Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Sejarah Persib Bandung: Berawal dari Perlawanan terhadap Penjajah, Kini Jadi Raja Liga 1 dan Kebanggaan Bobotoh

Gita Dwi Nuraini • Selasa, 23 Juni 2026 | 18:15 WIB
Sejarah Persib Bandung dari era penjajahan hingga juara back to back Liga 1. Kisah perjuangan yang jadi kebanggaan Bobotoh.(Gemini AI)
Sejarah Persib Bandung dari era penjajahan hingga juara back to back Liga 1. Kisah perjuangan yang jadi kebanggaan Bobotoh.(Gemini AI)

 

BLITAR KAWENTAR - Sejarah Persib Bandung tidak hanya berbicara tentang sepak bola, tetapi juga tentang perjuangan, identitas, dan semangat nasionalisme yang tumbuh di masa penjajahan. Jauh sebelum menjadi salah satu klub terbesar di Indonesia, Persib lahir dari semangat persatuan para pemuda pribumi yang ingin menunjukkan eksistensi bangsa melalui olahraga.

Sejarah Persib Bandung bermula pada tahun 1919 ketika berdiri Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond (BIVB), sebuah organisasi sepak bola yang dibentuk oleh masyarakat pribumi Bandung. Di tengah dominasi klub-klub milik Belanda pada masa Hindia Belanda, BIVB menjadi simbol perlawanan dan kebangkitan nasional melalui lapangan hijau.

Tak hanya aktif dalam kompetisi, BIVB juga memiliki peran penting dalam perkembangan sepak bola nasional. Organisasi ini tercatat sebagai salah satu pendiri Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang resmi berdiri pada 19 April 1930 di Yogyakarta.

Baca Juga: Indomobil E-Motor Tyranno Dibeli untuk Harian, Ternyata Fiturnya Bikin Kaget! Ada Android Auto, Cruise Control hingga Jarak Tempuh 110 Km

Lahirnya Persib Bandung dari Semangat Persatuan

Perjalanan Sejarah Persib Bandung memasuki babak baru pada 14 Maret 1933. Saat itu, BIVB melakukan fusi dengan organisasi sepak bola lain di Bandung, termasuk National Voetbal Bond (NVB).

Dari penggabungan tersebut lahirlah Persatuan Sepak Bola Indonesia Bandung atau Persib Bandung yang dikenal hingga saat ini.

Anwar St. Pamoentjak dipercaya menjadi ketua umum pertama Persib. Kehadiran Persib menjadi simbol persatuan masyarakat Bandung dalam membangun identitas daerah melalui sepak bola.

Tidak membutuhkan waktu lama bagi Persib untuk menunjukkan kualitasnya. Klub ini berhasil meraih gelar juara kompetisi Perserikatan pada tahun 1937, sekaligus menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola nasional pada masa itu.

Dominasi di Era Perserikatan

Setelah Indonesia merdeka, Persib terus berkembang menjadi salah satu klub paling berprestasi di tanah air.

Persib kembali meraih gelar juara Perserikatan pada tahun 1961. Prestasi tersebut kemudian berlanjut pada era 1980-an hingga awal 1990-an.

Generasi emas yang diperkuat oleh nama-nama legendaris seperti Robby Darwis, Ajat Sudrajat, dan Yudi Guntara berhasil membawa Persib kembali berjaya.

Puncak kejayaan era Perserikatan terjadi pada tahun 1994 ketika Persib sukses menjuarai kompetisi terakhir sebelum sistem liga nasional berubah menjadi Liga Indonesia.

Baca Juga: Indomobil E-Motor Tyranno Dibeli untuk Harian, Ternyata Fiturnya Bikin Kaget! Ada Android Auto, Cruise Control hingga Jarak Tempuh 110 Km

Juara Liga Indonesia dan Tembus Asia

Musim 1994/1995 menjadi salah satu periode paling bersejarah dalam Sejarah Persib Bandung.

Setelah menjuarai kompetisi Liga Indonesia pertama yang menggabungkan Perserikatan dan Galatama, Persib berhasil mewakili Indonesia di ajang Liga Champions Asia.

Hebatnya, Maung Bandung mampu melaju hingga babak perempat final Liga Champions Asia 1995. Prestasi tersebut menjadi salah satu pencapaian terbaik klub Indonesia di level Asia pada masanya.

Namun setelah itu perjalanan Persib tidak selalu berjalan mulus. Klub sempat mengalami naik turun performa dan menghadapi berbagai tantangan manajemen dalam era profesional.

Bobotoh Jadi Kekuatan Utama Persib

Meski mengalami berbagai dinamika, satu hal yang tidak pernah berubah adalah dukungan luar biasa dari Bobotoh.

Kelompok suporter Persib dikenal sebagai salah satu basis pendukung terbesar dan paling loyal di Indonesia. Dukungan mereka menjadi energi tambahan bagi tim di setiap pertandingan.

Atmosfer pertandingan Persib selalu menjadi daya tarik tersendiri, baik ketika bermain di kandang maupun tandang.

Kehadiran Bobotoh juga menjadi salah satu alasan mengapa Persib tetap menjadi klub dengan popularitas tinggi hingga saat ini.

Baca Juga: Motor Listrik Tyranno Resmi Meluncur, Harga Cuma Rp25,9 Juta tapi Fiturnya Setara Motor Premium, Ada TFT Touchscreen dan Cruise Control

Bangkit dan Kembali Menjadi Raja Liga 1

Persib kembali mengangkat trofi bergengsi saat menjuarai Indonesia Super League 2014.

Memasuki era Liga 1, Persib terus bertransformasi menjadi klub modern dengan mendatangkan sejumlah pemain berpengalaman dari level internasional.

Penantian panjang kembali berakhir pada musim 2023/2024 ketika Persib sukses menjuarai Liga 1 setelah mengalahkan Madura United di Championship Series.

Prestasi tersebut semakin lengkap setelah Persib berhasil mempertahankan gelar pada musim 2024/2025 dan mencatatkan sejarah sebagai juara back to back Liga 1 Indonesia.

Keberhasilan tersebut disambut meriah oleh ribuan Bobotoh yang memadati jalanan Kota Bandung dalam konvoi kemenangan pada Mei 2025.

Kini, dengan fondasi manajemen yang semakin kuat, dukungan Bobotoh yang luar biasa, serta tradisi juara yang terus terjaga, Persib Bandung tetap menjadi salah satu ikon terbesar sepak bola Indonesia.

Lebih dari sekadar klub, Persib adalah simbol kebanggaan masyarakat Jawa Barat, warisan budaya sepak bola nasional, dan bukti bahwa olahraga dapat menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah bangsa Indonesia.

Editor : Gita Dwi Nuraini
#PSSI Indonesia #bobotoh #sejarah persib bandung #liga 1 indonesia #persib bandung