BLITAR KAWENTAR - Perjalanan Persib Bandung juara Liga 1 2024/2025 tidak terjadi begitu saja. Di balik keberhasilan mempertahankan gelar, Maung Bandung harus melewati berbagai ujian berat, mulai dari kontroversi penghargaan individu, perombakan skuad, hingga laga-laga dramatis yang menguras emosi para Bobotoh.
Salah satu cerita yang paling banyak dibicarakan adalah kegagalan Ciro Alves meraih penghargaan pemain terbaik musim sebelumnya. Padahal, winger asal Brasil tersebut tampil luar biasa dengan mencatatkan 17 gol dan 12 assist serta menjadi salah satu kunci keberhasilan Persib meraih gelar juara.
Dalam final Championship Series melawan Madura United, Ciro bahkan menyumbangkan satu gol dan dua assist. Namun penghargaan pemain terbaik justru diberikan kepada Francisco Rivera. Keputusan itu memicu perdebatan panjang di kalangan pecinta sepak bola Indonesia, terutama Bobotoh yang menilai kontribusi Ciro jauh lebih besar.
Meski demikian, Persib Bandung juara Liga 1 2024/2025 tidak hanya dibangun oleh aksi pemain di lapangan. Ada sosok penting di balik layar yang turut berperan besar, yakni Teddy Tjahjono. Mantan Direktur Olahraga PT Persib Bandung Bermartabat tersebut dikenal berjasa menyelesaikan berbagai persoalan internal tim, termasuk konflik kontrak David da Silva menjelang Championship Series.
Perombakan Skuad Usai Juara
Memasuki bursa transfer musim 2024/2025, Persib memilih tidak terlalu agresif. Manajemen lebih fokus mempertahankan kerangka tim juara dan hanya melakukan sejumlah penyegaran di beberapa posisi.
Beberapa pemain dilepas seperti Eriyanto, Zalnando, Arsan Makarin, dan Abdul Aziz. Namun keputusan yang paling mengejutkan adalah berpisah dengan Stefano Beltrame, Ezra Walian, dan Alberto Rodriguez yang memiliki kontribusi penting dalam kesuksesan tim.
Sebagai gantinya, Persib mendatangkan Gustavo Franca, Mateo Kocijan, Dimas Drajad, serta penyerang asing Mailson Lima. Selain itu, Tyron Del Pino yang sebelumnya dipinjamkan kembali mendapat kesempatan membela Maung Bandung.
Kehadiran Adam Alis juga sempat memicu pro dan kontra. Gelandang yang datang dari Borneo FC itu dianggap sebagai pemain rival yang sebelumnya menjadi pesaing utama Persib dalam perebutan gelar.
Awal Musim yang Tidak Mudah
Persib membuka musim baru dengan kemenangan meyakinkan atas PSBS Biak. Duet David da Silva dan Ciro Alves kembali menunjukkan ketajamannya dan menjadi ancaman serius bagi lawan.
Namun setelah itu performa Persib sempat mengalami inkonsistensi. Mereka ditahan imbang Dewa United 2-2, bermain seri melawan Arema FC, dan hanya meraih hasil imbang tanpa gol saat bertandang ke markas PSM Makassar.
Dari empat pertandingan awal, Persib hanya mampu mengoleksi enam poin. Situasi tersebut memunculkan keraguan apakah tim asuhan Bojan Hodak mampu mempertahankan gelar juara.
Momentum kebangkitan mulai terlihat saat Persib menaklukkan PSIS Semarang dengan skor 2-1. Dalam laga itu, Tyron Del Pino kembali mencetak gol dan Gustavo Franca juga menyumbang gol perdananya untuk Maung Bandung.
Menang Lawan Persija dan Bangkit di Asia
Kepercayaan diri Persib semakin meningkat setelah sukses mengalahkan Persija Jakarta 2-0 di Stadion Si Jalak Harupat pada 23 September 2024. Dimas Drajad dan Ryan Kurnia menjadi pencetak gol dalam laga sarat gengsi tersebut.
Namun salah satu pertandingan paling bersejarah terjadi pada 7 November 2024 dalam ajang AFC Champions League Two (ACL 2). Saat menghadapi Lion City Sailors di Singapura, Persib sempat tertinggal 0-2 hingga menit ke-80.
Harapan mulai muncul ketika David da Silva mencetak gol pada menit ke-81. Mateo Kocijan kemudian menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada masa injury time lewat tendangan spektakuler.
Drama belum berakhir. Pada menit ke-94, Tyron Del Pino mencetak gol kemenangan yang membuat Persib melakukan comeback luar biasa dengan skor 3-2. Kemenangan tersebut menjadi salah satu momen paling emosional dalam perjalanan musim Persib.
Menutup Paruh Musim di Puncak
Comeback dramatis di Asia menjadi titik balik yang mengubah mentalitas tim. Persib perlahan bangkit dan menunjukkan konsistensi yang lebih baik di kompetisi domestik.
Meski sempat kehilangan sejumlah poin pada awal musim, skuad asuhan Bojan Hodak berhasil menutup paruh musim pertama sebagai pemuncak klasemen. Posisi tersebut semakin menguatkan keyakinan Bobotoh bahwa Persib mampu mempertahankan gelar.
Namun perjalanan belum berakhir. Memasuki paruh musim kedua, Maung Bandung harus menghadapi ujian yang jauh lebih berat. Berbagai badai cedera, jadwal padat, dan tekanan kompetisi menjadi tantangan berikutnya dalam upaya mempertahankan takhta juara Liga 1.
Editor : Gita Dwi Nuraini