BLITAR KAWENTAR - Kompetisi Indonesia Super League musim 2025/2026 tidak hanya menjadi ajang persaingan para pemain dan pelatih di atas lapangan. Di balik kekuatan klub-klub peserta, terdapat deretan pengusaha, konglomerat, hingga tokoh publik yang memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan sepak bola nasional.
Para pemilik klub Indonesia Super League ini menjadi tulang punggung finansial tim masing-masing. Dukungan modal yang kuat memungkinkan klub membangun fasilitas modern, mendatangkan pemain berkualitas, hingga memperkuat akademi untuk jangka panjang.
Salah satu nama yang paling menonjol dalam daftar pemilik klub Indonesia Super League adalah Glenn Timoti Sugita, bos Persib Bandung. Pengusaha yang mendirikan Northstar Group tersebut diperkirakan memiliki kekayaan mencapai Rp29,7 triliun, menjadikannya salah satu pemilik klub sepak bola terkaya di Indonesia.
Glenn Sugita dan Nirwan Bakrie Jadi Sorotan
Glenn Sugita telah menjadi pemilik Persib Bandung sejak 2009 melalui PT Persib Bandung Bermartabat. Selain aktif di dunia sepak bola, ia dikenal sebagai investor dan pendiri Northstar Group, perusahaan investasi yang memiliki portofolio besar di berbagai sektor bisnis.
Sementara itu, Persija Jakarta berada di bawah kepemimpinan Nirwan Bakrie melalui PT Persija Jaya Jakarta. Adik kandung Aburizal Bakrie tersebut dikenal memiliki jaringan bisnis luas melalui Bakrie Group yang bergerak di bidang pertambangan, media, infrastruktur, dan perkebunan.
Keberadaan Nirwan Bakrie turut membantu Persija membangun fasilitas latihan modern di Sawangan, Depok, yang kini menjadi salah satu pusat pengembangan pemain terbaik di Indonesia.
Kaesang Pangarep dan Persis Solo
Nama Kaesang Pangarep juga masuk dalam daftar pemilik klub terkaya Indonesia. Putra bungsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo itu mengakuisisi Persis Solo bersama Kevin Nugroho dan Erick Thohir pada 2021.
Saat ini Kaesang disebut memiliki saham mayoritas sekitar 40 persen. Di bawah kepemimpinannya, Persis Solo berhasil berkembang menjadi salah satu klub yang cukup diperhitungkan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Selain Kaesang, Kevin Nugroho yang merupakan pengusaha muda pemilik PT Plevia Makmur Abadi juga masih aktif mengelola klub asal Surakarta tersebut.
Deretan Pengusaha di Balik Klub Besar
Bali United didukung oleh Peter Tanuri dan Yabes Tanuri melalui PT Bali Bintang Sejahtera. Peter dikenal sebagai salah satu pendiri PT Trimegah Securities dan memiliki berbagai investasi di sektor keuangan serta industri lainnya.
Dewa United berada di bawah kendali Tommy Hermawan Lo yang memiliki 99 persen saham PT Dewa United Indonesia. Berkat dukungan finansial keluarganya yang dikenal sebagai konglomerat properti, Dewa United berkembang menjadi salah satu kekuatan baru sepak bola nasional.
Malut United juga mendapat sokongan kuat dari David Glenn Oei. Pengusaha tambang asal Maluku tersebut menjadi motor utama pembangunan klub, termasuk rencana pembangunan Malut United Arena yang digadang-gadang menjadi stadion modern di kawasan timur Indonesia.
Pemilik Klub dari Berbagai Latar Belakang
Tidak semua pemilik klub berasal dari kalangan konglomerat murni. Persita Tangerang dipimpin oleh Ahmad Zaki Iskandar yang merupakan mantan Bupati Tangerang. Berdasarkan laporan harta kekayaan, ia memiliki aset sekitar Rp5 miliar.
Madura United masih identik dengan sosok Ahsanul Qosasi yang dikenal sebagai mantan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Sementara Persebaya Surabaya dipimpin oleh Azrul Ananda, putra mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan yang juga pendiri liga basket pelajar DBL.
Di Yogyakarta, Yuliana Tasno menjadi figur penting di balik PSIM Yogyakarta. Ia mencatat sejarah sebagai salah satu perempuan yang berhasil membawa klub tradisional tersebut promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Persijap Jepara juga mendapat dukungan dari Arman Gunawan, pengusaha yang dikenal sebagai pemegang saham utama PT Oasis Waters International sekaligus salah satu pemilik klub.
Dengan dukungan para pengusaha dan tokoh berpengaruh tersebut, Indonesia Super League 2025/2026 diprediksi semakin kompetitif. Kekuatan finansial para pemilik klub menjadi modal penting untuk meningkatkan kualitas kompetisi, memperkuat infrastruktur, serta membawa sepak bola Indonesia menuju level yang lebih tinggi.
Editor : Gita Dwi Nuraini