BLITAR KAWENTAR - Rumor transfer Mariano Peralta ke Persija Jakarta semakin menjadi perbincangan hangat di tengah aktivitas bursa transfer Super League musim 2026-2027. Di saat yang sama, Persija juga tengah menghadapi pekerjaan rumah besar setelah resmi berpisah dengan pelatih asal Brasil, Mauricio Souza.
Dalam sebuah diskusi sepak bola yang membahas dinamika transfer klub-klub Indonesia, nama Mariano Peralta disebut sebagai salah satu sosok yang berpotensi menjadi rekrutan besar Macan Kemayoran musim depan. Kehadiran pemain yang tampil impresif dalam dua musim terakhir itu dinilai bisa meningkatkan daya saing Persija dalam perebutan gelar juara.
Rumor Mariano Peralta ke Persija semakin kuat setelah manajemen memutuskan tidak memperpanjang kontrak Mauricio Souza. Keputusan tersebut diambil setelah evaluasi pascamusim, meski pelatih berusia 51 tahun itu berhasil membawa Persija finis di papan atas klasemen.
Mauricio Souza Tinggalkan Warisan Positif
Secara statistik, Mauricio Souza sebenarnya mencatatkan pencapaian yang cukup baik bersama Persija. Di bawah kepemimpinannya, Macan Kemayoran berhasil mengakhiri musim di posisi tiga besar dan mengumpulkan 71 poin.
Jumlah tersebut bahkan melampaui beberapa rekor poin Persija pada musim-musim sebelumnya. Selain itu, Souza juga dinilai berhasil mengembalikan Persija ke jalur persaingan papan atas setelah dua musim sebelumnya hanya mampu finis di posisi ketujuh dan kedelapan.
Namun, manajemen Persija tampaknya memiliki target yang lebih tinggi. Kegagalan meraih gelar juara membuat klub memilih mencari pelatih baru yang dianggap lebih sesuai dengan visi jangka panjang tim.
Persija Dinilai Terlambat Umumkan Pelatih Baru
Sejumlah pengamat menilai Persija seharusnya bergerak lebih cepat dalam menentukan suksesor Mauricio Souza. Hingga memasuki awal Juni, belum ada pengumuman resmi terkait pelatih baru yang akan menangani Rizky Ridho dan kawan-kawan.
Situasi ini dikhawatirkan dapat mengganggu perencanaan transfer pemain. Pasalnya, pelatih baru seharusnya menjadi sosok utama yang menentukan kebutuhan skuad sesuai filosofi permainan yang akan diterapkan.
"Pelatih harus datang lebih dulu sebelum pemain direkrut. Dengan begitu, proses transfer bisa berjalan sesuai kebutuhan taktik tim," menjadi salah satu pandangan yang mengemuka dalam diskusi tersebut.
Mariano Peralta Dinilai Cocok untuk Persija
Di tengah ketidakpastian kursi pelatih, nama Mariano Peralta justru semakin sering dikaitkan dengan Persija. Pemain berusia 28 tahun itu dinilai sebagai sosok yang sudah terbukti di kompetisi Indonesia.
Peralta dikenal sebagai pemain sayap yang produktif dalam mencetak gol maupun memberikan assist. Dalam dua musim terakhir, kontribusinya dianggap sangat konsisten sehingga masuk kategori pemain yang sudah "teruji" di level Super League.
Jika benar bergabung, Peralta diprediksi akan menjadi salah satu pusat permainan Persija musim depan. Karakter bermainnya yang agresif, memiliki kemampuan dribel, serta mampu menciptakan peluang dari sisi sayap membuatnya dianggap sebagai aset penting untuk meningkatkan produktivitas serangan.
Beberapa pengamat bahkan menyebut Peralta sebagai salah satu pemain terbaik di Liga Indonesia dalam dua musim terakhir berkat kontribusi gol dan assist yang sangat tinggi.
Persija Berpotensi Lakukan Perombakan Besar
Kehadiran Peralta juga memunculkan spekulasi mengenai perubahan filosofi permainan Persija. Jika klub merekrut pelatih dengan gaya bermain pragmatis, maka komposisi pemain asing kemungkinan akan mengalami perubahan cukup signifikan.
Saat ini, beberapa pemain asing seperti Gustavo Almeida, Fabio Calonego, Van Basty Souza, dan Paulo Ricardo masih masuk dalam proyeksi skuad musim depan. Namun Persija juga diperkirakan akan mendatangkan sejumlah pemain baru untuk mengisi kuota asing yang tersedia.
Dengan regulasi 11 pemain asing yang masih dipertahankan, Persija berpotensi melakukan perekrutan besar-besaran demi memperkuat seluruh lini.
Bursa Transfer Persija Jadi Sorotan
Selain Peralta, sejumlah nama pelatih juga mulai dikaitkan dengan Persija. Salah satu yang paling banyak dibicarakan adalah mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong.
Meski belum ada kepastian, rumor tersebut semakin menambah antusiasme suporter menyambut musim baru. Publik kini menunggu langkah konkret manajemen dalam menentukan pelatih kepala sekaligus mengamankan target transfer utama mereka.
Yang pasti, keputusan mengenai pelatih baru akan menjadi kunci arah pembangunan skuad Persija musim 2026-2027. Jika berhasil mendatangkan sosok yang tepat dan merekrut pemain seperti Mariano Peralta, Macan Kemayoran berpeluang kembali menjadi kandidat kuat peraih gelar juara.
Editor : Fadhilah Salsa Bella