub Eropa Lain yang Dimiliki Investor Indonesia
Selain Oxford United dan Como, terdapat sejumlah klub Eropa lain yang sahamnya dimiliki pengusaha Indonesia.
US Lecce di Italia menjadi salah satunya. Pengusaha Alvin Sariatmadja melalui konsorsium investor membeli sekitar 10 persen saham klub Serie A tersebut pada 2022.
Di Belgia, FCV Dender dimiliki oleh Sihar Sitorus sejak 2018. Klub ini semakin dikenal masyarakat Indonesia setelah merekrut pemain Timnas Indonesia, Ragnar Oratmangoen.
Kemudian ada Estrela da Amadora dari Portugal yang mendapat dukungan investasi dari perusahaan Indonesia, Pakuan Football Enterprise. Klub tersebut berhasil promosi ke kasta tertinggi Liga Portugal dan terus berkembang.
Sementara itu, klub Spanyol Polillas Ceuta juga berada di bawah kepemilikan Batavia Sports Group sejak 2020. Klub ini dikenal sebagai salah satu jalur pembinaan bagi pemain muda Indonesia yang ingin merasakan atmosfer sepak bola Eropa.
Bakrie Group dan Jejak di Australia serta Belgia
Keluarga Bakrie juga memiliki sejarah panjang dalam investasi sepak bola internasional. Brisbane Roar yang berlaga di A-League Australia sepenuhnya dimiliki Bakrie Group sejak 2012.
Klub tersebut pernah menjadi tempat berkarier beberapa pemain Indonesia seperti Yandi Sofyan, Sergio van Dijk, hingga Rafael Struick.
Selain Brisbane Roar, Bakrie Group juga pernah memiliki klub Belgia, CS Visé. Klub tersebut sempat menjadi rumah bagi pemain Indonesia seperti Syamsir Alam dan Manahati Lestusen sebelum akhirnya kepemilikan dilepas.
Erick Thohir Pernah Kuasai Inter Milan
Nama Erick Thohir juga tercatat dalam sejarah sepak bola dunia setelah mengakuisisi 70 persen saham Inter Milan pada 2013.
Langkah tersebut sempat menghebohkan publik Indonesia karena Inter Milan merupakan salah satu klub terbesar di Italia dan Eropa. Namun, kepemilikan Erick Thohir berakhir setelah seluruh sahamnya dilepas pada 2019.
Selain Inter Milan, Erick Thohir juga pernah menjadi pemegang saham mayoritas DC United yang berkompetisi di Major League Soccer (MLS) Amerika Serikat.
Tak hanya itu, Ustaz Yusuf Mansur juga pernah memiliki 10 persen saham klub Polandia, Lechia Gdansk, pada 2018 sebelum akhirnya melepas kepemilikannya beberapa tahun kemudian.
Investasi para pengusaha Indonesia di klub-klub luar negeri menunjukkan bahwa sepak bola kini telah menjadi industri global yang menjanjikan. Selain memperkuat citra Indonesia di kancah internasional, langkah tersebut juga membuka peluang lebih luas bagi talenta muda Indonesia untuk berkembang dan bersaing di level dunia.
Editor : Gita Dwi Nuraini